
Sebuah pesta meriah telah digelar. Perayaan pesta ulang tahun pernikahan Robert dan Lobelia yang ke-30 Tahun serta perayaan pernikahan Juan dan Volencia. Para tamu yang hadir adalah petinggi-petinggi perusahaan di kota W. Wajah-wajah sumringah dan bahagia terpancar dari semua yang hadir di pesta itu.
Keluarga Robert bukan hanya bahagia tapi juga menjadikan acara tersebut sebagai ajang menunjukkan kekuasaan kepada para tamu. Ya, Robert memang tidak bisa dianggap remeh dalam dunia bisnis. Sepak terjangnya yang dahsyat sanggup membawa perusahaan Jobs Corporate sejajar dengan perusahaan-perusahaan raksasa di kota W.
Robert dan Lobelia menyambut tamu yang datang dengan saling bergandengan tangan sesekali. Lain halnya dengan Juan dan Volencia yang terlihat sangat serasi dengan penampilan gaun pengantin yang dipakainya malam ini. Keduanya mengulas senyum terbaik yang mereka punya, seolah tak boleh ada yang lebih baik daripada senyumnya malam ini.
Sebelumnya...
"Menurutmu apakah Tuan Besar Mafioso akan hadir?" Tanya Lobelia pada Robert.
"Undangannya sudah terkonfirmasi dan sepertinya disetujui."
"Benarkah?"
"Ya. Buat apa aku berbohong padamu, sayang." Ucap Robert seraya menunduk dan mencicipi bibir merah rekah milik Lobelia.
Walau usia mereka terbilang sudah tua, namun semangat romantisme di antara mereka masih kerap terjaga. Belakangan ini, keduanya malah terlihat lebih mesra dari biasanya.
"Mom, apakah gaun ini menurutmu akan menjadi gaun pengantin terindah di kota W?"
"Tentu saja sayang, itu didesain khusus oleh perancang busana kelas atas di kota W. Kau akan terlihat sangat cantik dan memesona malam nanti."
"Jadi, benar Tuan Besar Mafioso akan hadir malam ini Dad, Mom?"
"Suatu kehormatan bagi keluarga kita sayangku, jadi persiapkanlah dirimu. Juan, merapatlah kepada setiap petinggi perusahaan, di sinilah kelihaianmu bermain peran akan diperhitungkan."
"Tentu saja, Mom. Jangan khawatir, aku pasti bisa mendapatkan yang terbaik malam ini."
"Baiklah, kalian berdua bersiaplah untuk acara pesta pernikahan kalian malam nanti."
....
Sebelumnya di Kediaman Tuan Besar Mafioso
"Nyonya Rose, Tuan Besar meminta saya memberikan ini pada Nyonya." Ucap Peter.
"Oh, apa itu Tuan Peter?"
"Bukalah, Nyonya!"
Rose membuka kotak bertuliskan Invitation tersebut.
Sebuah undangan pernikahan Juan dan Volencia, sekaligus perayaan ulang tahun pernikahan Robert dan Lobelia. Ini kesempatan bagus. Aku tak akan menyia-nyiakan ini.
__ADS_1
"Tuan Peter, segera atur keberangkatanku dan Tuan Muda Marcelino untuk menghadiri acara tersebut." Ucap Rose dengan percaya diri.
"Baik, Nyonya."
Rose mengulas senyumnya yang manis tapi juga licik. Tuan Muda Marcelino yang menyaksikan Rose tersenyum sendiri, dia melemparkan potongan buah yang baru saja dimakannya. Potongan buah itu mengenai wajah Rose.
"Ishhh, tidak bisakah kau berhenti mengganggu kesenangan orang?"
"Katakan padaku, apa yang membuatmu nyaris seperti orang gila itu!"
Rose mendekat ke Tuan muda Marcelino, bahkan kali ini dia sedang membisiki Tuan Muda Marcelino dengan nada sedikit manja.
