PEMBALASAN DENDAM ROSE

PEMBALASAN DENDAM ROSE
Rencana Kedua Tuan Besar Mafioso


__ADS_3

Satu bulan kemudian ...


Tidak ada perkembangan dari program kehamilan yang dilakukan Rose dan Tuan Muda Marcelino. Bagaimana ada hasil jika salah satu pihak menolak untuk melakukan hubungan intim.


Tuan Besar Mafioso tidak mau tinggal diam, dia pun menggunakan cara tanpa sepengetahuan Rose dan Tuan Muda Marcelino.


"Peter, ke ruanganku." Begitu ucapnya di telpon berbicara dengan Peter kaki tangannya.


Tak lama, Peter pun izin masuk. Dia duduk setelah dipersilahkan oleh Tuan Besar Mafioso.


"Pakai cara lain, Peter. Kali ini kuharap berhasil. Setidaknya mereka melakukan hubungan seperti sepasang suami isteri pada umumnya. Kamu tahu kan dosa bagi orang tua yang membiarkan anaknya terjerumus ke dalam lubang hitam? Seumur hidup aku tak bisa memaafkan diri sendiri jika tak mampu menyembuhkan Marcelino. Anak itu menolak seratus kali maka akan kucarikan cara seribu kali. Kurasa hanya wanita itu yang bisa melakukannya untuk Marcelino. Hatinya yang dipenuhi dendam sangat baik bila aku sudah pensiun dari dunia hitam ini." Cerita Tuan Besar Mafioso panjang lebar.


"Apa rencana Anda, Tuan?"


"Beritahu bagian dapur untuk mencampurkan makanan atau minuman mereka obat yang bisa menimbulkan gairah luar biasa. Kepanasan hingga mereka seperti terbakar oleh gairah itu. Terserah Marcelino berhalusinasi bermain 'kuda-kudaan' dengan siapa yang penting mereka 'main' dulu."


Astaga Tuan Besar benar-benar niat untuk membuat mereka bekerja keras. Semoga cara ini berhasil.


"Baik, Tuan. Haruskah rencana ini kita bocorkan pada wanita itu?"


"Tidak usah. Biarkan berjalan natural, seolah mereka melakukan itu atas dasar keinginan masing-masing. Beri dosis banyak untuk Marcelino, untuk Wanita itu sedikit saja. Biarkan dia hanya mengalami peningkatan gairah. Kurasa Rose sudah mulai jatuh cinta pada Marcelino."


Peter berdiri dan menundukkan kepalanya seraya pamit.


Di luar dugaan, Tuan Besar Mafioso memberi kesempatan lebih pada wanita itu. Kau beruntung sekali Rose.


Malam harinya ...


Peter mulai melancarkan aksinya, memberitahu pengurus makanan untuk mencampurkan obat perangsang itu ke makanan Tuan Muda Marcelino sesuai takaran yang tercantum di sana. Juga memberi satu untuk Rose namun dengan dosis yang lebih rendah.


Tuan Muda Marcelino menuruni tangga, di belakangnya menyusul Rose.


"Silakan dicicipi makan malamnya, Tuan dan Nyonya." Ujar pengurus makanan sambil menundukkan kepala.


Rose segera duduk begitu juga dengan Tuan Muda Marcelino. Minuman mereka masing-masing telah dicampuri obat perangsang.


Mereka makan dengan lahap dan nyaris membuat makanan di meja itu habis tak tersisa. Sudah mulai terlihat tanda-tanda aneh dari Tuan Muda Marcelino. Dia membuka kerah piyamanya lebar-lebar.


"AC di ruangan ini tidak jalan? Kenapa panas sekali?"

__ADS_1


"Tidak Tuan, normal seperti biasa suhunya."


"Tapi kenapa panas sekali? Tubuhku seperti terbakar." Dia semakin membuka kerahnya hingga nyaris telanjang dada. Rose menelan salivanya demi melihat dada berotot Tuan Muda.


Ini aneh, kenapa hanya melihat dadanya saja aku seperti ingin segera memeluknya.


