PEMBALASAN DENDAM ROSE

PEMBALASAN DENDAM ROSE
Pernikahan


__ADS_3

Selama dua Minggu, Rose memulihkan lukanya hingga benar-benar pulih. Ajaibnya entah obat apa yang diberikan dokter itu, sampai semua luka hingga ke bekas-bekasnya itu lenyap di punggung Rose.


Hidup Rose jauh lebih baik di istana Mafioso. Dia diperlakukan bak Nyonya Besar di istana itu. Ketika Tuan Besar Mafioso mengumumkan bahwa Rose resmi akan menjadi bagian dari keluarga itu, semua pekerja di istana melayani Rose seperti layaknya Nyonya istana.


Berbagai fasilitas dinikmati Rose dari urusan pakaian, hingga urusan fisik. Melihat Rose yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Rose yang sebulan lalu dibawa ke pulau oleh Papanya untuk dijual.


Rose bermetamorfosa bak putri, sehari-hari menggunakan gaun yang selalu terlihat pas di tubuhnya. Menjelma putri yang kecantikannya tak bisa diremehkan. Well, dari awal dia memang sudah cantik. Apalagi setelah perawatan-perawatan mulai dari wajah hingga ke seluruhan tubuh Rose, nyaris sempurna.


"Gaun itu sangat cantik di tubuhmu, Rose. Apapun yang kau kenakan terasa cocok saja. Namun kali ini, kau benar-benar luar biasa." Ucap Tuan Muda Marcelino memuji.


"Jadi sekarang kau sudah bisa memuji perempuan?"


"Hahaha, tetap saja aku masih menyukai laki-laki, Rose. Suatu kemustahilan bila aku kini mulai tertarik padamu atau perempuan lain. Haha."


"Jangan terlalu sombong Tuan Muda. Karma masih ada di muka bumi ini. Kau bisa saja terperosok ke dalamnya." Seloroh Rose mengingatkan Tuan Muda.


"Heh, calon isteri bohongan. Sebaiknya kau siapkan dirimu dengan sempurna. Biar kita melakukan pertunjukan ini dengan baik. Apakah kau tak ingin mengundang keluargamu yang menjijikan itu?"


"Mereka tidak pantas untuk hadir. Biar kemunculanku di kota membuat mereka terkejut hingga tak bisa melarikan diri lagi. Aku sudah tak sabar menantikan itu. Tuan Muda, apa kau siap?"


"Aku selalu siap di sisimu permaisuriku. Jangan khawatir kita akan menjadi pasangan terfenomenal di seantero kota W."


Rose tersenyum, dia memamerkan gaunnya di depan kaca. Terasa sangat pas di tubuhnya, gaun putih tulang itu begitu indah dengan aksen mutiara serta berlian di permukaannya.

__ADS_1


Di ruang kerjanya, Tuan Mafioso memberi perintah kepada orang kepercayaannya untuk memperketat pengamanan di pulau. Juga meminta agar perayaan pernikahan Tuan Muda Marcelino dan Rose berjalan dengan baik.


Momen itu akan menjadi momen bersejarah bagi keluarga Mafioso. Kini dia bisa tenang, anak satu-satunya akhirnya menikah dan segera akan memiliki anak. Tuan Besar Mafioso tampaknya percaya dengan drama Rose dan Tuan Muda.


Semua dipersiapkan dengan sempurna. Rose benar-benar jadi Ratu di istana itu. Pernikahan Tuan Muda hanya mengundang orang-orang terdekat dan kolega bisnis duani hitam bawah tanah Tuan Besar Mafioso. Berita pernikahan itu ditutup rapat atas permintaan Rose dan Tuan Muda yang kemudian disetujui oleh Tuan Besar Mafioso.


Pernikahannya berlangsung nanti malam. Rose sudah bersiap-siap di depan meja rias. Tuan Muda Marcelino sudah siap dengan setelan jas yang tampak sesuai di tubuhnya itu. Semua rambut di wajahnya dicukur habis, kecuali bagian dagu yang masih disisakan sedikit. Dia tampak tampan dari biasanya, bersinar seperti cahaya matahari.


Sementara Rose, bukan hanya bersinar tapi dia juga benar-benar seperti Cinderella. Tidak dipungkiri Tuan Muda Marcelino juga terpukau dengan kecantikan Rose kali ini.


Tidak kusangka dia begitu cantik, lihat saja kulitnya yang putih itu bak porselen. Wajahnya manis dengan senyum yang menghiasi wajahnya.




Rose telah selesai berdandan. Rose turun dari lantai atas melewati tangga berkelok digandeng tangan oleh Tuan Muda Marcelino. Tuan Muda di sisinya juga sangat tampan, semua mata tertuju kepada dua pasang calon pengantin yang akan segera resmi menjadi suami isteri itu.


Upacara pernikahan berlangsung khidmat. Meski itu hanya pernikahan drama yang dibuat oleh Rose dan Tuan Muda, namun kenyataannya pernikahan itu memang adalah nyata. Mereka tak bisa mengelak jika kelak suatu saat mereka mengingkari pernikahan itu.


"Apa kau gugup?" Tanya Tuan Muda Marcelino.


"Tuan, aku harus melakukan ini dengan baik. Cobalah untuk tak terlihat berpura-pura."

__ADS_1


Tentu saja aku gugup Tuan Muda, meski ini adalah pernikahan kedua bagiku. Kehadiran tamu undangan yang semuanya tak kukenal itu membuat suasana hatiku menjadi tak nyaman. Namun tentu saja aku harus berakting dengan baik atau aku akan mengacaukan semuanya.


"Rose, kau luar biasa cantik malam ini."


"Berhenti memujiku, Tuan Muda."


Sampailah mereka di upacara pemberkatan pernikahan. Usai semua prosesi itu, seperti pasangan menikah seharusnya, tentu mereka harus menunjukkan kemesraan di depan khayalak.


"Apa yang kau lakukan?" Bisik Rose saat tangan Tuan Muda tengah meraih pinggang ramping Rose dan menariknya mendekat hingga kini mereka hanya berjarak satu centi saja.


Lalu tak disangka kini bibir Tuan Muda sudah terbenam di bibir Rose. Mata Rose membola tak percaya melihat aksi Tuan Muda.


Baiklah Tuan Muda, sepertinya kau ingin bermain-main denganku. Karena kau sudah memulainya maka biarkan aku melanjutkannya dan kita berdua mengakhirinya dengan baik.


Rose membalas aksi Tuan Muda. Kini justru Tuan Muda yang terkejut.


Ciuman Rose, ciuman ini terasa manis, lembut dan juga memabukkan. Ah, aku belum pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya. Tidak, tidak, tidak! Aku tidak boleh terlena, Rose pasti sengaja melakukannya untuk memprovokasiku. Ah, tapi ciuman ini, aku seperti tak ingin mengakhirinya.


Semua orang yang hadir bertepuk tangan, gemuruh tepuk tangan dan seruan para tamu menyentak mereka hingga tersadar bahwa mereka sudah terlalu lama berciuman.


Keduanya mengusap bibir dengan malu-malu. Tak ada yang mau berbicara lagi, gestur mereka sama sekali tak bisa ditebak kalau mereka tengah melakukan drama.


***

__ADS_1


Mampir dan tinggalkan jempolnya ya. Hehe


__ADS_2