PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
menjenguk


__ADS_3

berbeda dengan alex veronica sedang berusaha untuk bisa mendapatkan pekerjaan


"ayolah tante.... berikan dia kesempatan" memohon pada tante nya.


"kamu diam dulu andre saya belum selesai bicara." mengintrupsi andre dengan memberi insyarat mengangkat tangan nya mendekati bibir.


"saya tidak bisa mempekerjakan kamu sebagai karyawaan tetap. tapi saya akan memberi mu kesempatan untuk bekerja paruh waktu di restoran ini" memberikan senyuman selamat pada veronika.


veronika kembali bersama andre menuju rumah sakit dengan bahagia. untuk memberi tahu kepada ibu nya bahawa dia telah meimiliki pekerjaan. ereka berjalan beri ringan samabil mengobrol satu sama lain.


"kamu keliatan nya seneng banget fy?" melihat ekspresi wajah bahagia veronika.


"iya bong, kan ibuku harus tahu kalau aku udah dapet kerja, pasti dia seneng banget." sambil tersenyum.


"bukan nya ibumu itu lagi koma ya?" tanya nya hera.


"orang koma bukan berarti gak bisa denger kak. ada banyak penelitian gitu yang mengatakan kalu orang koma itu masih bisa mendengar apa yang ada disekitar nya." berkata sambil terus berjalan. "aku gak mau ibu ku sampe ngedenger aku sedih nanti dia pasti sedih dan akan memperburuk kondisi nya" jelas nya pada andre.


"ohh gitu" memanyunkan bibir nya sebagai tanda andre baru menegtahui nya.


andre merasa sangat bahagua ketika melihat senyum di wajah veronika. senyum indah yang begitu tulus. pasti gadis ini sangat menyayangi ibu nya, veronika  telah hidup bersama ibu nya tanopa sosok ayah. pasti akan sangat sulit jika fy harus kehilangan ibu. semua orang pasti pnya sumber kebahagian. ia pun memiliki sumber kebahagian dan sumber kebahagia nya hari ini adalah fy.


apakah mungkin dia jatuh cinta? seberapa dalam ia jatuh cinta? pada gadis di depan nya yng begitu imut dan baik hati ini? benarkah . entah lah andrev pun tak menegrti tapi yang jelas dia bisa bahagia ketika melihat sneyuman di wajah gadis itu.


"kak andre, awas!" tanya fy yang melihat kakk kelas nya memikirkan sesuatu sambil tersenyum.


andre tidak sadar ketika ada tembok di depan jalan nya. hingga ia menabrak tembok itu dengan keras. ia terlalu hanyut dalam pikiran nya sehingga tidak memperhatikan jalan di depan nya. "aduhh" memegang dahi dengan tanga tangan nya sebagai tanda rasa sakit itu berseumber di sana. dan yang palin memalukan ia di liat oleh orang-orang yang ada disana. ia langsung bersikap biaa saja tanpa menunjukan rasa sakit.

__ADS_1


"kaka gak apa-apa?" tanya steefy khawatir sambil melihat dahi andre yang masih tertutup oleh tangan andre.


tangan mereka bersentuhan ketika fy ingin memeriksa andre. andre seperti melihat adegan sloe motion ketika steefy meniup dahi nya yang menabrak tembok dengan lembut. seolah itu adalah obat yang paling mujarap yang menghilnagkan rasa sakit yang di alami nya. fy terlihat sangat canti, bulu mata nya yang lentik. hidung nya yang mancung taoi sedikit bengjik. dan mata nya yang terlihat berwarna biru. seperi lautan membuat andre iangin tenggelam dalam lautan biru itu. ia merasakan jantung nya berdetak tidak seperti biasa nya. ia menhan nafas berdoa agar suara detak janjtung nya tidak terdengar.


"kak andre kenapa" melihat keringat yang ada di wajah andre yang banyak.


"iya" tersadar dari pikiran nya. " nggak papah kok" mengelap keringat di wajah nya.


