PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
kenyataan


__ADS_3

jesicca dan alex turun dari tangga dan menghampiri tempat pesta


berlangsung. veronika meningat dulu pada saat ini jesicca akan membelanya dan


mulai menjadi sahabatnya. " dasar srigala berbulu domba kamu jess, di


kasih hati minta jantung" ungkap veronika dalam hati dan melihat dengan


tatapan yang sulit di gambarkanpada jesicca.


dulu


dia menatap sahabatnya seperti seorang putri raja yang harus di hormati. tapi


sekarang selelah dia mengetahui semua dan memikirkan kejadian yang menimpanya


dulu, bahkan untuk melihat wajahnya pun sudah merasa mual.


"tapi


sepertinya menarik kalau aku mengikuti apa yang kamu mau dulu" pikirnya


sambil tersenyum penuh percaya diri.


"wahhh,


ternyata ada veronika, kamu terlihat sangat cantik malam ini" ujarnya


sambil memberikan senyum palsu pada veronika.


"ahh,


tidak juga, justru kau yang terlihat sangat cantik" balas veronika dengan


senyum yang dipaksakan.


dulu


veronika merasa bahwa senyum itu adalah senyum tulus yang di berikan. tapi


ternyata senyum itu hanya sebuah kedok dari rencana jahat jesicca pada nya.


"sungguh


hebat aktingmu jess, orang awam ppasti percaya dengan mu, begitu aku dulu,


sekarang aku sudah berubah dan itu karena dirimu jesicca" berbicara pada


diri sendiri melihat kearah jesicca dan bersalaman dengannya.


pesta


pun berlanjut dan dengan kemeriahan yang luar biasa. jesicca hany aduduk dan


menyaksikan semua itu dengan sangat teliti. dia mengingat dia dulu berusaha


untuk bergaul dengan mereka dan apa hasilnya dia terjebak dalam perangkap


mereka.


alex


sesekali melihat ke arah veronika dan berpikir inilaah gadis yang selama ini


cari. tapi jesicca menghentika alex dan memintanya untuk bersabar dan mengikuti


rencana jesicca.


"alex,


kamu harus tenang, ini tempat umum kamu bisa berbicara dengannya nanti"


bisiknya pada alex. alex pun mendengar perkataan jesicca dan hany bisa melihat


ke arah veronika sesekali.


steffy


merasa dari tadi alex selalu mencuri curi pandang padanya, dulu pun itu terjadi


tapi veronika tidak ingin mempunyai banyak harapan pada alex karena dia pikir


dulu itu hany perasaannya, tapi setelah apa yang dia dengar hari ini dia yakin


bahawa itu bukan sekedar hanya bayangan nya saja.


"


kau memang tampan alex tapi kenapa aku tidak bisa mengingatmu apa aku memang


vivi? " pertanyaan itu seperti terus menghantui dirinya. dulupun jesicca


pernah bertanya tentang tanda yang ada di tanganku tapi saat itu aku tidak


menganggapnya penting dan mengatakan tidak tahu.

__ADS_1


veronika


terus berfikir " dari mana jesicca bisa begitu yakin bahwa aku adalah


gadis yang di cari alex dan menghancurkan hidupku" sambil merasa frustasi


dengan pemikirannya sendiri. "entahlah lebih baik nanti aku tanyakan pada


ibuku, mungkin dia tahu sesuatu" ujarnya dalam hati lau mengambil makanan


yang disediakan.


pesta


ini memang sangat megah dengan desain rumah yang luar bisa dengan dihiaasi


ornamen pesta serta musik yang indah, memang tidak salah lagi. inilah pesta


orang kaya.


ini


pertama kali bagi veronika datang kesebuah pesta dan mengikutinya. kali ini dia


datang dengan gaun sederhana yang dibelikan ibunya. tentunya tidak sebanding


dengan gaun yang dipakai wanita lain di pesta itu. steffy memperhatikan setiap


ornamen yang ada di rumah itu seolah menceritakan karakter dari pemilik rumah


itu sendiri.


ketika


melihat sekeliling veronika tertarik dengan sebuah foto yang memiliki


background yang sama dengan fotonya dulu ketika waktu kecil. dan laki-laki


dewasa itu terlihat tidak asing baginya." bukan kah dia orang yang berfoto


dengan ayah dulu" sambil mengeluarkan ponsel dan mengambil foto itu


diam-diam saat tidak ada orang lain yang memperhatikan.


tiba-tiba


jesicca mendekatinya dan berkata "itu adalah foto ayah alex om irawan


nugoho" jawabnya seperti dibuat nya selembut mungkin. dan kalau veronika


senyuman itu.