"Pergilah denganku malam ini sebagai pasangan, kita akan bersenang-senang di kota W."
"Secepat itu?"
"Yah, sepertinya Tuan Besar Mafioso selalu tahu apa yang kuinginkan. Malam nanti ada sebuah pesta di keluarga Robert, keluargaku yang dulu. Tuan Besar Mafioso meminta kita berdua untuk menggantikannya menghadiri pesta tersebut. Kita akan menjadi sebuah kejutan di sana." Rose sangat bersemangat, jiwa balas dendamnya seperti bergejolak.
"Aku tahu apa yang kau akan lakukan. Aku akan membantumu kali ini, tapi itu tidak gratis. Kau harus membayarnya nanti." Ujar Tuan Muda Marcelino menatap nakal ke arah Rose.
Mereka berdua punya kepentingan masing-masing, Rose dengan urusan balas dendamnya dan Tuan Muda Marcelino untuk urusan hasrat dan percintaannya yang sedikit berbeda.
Selanjutnya di hotel berbintang tempat pesta berlangsung.
Di tengah kemeriahan pesta, para keamanan memberikan penjagaan ketat kabarnya Tuan Besar Mafioso telah sampai di hotel tempat pesta itu berlangsung. Ramai-ramai orang membicarakan kehebatan Robert yang berhasil membuat Tuan Besar Mafioso menghadiri acara yang digelarnya.
Para tamu berbisik, penasaran sekaligus merasa sangat terhormat bisa melihat secara langsung bagaimana orang berkuasa itu hadir di tengah-tengah mereka. Robert dan Lobelia turun secara langsung untuk menyambut rombongan Tuan Mafioso yang baru tiba, begitu juga dengan Juan dan Volencia.
Wajah-wajah yang telah menunggu pun akhirnya dibuat shock dengan kehadiran pasangan muda Tuan Muda Marcelino anak dari Tuan Besar Mafioso dan isterinya Rose. Alangkah shocknya Robert dan Lobelia, Juan dan Volencia bahkan mulutnya sampai menganga.
Orang-orang berdecak kagum dengan kecantikan isteri Tuan Muda Marcelino malam itu. Tampil elegan, berani dan berkelas dengan gaun merah darah. Seolah menegaskan siapa dirinya saat ini. Begitu juga yang lain sangat memuji ketampanan Tuan Muda Marcelino, mereka seolah menjadi pasangan terbaik di tengah pesta tersebut.
Keluarga Robert menatap tak percaya, Juan hanya diam. Volencia menatap kesal dan tak terima dengan apa yang dilihatnya barusan. Rose sangat ramah kepada setiap orang yang hadir, tangannya tak pernah lepas dari genggaman Tuan Muda Marcelino, mengesankan betapa hebatnya pasangan itu.
"Bukannya itu anak pertama Robert?"
"Bagaimana bisa sekarang malah menjadi isteri dari pewaris tunggal kekayaan Mafioso?
"Seperti mimpi saja, Rose sangat beruntung."
"Rose baru sebulan yang lalu diusir dari perusahaan, sekarang dia menjelma seperti kupu-kupu yang indah seolah tak tersentuh."
"Dia terbang terlalu tinggi, apakah dia hadir secara khusus malam ini?"
__ADS_1
"Kudengar, orang yang menikah dengan Volencia itu adalah mantan suami Rose, entah siapa yang merebut siapa?"
Bisik-bisik itu semakin santer terdengar di kerumunan orang, membuat suasana pesta menjadi riuh dan tak terkendali. Pusat perhatian kini berpindah kepada Rose dan Tuan Muda Marcelino. Keluarga Robert hanya menjadi penonton sekaligus orang yang ingin mendekat kepada Tuan Muda Marcelino. Namun awak media terlalu banyak, sulit diurai dalam suasana seperti itu.
