
Sedangkan sterfy tidak bisa konsen denganb pekerjaan nya karena memikirkan kejadian barusan. Alex adalah laki-laki yang kan di jodohkan dengan nya. pasntas saja ia merasa tidak asing dengan wajah tante mary. Rupa nya mereka adalah ibu dan anak.
“fy kamu kenapa?” tanya viona karena merasa aneh dengan tingkah veronika yang tidak seperti biasanya setelah keluar dari ruangan ibu mary,
“kamu ada masalah?” tanya nya dengan penuh perhatian.
“nggak kok, akau Cuma gak enak badan” ungkap veronika untuk membuat viona percaya.
“oh begitu, istirahat sebentar sana. Nati kamu pingsan.” Ucap viona sambil mengambil lap yang ada di tangan veronika.
Veronika mengikuti saran viona untuk mengistirahatkan tubuh nya sebantar. Ia tahu ia membutuhkan istirahat setelah pertemuan nya dengan alex.
Alex Bahagia Ketika ia mengetahui bahwa ternyata Wanita yang selalu di bicarakan mamah nya adalah veronika.
“jodoh memang gak akan kemana?” ucapa nya pada diri sendiri sambil duduk di sofa rumah nya dan memakan cemilan.
“wih…wih.. anak papah dari tadi kenapa cengengesan mulu” tanya sanag ayah pada alex.
“nggak kok pah” sangkal alex dengan malu-malu.
“kamu jangan bohong, ayah tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu kan?”desak ayah pada alex.
“ada apa ini rebut rebut” ucap sang ibu yang baru keluar dari kamar.
“ini mah kenapa anak kita dari tadi cengengesan mulu?” tanya ayah pada mery.
“kira-kira kenpa ya?” ucap mary dengan sengan senyum jail melihat kea rah ke anak nya.
“gini loh pah” duduk di sofa untuk mengobrol.
“jadi tad ikan mamah ngenalin dia sama anak temen mamah yang dulu itu nu winda, istri nya pak herman temen papah” memceritakkan dengan antusias.
“pak herman?” sanag ayah mencoba mengingat nama itu.
“oh herman yang dulu temen papah buka usaha itu” langsung ingat dan langsung menjawab.
“ mamah kan ada janji sama temen mamah itu untuk menjodohkan anak kami dulu. Dan papah tahu herman udah meninggal dan sejarang ibu winda sakit di rumah sakit” menceritakan dengan sedih.
“apa ? herman meninggal? “ memberi ekspresi tidak percaya.
__ADS_1
“iya pah dan sekarang ank nya itu lagi berusaha benget untuk membiayai biaya berobat ibu nya padahal ia masih sekolah” ucap sang ibu.
:nama nya veronika, dia anak nya baik dan gak pernah ngeluh sama sekali , pekerja kerasa sama seperti kedua orang tua nya”denagn antusias sang ibu menceritakan yang ia tahu tentang veronika
“nah itu alasan alex senyum-senyum sendiri kayaka nya pah” tebak sang ibu langsung melihat ke arah alex.
“tapi mah kita gak bisa maksain kehendak kita pada alex, dia kan sudah dewasa” ucap sudirjo.
“tapi kayak nya anak kita gak butuh paksaan dia bakal bersedia melakukan nya dengan suka rela kan?” lirik sang ibu pada alex yang masih memperhatikan orang tua nya.
“iya pah, kayak nya aku mau coba untuk kenal sama dia.” Ucap alex malu-malu.
“ya udah kalau kamu memang setuju, tapin kayak nya papah gak asing dengan nama veronika? Dimana yah?” sambil mencoba mengembalikan memori nya.
“itu loh pah yang dulu nyelametin anak kita pas di gigit anjing” sahut ibu dengan antusias.
Alex terkejut dengan perkataan sang ibu tentang ejadian di masa lalu nya.
“tunggu mah, maksud mamah yang dulu nyelametin aku adalah veronika?” tanya alex untuk memastikan apa yang ia dengar.
“iya lex. Dulu kamu kan pernah tuh mau digigit anjing tapi vivi nelametin kamu dan malah ia yang terkena serangan sati anjing itu” samabil tersenyum dan sangat berterima kasih pada veronika yang telah menyelamatkan putra nya.