"ohh"


ucapku sambil memakan cemilanku.


rasanya


veronika steffy ingin pergi dari tempat itu secepat mungkin dan menjambak


rambut penyihir ini. tapi dia harus tenang.


"oh


yah veronika kamu tinggal dimana?" tanyya dengan senyuman palsu lagi.


rasanya


sangat menyebalkan melihat orang yang berpura-pura baik pada kita sambil


menahan kekesalan sebaik mungkindan tidak menimbulkan kecurigaan apappun.


"aku tinggal di perumahan dekat campus kita" jawab nya veronika


terpaksa memberikan senyuman.


"ohh,


aku kebetulan mau cari perumahan yang deket ke kampus, kamu mau gak bantu aku cari


perumahan itu, siapa tahu kita bisa berteman" ucapnya dengan mata


penyihirnya itu.


"kamu


kan udah punya rumah yang nyaman, kenpa harus pindah" ucapku sambil


mengambil minuman.


"akhir-akhir


ini aku harus masuk kelas pagi di kampus, jadi kalau ddeketkan gampang"


terus mengikutiku dan berbicara.

__ADS_1


"aku


boleh minta no telepon kamu gak. untuk aku nanya-nanya lagi nanti. dengan


memohon.


veronika


pun memberikan no hp nya pada jesicca, seperti yang dilakukannya dulu. disinal


semua bermulai.


"kami


semakin dekat dan dekat bahkan seperti seorang adik dan kakak kurasa. tapi


orang selalu bilang bahwa aku seperti budak untuknya" pikirnya dalam hati.


akn tetapi dulu aku begitu naif dan tidak mempercayai perkataan mereka dan


percaya dengan jesicca sepenuhnya.


"tapi


kali beerbeda jess, kamu lihat saja nanti" pikir nya dalam hati sambil


tersenyum melihat jesicca yang menyimpan no hp nya.


"nanti


aku hubungi untuk detainya, makasih banget yah veronika" dengan perasaan


terpaksa tersenyum pada steffy.


jesicca


pun pergi dan tersenyum penuh kemenangan.


"kena


kau veronika lihat saja kalau kau memang vivi aku akan buat hidup kamu


menderita" sambil tersenyum jahat karena rencananya.


sementara


alex menjadi begitu gelisah dan ingin sekali berbicara dengan veronika, tapi


jesicca pasti menghentikan nya dan mengatakan padanya untuk jangan buru-buru.


akhirnya


alex memutuskan untuk pergi ke taman untuk mencari udara segar. ketika


berjalan-jalan di taman dia melihat kucing tadi yang diberi makan oleh veronika.


"hay catty, sudah kenyang" tanya pada sang kucing sambil mengelus


bulu halus sang kucing.


"


meong...meong...." jawab si kucing.


"benar


kau tidak bisa bicara yahh" sambil berbicara pada sang kucing dan sedikit


merasa lebih santai.


"kau


tahu yang memberi kamu makanan ini?" ucapnya sambil mebayang kan veronika.


"meong"


jawab si kucing dengan lantang.


"aku


harap dia memang vivi yang selama ini kucari, dia begitu baik dan terlihat


sangat cantik" ucapnya sambil terus mengelus blu si kucing.


tidak


jauh dari sana ternyata ada jesicca yang mendengar perkataan alex dengan si


kucing, tadi jesicca melihat alex berjalan keluar dan ingin berbicara dengan


nya. makin cemburu lah dia denga veronika dan ingin membalas rasa sakitnya ini


pada veronika. "awas kau veronika " ucapnya dengan pelan dan penuh


amarah kebencian.

__ADS_1


__ADS_2