"keringat kakk banyak lho" mesih memperhatika andre.


andre yag salah tingkah dengan perhatian fy langsung bingung harus menjawab apa. mana mungkin ia memberi tahu bahawa ia berkeringat karena fy berada di dekat nya kan gak mungkin. nanti fy akan menjauh lagi dari nya.


"nggak kok, paling nanti ilang sendiri" mencoba kembali tenang lagi.


"yakin? kita bisa ke dokter terlebih dahulu untuk mengecek benturan nya. takut nya terjadi sesuatu. aku rasa tadi cukup kerasa ken tembok nya" memberi saran dengan lembut.


"beneran nggak perlu, cuma kena tembok kok" membuta senyum palsu agar terlihat baik-baik saja.


"ayo kita lanjut ke ruang ibu kamu aja" ajak andre untuk mengalihkan permbicaraan.'


"bai kak, lewat sisi" memberi intrukasi untuk belok kanan keruang rawat ibu nya.


andre berjalan mengikiti fy ddari belakanng dan masih mengelus-elus dahi nya. rasa sakit nya memenga atak seberapa tapi rasa malu nya itu lohh. sebenar nya ia ingin langsung pergi tapi karena ia berjanji untuk melihat kondisi ibu fy jadi ia memilih untuk melanjutkan rencana nya. ia juga tadi melihat tawa kecil fy.


"silahkan masuk kak" membuka ruangan rawat ibu nya.


"iya"

__ADS_1


andre lansung masuk dan melihat ada seorang wanita yang terlihat kurus dan tidak bergerak di ranjang. dengan bantuan selang di hidungn nya menandakan ia tidak bisa bernafas sendiri tanpa bantuan alat itu. wanita itu tampa cantik walapun usia nya sudah lanjut. nampak jelas dari mana sumber kecan tikan fy berasal.


"ibu kenalin ini andre, kakak kelas aku yang dulu nganteri pulang" ucap ffy memperkenalkan andre pada ibu nya yang masih tidak sadarkan diri.


"halo tante aku andre, kakak kelas steefy. senang bertemu tante" mengucapkan dengan lembut seolah bener-bebar berbicara dengan orang biasa. "maaf dulu nggak sempet nyapa" bersikap dengan baik.


merka berdua berdiri disamping ranjang ibu steefy yang masih tidak sadarkan diri.


"kak andre ini oramg baik loh dia bantu aku dapetin pekerjaan sampingan bu." mencoba ntuk menhan tangis dan memberi senyuman pada pada ibu nya " ibu pasi gak suka aku kerjs kan, tapi tenang ajah aku masih kuliah kok, jadi jangan khawatir yah" mengelus pipi ibu nya.


"iya tante, tenang ajah ada saya kok yang bakal ngejaga aanak tente ini" lanjut andre.


di dalam kamar itu merka mengobrol dengan santai seolah ibu winda memang sadar. memereka membicarakan hal-hal ringan yang biasa dan kejadian-kejadian yang ada dikampus. hingga tanpa disadari waktu telah berjalan dengan cepat.


"fy maaf yah kayak nya kakak harus pulang, udah sore kayak nya" ucap andre pada fy. sebenarnya andre tidak mau untuk meninggakan fy sendiri tapi ia tahu ia harus melakukan nya untuk memberi fy waktu sendiri. dan membuat steefy nyaman dengan keberadaan diri nya dengan perlahan-lahan.


"oh iya kak, makasih udah dateng menjunguk ibu ku" jawab fy dengan senang.


"sama-sama, btw besok kamu mulai kerja kan?" tanya andre.


"iya, emang nya kenapa?" tanya fy


"besok kakak mau anter kamu kerja boleh?" tany andre denagn kikuk.


"nggak usah kak, ngerepoti nanti" jawab fy tidak enak.


"nggak kok, besok kakak nggak ada kelas kok" jawab andre mendesak.

__ADS_1


fy merasa tidak enak pada andre karena banyak merepotkan nya. tapi masa ia harus menolak keinginnan baik dari seseorang. apalagi kak andre. entah apa perasaan yang di tunjukan andre hanya sekedar kasihan tapi ia harus menghargai niat baik kakak kelas nya itu


"ya udah deh besok sama kakak" menyetujiu andre


__ADS_2