“oh itu….” ucap ayah yang baru mengingat kejadian di masa lalu.
“of course” ucap sang mamah dengan yaikin.
Pantas saja ia seperti melihat hal yang istimewa dalam diri veronika, ternyata dulu mereka pernah Beetemu. Alex masih tertegun mendengar hal itu. untuk menyamakan data yang ada di memorinya dengan veronika. Tinggal satu hal yang perlu ia pastikan. Bekas luka nya.
“papah gimana kalau kita jodohin anak kita pah” tanya sang ibu sambil melihat ke pada sudirjo dengan penuh harapan.
“papah terserah alex ajah” langsung melihat ke arah alex.
“karna lex masih sekolah pah, belum berpikir ke arah yang serius lah” ucap alex dengan gugup. Ia sebenar nya ingin mengatakan akan menikahai nya. tapi ia tahu posisi alex dan natasya yang masih kuliah. Akan sangat merepotkan jika mereka masih kuliah.
Mary sedih mendengar jawaban sanag anak. Tapi ia tidak bisa memaksakan kehendaka nya agar bisa di dengar. Toh ini masih sekedar saran.
Lalu tiba-tiba ponsl mary berbunyi dan ia mengengkat telepon itu.
“haloo” dengan santai.
__ADS_1
“apa….” Terkejut dengan pesan yang ada di telepon. “oke, tante sekarang kesana” ucap nya seolah menenagkan orang yang menelepon.
Alex dan papah nya ikut terkejut melihat mamah mary yang langsung pergi ke kamar dan Kembali lagi untuk mengambil tas kecil nya seolah akan pergi .
“kenapa mah?” tanya alex dengan cepat.
“tante winda siuman dan ingin bertemu dengan mamah, kata nya dengan mata ang berkaca kaca. “mamah mau kesana”
“papah anter yah mahh” ucap nya langsung mengambil kunci mobil.
“alex ikut”
“ayo bburuan” ucap ibu samabil berjalan keluar lebih dulu. Sebab ia sudah tidak sabar untuk berbicara dengan sanhabat lama nya .
Merka langsung pergi kerumah sakit untuk melihat ibu winda. Marya sanagt bahadia mendengar shabat nya telah sadar dan akan bercanda lagi dengan nya dan mungkin menjadi besan. Mereka langsug masuk ruangan untuk melihat keadaan ibu winda.
“winda sayang” ucap mary langsung memeluk winda dengan pelan sebagai rasa kebahagian.”kamu inget aku kan?” winda hanya menganggukan kepala sebagai tanda ia memang mengnal mary.
“oh winda” melihat mata winda yang berkaca-kaca. “aku senang kamu sudah sembuh”
Winda ingin mengucapkan sesuatu pada mary dan melepas.
“ma…ry…..” dengan nafas yang tersenggal-senggal.
“Aku minta.to..lonng” berusaha untuk berbicara. “ja…ga veronika”
“kitab isa jaga dia bareng-bareng” ucap mary samabil megang pipi winda.
Einda menggelangkan kepala sebagai tanda tidak setuju. “aa..ku gak kuat la..gi. a..ku ha..rap ka..mu akan meneati jan….ji kita dulu” ucap winda dengan terengah-engah.
“oke, aku bakal jaga veronika winda. Tapi kamu pastii sembuh kan?” tanya winda dengan cemas meilhat keadaan sahabat nya yang tak berdaya.
“a..aku mau melihat veronika me..nikah mer” emlihat dengan tatapan harapan. “ a…ku mohon,” koondisi nya Kembali memburuk dan tidak sadarkan diri.
“win..win.. kamu dengar kan.. “ berteruiak memanggil sang dokter.
“dok! Dokter!” panggil stefy dengan keras dan panik
Dokter langsung masuk ke ruangna dan memeriksa keadaan windadan berhasil menyelamatkan nya untuk sementara.
__ADS_1
“maaf sebaik nya pasien di biarkan untul istirahat dulu” ucap perawat sambil memaksa merka keluar.
Veronika yang panik melihat keadaan ibunya mulai meneteskan air mata nya. memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.