PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
il fill


__ADS_3

wajah veroniks langsung menunjukan ke sedih mendengar hal itu, tapi ia harus tetap tenang. tapi andre yang mendengar hal itu langsung bereaksi.


"ayolah tante.... berikan dia kesempatan" memohon pada tante nya.


"kamu diam dulu andre saya belum selesai bicara." mengintrupsi andre dengan memberi insyarat mengangkat tangan nya mendekati bibir.


"saya tidak bisa mempekerjakan kamu sebagai karyawaan tetap. tapi saya akan memberi mu kesempatan untuk bekerja paruh waktu di restoran ini" memberikan senyuman selamat pada veronika.


menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak aku sukai tentu sangat menyebalkan. itulah yang sedang dirasakan alex saat ini. ia seperti terjebak dalam hal yang sangat sulit ia tolak. satu sisi ia harus menepati seperti seorang pria yang bertanggung jawab. sedangkan di sisi lain dia harus melawan kebosanan yang ia rasakan. raga nya memang disini bersama jesicca tapi hati nya berada dengan orang lain. ingin selalu berdekatan dengan steefy, mengetahui keadaan steefy. bertanya apakah steefy sudah makan dan tidak bersedih lagi. menghapus air mata steefy yang jatuh membasahi pipi nya. menghibur wanita itu dan akan menimbulkan senyuman yang dirindukan nya.


ketika sedang merenung memikirkan apa yang di ingin kan nya ia sedang berada di bioskop bersama jesicca.


jesicca menoleh ke arah alex "alex gimana film nys?"


jesicca melihat tatpan alex yang kosong ke arah depan dan bertanya " lex? are you ok?.


alex yang terkejut dengan pertanyaan yang di ajukan jesiccca "iya?" menjawab dengan cepat.


"kamu mikirin apa lex?" tanya jesicca ddengan pelan karena mereka berada di bioskop.


"nggak kok" bentah laex dengan suara tenang " kau hanya sedang fokus dengan film nya. film nya bagus" memberi snyuman palsu pada jesicca.


jesicca pun percaya dengan yang dikatakan alex dan kembali melihat film yang mereka tonton. suana yang gelap di bioskop membuat orang akan semakin hamyut dlam film. tapi tidak dengan alex. dia semakin gelisah dan semakin memikirkan steefy. ia menghembuskan nafas berat., menandakan ia gelisah. sepanjang menonton film ia hany duduk dan tidak memperhatikan yang lain. hany larut dalam pikiran memikirkan veronka.


akhir nya film pun selesai alex dan jesicca keluar dari tempat itu dengan tenang.


"lex, gimana film nya?" tanya jesicca disamping alex dengan memwgang tangan alex. seperti menandakan kepemilikan.

__ADS_1


"bagus kok" menengok ke arah jesicca dan memberikan senyuman kecil.


orang lain di tempat itu memperhatikan mereka. apalagi dengan ketampanan alex yang luar biasa. pasti dengan sekejap mampu menjadi pusat perhatian. tampak nya jesicca merasa risih dengan tatapan iri dari wanita lain di bioskop yang sedang memperhatikan alex dan diri nya, jesicca iingin menunjukan pada mereka bahwa alex adalah milik nya bukan orang lain.


alex yang melihat tingkah laku jsicca yang seperti itu membuat alex il fill setengah mati. ingin rasanya is langsung pergi dan meninggal nya di tampat itu. tapi ia tidak tidak bisa melakukan hal itu. ia hanya ingin melaksanankan janji nya dan langsung pergi.


"jess?" menengok ke araj jesicca dengan malas. "kamu jangan begini dong" langsung melepaskan tangan jesicca.


"alexx" berbicara dengan manja " kamu kan janji hari ini kita akan bersama-sama" dengan wajah cemberut.


"tapi kan kita hanya jalan-jalan jess" jawab alex sedikit kesal.


