
jesicca dan alex turun dari tangga dan menghampiri tempat pesta
berlangsung. veronika meningat dulu pada saat ini jesicca akan membelanya dan
mulai menjadi sahabatnya. " dasar srigala berbulu domba kamu jess, di
kasih hati minta jantung" ungkap veronika dalam hati dan melihat dengan
tatapan yang sulit di gambarkanpada jesicca.
dulu
dia menatap sahabatnya seperti seorang putri raja yang harus di hormati. tapi
sekarang selelah dia mengetahui semua dan memikirkan kejadian yang menimpanya
dulu, bahkan untuk melihat wajahnya pun sudah merasa mual.
"tapi
sepertinya menarik kalau aku mengikuti apa yang kamu mau dulu" pikirnya
sambil tersenyum penuh percaya diri.
"wahhh,
ternyata ada veronika, kamu terlihat sangat cantik malam ini" ujarnya
sambil memberikan senyum palsu pada veronika.
"ahh,
tidak juga, justru kau yang terlihat sangat cantik" balas veronika dengan
senyum yang dipaksakan.
dulu
veronika merasa bahwa senyum itu adalah senyum tulus yang di berikan. tapi
ternyata senyum itu hanya sebuah kedok dari rencana jahat jesicca pada nya.
"sungguh
hebat aktingmu jess, orang awam ppasti percaya dengan mu, begitu aku dulu,
sekarang aku sudah berubah dan itu karena dirimu jesicca" berbicara pada
diri sendiri melihat kearah jesicca dan bersalaman dengannya.
pesta
pun berlanjut dan dengan kemeriahan yang luar biasa. jesicca hany aduduk dan
menyaksikan semua itu dengan sangat teliti. dia mengingat dia dulu berusaha
untuk bergaul dengan mereka dan apa hasilnya dia terjebak dalam perangkap
mereka.
alex
sesekali melihat ke arah veronika dan berpikir inilaah gadis yang selama ini
cari. tapi jesicca menghentika alex dan memintanya untuk bersabar dan mengikuti
rencana jesicca.
"alex,
kamu harus tenang, ini tempat umum kamu bisa berbicara dengannya nanti"
bisiknya pada alex. alex pun mendengar perkataan jesicca dan hany bisa melihat
ke arah veronika sesekali.
steffy
merasa dari tadi alex selalu mencuri curi pandang padanya, dulu pun itu terjadi
tapi veronika tidak ingin mempunyai banyak harapan pada alex karena dia pikir
dulu itu hany perasaannya, tapi setelah apa yang dia dengar hari ini dia yakin
bahawa itu bukan sekedar hanya bayangan nya saja.
"
kau memang tampan alex tapi kenapa aku tidak bisa mengingatmu apa aku memang
vivi? " pertanyaan itu seperti terus menghantui dirinya. dulupun jesicca
pernah bertanya tentang tanda yang ada di tanganku tapi saat itu aku tidak
menganggapnya penting dan mengatakan tidak tahu.
__ADS_1
veronika
terus berfikir " dari mana jesicca bisa begitu yakin bahwa aku adalah
gadis yang di cari alex dan menghancurkan hidupku" sambil merasa frustasi
dengan pemikirannya sendiri. "entahlah lebih baik nanti aku tanyakan pada
ibuku, mungkin dia tahu sesuatu" ujarnya dalam hati lau mengambil makanan
yang disediakan.
pesta
ini memang sangat megah dengan desain rumah yang luar bisa dengan dihiaasi
ornamen pesta serta musik yang indah, memang tidak salah lagi. inilah pesta
orang kaya.
ini
pertama kali bagi veronika datang kesebuah pesta dan mengikutinya. kali ini dia
datang dengan gaun sederhana yang dibelikan ibunya. tentunya tidak sebanding
dengan gaun yang dipakai wanita lain di pesta itu. steffy memperhatikan setiap
ornamen yang ada di rumah itu seolah menceritakan karakter dari pemilik rumah
itu sendiri.
ketika
melihat sekeliling veronika tertarik dengan sebuah foto yang memiliki
background yang sama dengan fotonya dulu ketika waktu kecil. dan laki-laki
dewasa itu terlihat tidak asing baginya." bukan kah dia orang yang berfoto
dengan ayah dulu" sambil mengeluarkan ponsel dan mengambil foto itu
diam-diam saat tidak ada orang lain yang memperhatikan.
tiba-tiba
jesicca mendekatinya dan berkata "itu adalah foto ayah alex om irawan
nugoho" jawabnya seperti dibuat nya selembut mungkin. dan kalau veronika
senyuman itu.