Geram. Marah. Kesal. Tentu saja perasaan semacam itulah yang memenuhi kepala keluarga Robert. Terutama Volencia yang seakan ingin mencabik-cabik wajah Rose saat itu juga.
"Mom, bukannya kata Mom Rose sudah mati? Lalu siapa yang berdiri di tengah-tengah pesta kita, Mom?" Bisik Volencia kesal.
"Mami juga tidak tahu, ini pasti terjadi kesalahan. Lagi pula bagaimana dia muncul sebagai isteri dari Tuan Muda Marcelino? ******* itu pasti menggoda Tuan Muda Marcelino, jika tidak bagaimana bisa dia ada di posisi itu." Jawab Lobelia menahan marah.
Juan masih terpana melihat perubahan Rose saat ini. Matanya tak lepas dari menatap Rose yang tampil cantik dan sangat anggun. Walau begitu, tak dipungkiri bahwa aura yang dibawa Rose bukanlah aura yang baik. Seluruh tubuh Rose seperti terpancar aura balas dendam yang sangat kuat.
"Sayang, mengapa kau menatap ******* itu terus? Ini pernikahan kita, kau seharusnya hanya boleh memandangku. Bukannya menatap isteri orang lain." Volencia semakin kesal dengan tingkah Juan yang seakan tak peduli padanya semenjak kehadiran Rose.
"Apa kau tak melihat, betapa cantiknya Rose sekarang?"
"Juan! Apa kau sudah buta?"
"Justru penglihatanku sekarang sangat normal, Vo." Senyum Juan yang samar itu semakin membakar Volencia.
Sementara itu, Robert sedang sibuk mengajak Tuan Muda Marcelino berbicara setelah para media berhasil disingkirkan.
"Kau terkejut, Volencia?" Ucap Rose mengagetkan Volencia yang sedang berbicara serius dengan Juan.
"Kau..., bagaimana bisa kau bersama Tuan Muda Marcelino?"
"Ada banyak hal di dunia ini yang bisa berubah dalam sekejap, Volencia. Apa kau lupa bagaimana betapa mudahnya kau merebut segala yang kumiliki? Sekarang, aku datang untuk mengingatkanmu semua itu. Sekaligus memberi tahu bahwa hari-harimu ke depan akan semakin sering berhubungan denganku. Jadi bersiaplah!"
Rose berlalu meninggalkan Volencia dan kemarahannya. Juan semakin tertarik pada Rose setelah melihat perubahan Rose hari ini.
"Mom, dia barusan menindasku. Kita tidak bisa diam begitu saja."
"Tunggulah sebentar lagi, Vo. Kau jangan gegabah seperti ini. Ini pesta pernikahanmu, kau harus lebih bisa menguasai dirimu. Panggil Juan, ajak dia bersamamu. Apa kau tidak bisa melihat betapa begitu bergairahnya Juan melihat Rose."
Acara pesta pernikahan itu akhirnya sampai di puncak acara. Para tamu yang belum memberi selamat, naik ke panggung untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Robert dan keluarganya.
Begitu juga dengan Tuan Muda Marcelino dan Rose, mereka berdua mendekati pasangan itu dan memberikan ucapan selamat. Rose memeluk Volencia seraya berbisik, "Nikmatilah apa yang bisa kau nikmati sekarang, Volencia. Selanjutnya tak akan kubiarkan kau tersenyum walau secuil."
Perubahan wajah Rose berubah seketika begitu selesai memeluk Volencia. Menjadi sangat ramah dan ikut berbahagia. Robert dan Lobelia terlihat kaku menanggapi ucapan itu. Lain halnya dengan Juan, dia begitu bersemangat ingin memeluk Rose, namun dicegah oleh Tuan Muda Marcelino.
"Kau tidak boleh sembarangan memeluk isteri orang. Apalagi dia isteriku, tidak bisakah kau bersikap sedikit lebih sopan?"
***
__ADS_1
Mampir dan tinggalkan like juga komennya ya.