"oh kamu gitu yah, kamu kemarin yang ningglin aku sendiri di hari ulang tahun ku, sekarang aku cuma mau kamu jadi orang yang aku mau sehari ini ajah" dengan nada yang meninggi dan marah. " aku cuma mau kamu ada lex" dengan menangis.


seketiks semua orang yang berada di tempat itu menengok ke arah mereka. seolah melihat alex dengan tatapan aneh dan membenci.


"ihh mas cewek nya diapain tuh sampe nangis" ucap salah seorang pengunkung bioskop.


jesicca yang saat itu sedang berakting hany menunjukan wajah sedih untuk membuat orang lain percaya pada diri nya.


alex yang melihat jeiscca melakukan hal itu semakin tidka menyukai jesicca. ia mencoba menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar. karena sekarang mereka sedang menjadi pusat perhatian. akhir nya untuk menghindari komentar-komentar dari para pengunjung bioskop dia hanya bisa mengikuti permainan jesicca. alex tidak pernah mengetahui sikap asli jesicca.


"baiklah!" dengan suara sdikit jengkel " ayo kita keluar" berpura-pura lembut.


"ok" jesicca langsung tersenyum mendengar hal itu.


mereka langsung pergi meningglakan bioskop dan pergike mobil untuk pulang. di dalam mobul jesicca selalu saja berusaha mencari perhatian alex bahkan dia sengaja menunjukan paha nya dengan mengangkat rok nya sedikit ke bagian atas. dan melihat alex dengan tatapa menggoda. tapi sayang nya alex tidak tertarik dengan hal itu. alex hanya menanggapi setiapa pertanyaan jesicca dengan malas tanpa menambah atau memperpanjang pembicaraan.

__ADS_1


"lex, kamu mau makan gak?" bertanya degan manis.


"nggak"


"kok gitu, aku laper" menunjukan wajah memelas.


"yah udah kamu mau makan apa?"ucap alex malas.


"aku nau makan di retoran jepang," terus mencari topik pembicaraan. tapi ia akhir nya sadar "maaf, tadi aku bersikap begiyu" ucap jesicca dengan lembut.


"maaf untuk apa?" berpura -pura tidak mengerti.


"itu tadi di bioskop" melihat kearah alex "aku cuma takut cewe-cewe ngeliatin kamu terus" tambah nya untuk meyakinkan alex.


"apa kamu ngeliat aku memperhatikan mereka? " mencoba menahan amarah. " kamu tahu kan aku malu sam orang-orang"


keheningan menghampiri mereka di mobil. jesicca sadar ia harus merubah taktik nya untuk bisa kembali mendapatkan kepercayaan alexx. saat ini ia harus berhati-hati dalam bertindka. jangan sampai tindakan nya dapat menghancurkan diri nya sendiri. jadi saat ini ia harus bisa mengendalika diri.


"alex gimana hubungan kamu dengan steefy?" mencoba setenang mungkin. berharap pertanyaan itu akan mencairkan suasana diantara mereka karena jesicca tahu ketika alex marah iaa harus mengalihkan pembiacaraan ke arah yang di sukai alex.


"verinika?" wajah nya menunjkan senyuman manis kecil di bibir nya.


"hmmm" meyembunyikan perasaan cembur nya dalam hati.


"dia wanita yang baik dan menarik " jawab nya dengan lembut seolah sednag membayangkan sosok veronika dalam benak nya.


jesicca yang melihat itu langsung naik pitam tapi ia mencoba untuk tenang.

__ADS_1


"ohh begitu" sahut jesicca denagn wajah datar.


di alain tempatĀ  begitu bahagia karena bisa mendapat kan pekerjaan, bagi nya ini bukan hanya pekerjaan biasa. ini adlah kesempatan untuk bisa mengumpulkan uang agar bisa merawat ibu nya. dia sangat berterima kasih pada andre yang telah mempertemukan diri nya dengan ibu mary. ibu mary sangat baik hati dan terlihat begitu menawan dan cantik. dia pati nya snagt pintar sehingga bisa menjalankan usaha itu sampai sekarang


__ADS_2