
veronika yang merasakan pundak nya di sentuh oleh tangan besar alex meneoleh dan menunjukan ekspesi sedih yang tidak bisa ia bendung lagi.
"ibuku.... aakan operasi" mengangis mengeluarkan air matanya lalu menutup wajah dengan tangan nya.
alex yang melihata orang di sukai nya menngis merasa sangat sedih wanita yang selama ini ceria tanpa mendadak muram dan ada kesedihan mendalam di matanya. ia hanya bisa menjadi menguatka veronika agar bisa tetap tenang.
"sabar yah fy ibumu pasti selamat kok" mencoba menghibur denagn sebisa mungkin.
"iya lex, makasih banget untuk hari ini, kalau gak ada kamu aku gak tahu apa yang terjadi" mencoba tetap tenag
dunai seperti sangat kejam pada veronika. bukankah ia sudah kehilangan ayah yang sangat di cintai nya dulu. apakah mereka akan mengambil ibu nya juga saat ini? tidak tentu tidak bukan? ia tidak memiliki siapapun di dunia ini selain ibu yang telah berjuang untuk nya dari dulu. ibu nya rela bekerja siang malam untuk bisa memenuji apa yang di inginkan veronika. tuhan tolong jangan ambil ibu nya. memohon dalam hati agar ibu nya bisa selamat.
di lain tempat jesicca yang sedang menunggu keberadaan alex tidak bisa menghubungi alex.
"ayo alex... angkat dong..." sambil terus mondar mandir, mencari keberadaan alex yang yang tidak dapat ia temukan.denagn kesal.
"maaf... no yang anda tuju tidak bisa di hubungi, cobalah beberapa saat lagi" jawaban dari hanphone nya saat itu.
alex dan veronika menunggu selama 5 jam untuk melihat hasil operasi yang di lakukan oleh dokter. hingga lampu yang tadi nya merah berubah jadi hijau yang menandakan operasi telah usai. alex melihat kekhawatiran mendalam dalam wajah steefy yang sangat menyedihkan. iangin rasanya ia memeluka nya dalam dekapan nya dan mengatakan semua akan baik-baik saja. tapi ia tidak seberani itu dalam kondisi seperti ini.
para dokter keluar dari ruang operasi dengan memakai baju beserta masker yang senada yang biasa di kenakan untuk operasi.
"bagaimana dok operasi ibu saya?"tanya steefy tergesa-gesa.
"operasi berjalan lancar, kita tinggal menunggu hasil nya" ucap sang dokter yang terlihat lelah karena melakukan operasi yang lama.
__ADS_1
"sekarang pasien akan di pindahkan di ruang rawat, kalu begitu saya kembai ke ruanggan saya.
"iya dok, saya ucapkan banyak terimakasih karena telah menyelamatkan ibu saya dan saya ." sambil membungkuk dengan sangat hormat.
ibunya seperti penyemangat dalam hidup nya. jika ibu nya meninggal di tentu akan kehilangan gairah itu. ibu nya adlah dunia nya, jika ibuny tiada maka ia pun tiada. pikir veronika dalam hati denagan hati yang sedikit lega. walaupun ia belum melihat ibu nya setelah operasi. tapi ia yakin ibu nya akan kuat untuk diri nya.
lalu veronika duduk kembali ke kursi tunggu rumah sakit untuk sedikit menghilangkan ketegangan nya. ia melihat laki-laki disamping nya dan merasa sangat berteri makasih pada nya.
"lexx... makasih yah karena udah nganteri aku tadi" sambil menghapus air mata yang keluar dari tadi.
"iya sama-sama"sambil melihat mata sembab gadis yang di cintai nya.
"kamu terlihat kelelahan? kamu harus beristiraha" pinta alex dengan suara lembut.