"ohh"
ucapku sambil memakan cemilanku.
rasanya
veronika steffy ingin pergi dari tempat itu secepat mungkin dan menjambak
rambut penyihir ini. tapi dia harus tenang.
"oh
yah veronika kamu tinggal dimana?" tanyya dengan senyuman palsu lagi.
rasanya
sangat menyebalkan melihat orang yang berpura-pura baik pada kita sambil
menahan kekesalan sebaik mungkindan tidak menimbulkan kecurigaan apappun.
"aku tinggal di perumahan dekat campus kita" jawab nya veronika
terpaksa memberikan senyuman.
"ohh,
aku kebetulan mau cari perumahan yang deket ke kampus, kamu mau gak bantu aku cari
perumahan itu, siapa tahu kita bisa berteman" ucapnya dengan mata
penyihirnya itu.
"kamu
kan udah punya rumah yang nyaman, kenpa harus pindah" ucapku sambil
mengambil minuman.
"akhir-akhir
ini aku harus masuk kelas pagi di kampus, jadi kalau ddeketkan gampang"
terus mengikutiku dan berbicara.
__ADS_1
"aku
boleh minta no telepon kamu gak. untuk aku nanya-nanya lagi nanti. dengan
memohon.
veronika
pun memberikan no hp nya pada jesicca, seperti yang dilakukannya dulu. disinal
semua bermulai.
"kami
semakin dekat dan dekat bahkan seperti seorang adik dan kakak kurasa. tapi
orang selalu bilang bahwa aku seperti budak untuknya" pikirnya dalam hati.
akn tetapi dulu aku begitu naif dan tidak mempercayai perkataan mereka dan
percaya dengan jesicca sepenuhnya.
"tapi
kali beerbeda jess, kamu lihat saja nanti" pikir nya dalam hati sambil
tersenyum melihat jesicca yang menyimpan no hp nya.
"nanti
aku hubungi untuk detainya, makasih banget yah veronika" dengan perasaan
terpaksa tersenyum pada steffy.
jesicca
pun pergi dan tersenyum penuh kemenangan.
"kena
kau veronika lihat saja kalau kau memang vivi aku akan buat hidup kamu
menderita" sambil tersenyum jahat karena rencananya.
sementara
alex menjadi begitu gelisah dan ingin sekali berbicara dengan veronika, tapi
jesicca pasti menghentikan nya dan mengatakan padanya untuk jangan buru-buru.
akhirnya
alex memutuskan untuk pergi ke taman untuk mencari udara segar. ketika
berjalan-jalan di taman dia melihat kucing tadi yang diberi makan oleh veronika.
"hay catty, sudah kenyang" tanya pada sang kucing sambil mengelus
bulu halus sang kucing.
"
meong...meong...." jawab si kucing.
"benar
kau tidak bisa bicara yahh" sambil berbicara pada sang kucing dan sedikit
merasa lebih santai.
"kau
tahu yang memberi kamu makanan ini?" ucapnya sambil mebayang kan veronika.
"meong"
jawab si kucing dengan lantang.
"aku
harap dia memang vivi yang selama ini kucari, dia begitu baik dan terlihat
sangat cantik" ucapnya sambil terus mengelus blu si kucing.
tidak
jauh dari sana ternyata ada jesicca yang mendengar perkataan alex dengan si
kucing, tadi jesicca melihat alex berjalan keluar dan ingin berbicara dengan
nya. makin cemburu lah dia denga veronika dan ingin membalas rasa sakitnya ini
pada veronika. "awas kau veronika " ucapnya dengan pelan dan penuh
amarah kebencian.
__ADS_1