"tapi kamu jangan melupakan kesehatan mu juga, ibu kamu pasti sedih kalu melihat kondisi anak nya seperti ini" seru alex dengan penuh veronika termenung mendengar kata-kata itu. alex benar aku harus menjaga kesehatan ku agar bisa merawat ibu. ia berdidiri untuk pergi membeli makanan untuk diri nya tapi karena lemas dia kembali duduk.
"kamu mau kemana?" tanya alex "tubuh kamu keliatan lelah"
" kan kamu yang bilang aku harus kuat, aku mau cari makan" jawab nya dengan lemah.
" kamu jangan kemana-mana biar aku ajah yang cari makan di kantin rumah sakit" langsung pergi meninggalkan veronika untuk mencari makanan.
sementara jesicca yang sedari tadi menunggu kedatangan alex sedang mondar -mandir mencari alex, mungkin aex sedang membuat kejutan untuk nya dan sebentar lagi akan datang. namun harapan tinggallah harapan. bioskop tempat dia membuat janji dengan alex akan tutup.
"maaf kak, bioskop nya mau tutup" ucap seorang pegawai yang memkai baju berwarna biru.
__ADS_1
" ya terus... saya lagi nunggu pacar saya, sebentar lagi dia dateng" ucap nya dengan penuh kekesalan yang di lampiaskan pada pegawai didepan nya.
"saya kalau mau..... bisa beli ini bioskop" smabil melotot pada pegawai yang terlihat sedikit takut.
"iya kalu begitu kakak beli ajah bioskop nya biar puas pulang pergi kapan ajah" katanya dengan nada polos.
" ihh dasa orang kampung" bentak nya sambil pergi meniggalkan bioskop itu dengan marah.
"dasar orang sok kayak, kata nya mau beli nih bioskop tapi malah kabur" sambil melihat kepergian jesicca dengan kesal.
jesicca menahan semua emosi nya sedari tadi tapi diam malah melampiaskan kemarahan nya pada seorang pegawai.
sudah ratusa bahkan ribuan kali jesicca menghubungi alex tapi tetap tidak diangkat. dia takut terjadi sesuatu pada alex. lalu tiba tiba sebuah pikiran muncul di kepala nya. jangan-jangan alex pergi menemui gadis cupu itu.. gak mungkin kan alex secepat itu ngelupain ulang tahun shabat nya. sebelum nya ia belum pernah melakukan ulang tahun tanpa kehadiran alex. dan sekarang cuma gadis cupu itu alex bisa dengan mudah pergi dari nya. jesicca tidak rela jika laki-laki yang di cintai nya akan menjaddi milik orang lain. sebelum nya ia belum pernah kehilangan apapun yang ia mau. ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau dengan mudah apalagi laki- laki. tapi alex berbeda. alex adlaah teman masa kecil nya, alex adalah mimpi nya, alex adalah hidup nya. jika ada yang mau ngerebut alex dari jesicca. tentu dia akan mempunyai maslah yang besar. lalu suara telepon berdering dari hp nya .
"hallo..... boss tugas bos udah kami laksanakan" cerita sang penelepon di telepon dengan sura berat yang khas.
" bagus.... selanjut nya kalian tunggu intruksi dari saya" ucap jesicca dengan penuh kelicikan dan amarah yang menggebu-gebu.
alex mendapatkan makanan dari membawanya ke tempat steefy berada. ia ter ingat sesuatu seperti nya ada yang ia lupakan. tapi apa itu? mencoba mengingat-ngingat , memulihkan memori yang dilupakan nya.
"ohhh iya .... jesicca akau belum ngasih tahu jesicca" sambil memgang kepala nya dan mengambil sebuah hp dari kanting nya. tapi ternyata hp nya kehabisan baterai.
"bagai mana aku bisa menghubungi jesicca , hp ku mati" memncoba menyalakan hp yang telah mati.dan memukul-mukul dengan tangan nya.
" ya uudah lah besok ia kasih tahu jesicca pasti dia ngerti dong" langsung melanjutkan langkah nya menuju tempat veronika.
__ADS_1