Rasa panas juga terasa pada tubuh Rose, membuat dia harus meninggalkan meja makan terlebih dahulu. Rose mencuci muka di kamar mandi, setelah keluar dia kaget bukan main melihat Tuan Muda Marcelino sudah melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya. Hingga apa yang tak perlu dilihat kini bisa dilihat oleh Rose.


"Kemarilah ... aku tak tahan lagi." Ucap Tuan Muda Marcelino dengan suara parau.


Ada apa dengannya? Kenapa aku merasa dia begitu bergairah. Aku harus bisa memanfaatkan situasi ini, lagi pula aku juga merasa ada yang salah dengan tubuhku.


Tuan Muda Marcelino menarik secara kasar tubuh Rose ke atas tempat tidur. Sekali sentakan, pakaian Rose telah berhamburan ke lantai.


Tuan Muda Marcelino beraksi di atas Rose. Namun kemudian menggelengkan kepalanya antara melihat Shame dan juga Rose. Sadar Tuan Muda Marcelino terlalu lama mengambil tindakan, Rose segera bangun dan mulai menciumi leher Tuan Muda.


"Mmmphtthh ..." Tuan Muda Marcelino mulai menikmati sentuhan bibir Rose.


Rose mulai menjelajahi area Leher, menghujani ciuman di area jakunnya. Dipercayai bahwa bagian depan leher termasuk jakun bisa jadi titik untuk merangsang gairah seksual pria. Pada masala lalu, kelenjar tiroid yang berada di bawah jakun berhubungan dengan organ ****. Beri sedikit ciuman dan sentuhan pada bagian leher untuk merangsang gairah seksual pria. Rose tahu betul akan itu, dia sangat pandai mempermainkan gairah seorang pria.


Pantas saja, dulu Juan sangat tergila-gila padanya. Meski pada akhirnya dia menceraikan Rose karena insiden yang tak perlu dilakukan olehnya.


Rose mulai bermain di area bibir Tuan Muda Marcelino. Mencium bibir bagian bawah Tuan Muda seraya memberikan gigitan-gigitan kecil agar sensasinya semakin bertambah.


Mmmphtthh** ...


Sepertinya Tuan Muda Marcelino mulai terpancing, dia mulai melakukan aksinya secara brutal. Sehingga untuk pertama kalinya, Rose merasakan benda itu memasuki dirinya. Begitu dalam dan dia terbuai hingga harus jatuh ke pelukan Tuan Muda Marcelino berkali-kali dalam keadaan berkeringat.


Efek obat itu ternyata luar biasa, Tuan Muda Marcelino bahkan tak bisa membedakan dia bermain dengan Shame atau Rose. Rose mencapai puncak gairahnya berkali-kali, hingga neraka terkulai di atas ranjang dengan posisi berpelukan.


Keesokan harinya, Tuan Muda Marcelino bangun dan merasakan kepalanya sangat berat. Dia melihat tubuhnya di balik selimut, telanjang bulat. Dia mulai penasaran apa yang terjadi semalam setelah makan malam. Dia melihat Rose di sisinya yang masih tertidur pulas. Dia juga coba mengangkat selimut yang membaluti tubuh Rose dengan hati-hati.


Apa? Aku telanjang, kenapa Rose juga tidur dalam keadaan telanjang? Apa yang terjadi semalaman? Mengapa kepalaku berat sekali?


Tuan Muda Marcelino memijit mijit kepalanya karena sakit dan pusing. Dengan langkah sempoyongan dia masuk ke dalam WC. Mencuci wajahnya dengan air, lalu dia dibuat terkejut lagi dengan sisa sisa cairan di alat kelaminnya.


Tidak ... Tidak mungkin ... itu tidak mungkin terjadi.


Ucapnya dalam hati seperti menyangsikan sendiri perbuatannya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah bergairah dengan wanita manapun sebelumnya, bagaimana mungkin aku melakukannya semalam bersama Rose? Apa yang terjadi, kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun?" Dia berbisik lirih pada dirinya sendiri dengan nada frustasi.


Tuan Muda Marcelino mengguyur tubuhnya dengan air dari shower. Mendinginkan kepalanya yang serasa mau pecah. Berusaha mengingat sedikit saja kejadian tentang semalam tapi dia tak ingat sama sekali. Satu hal yang dia ingat adalah, gairahnya tiba-tiba memuncak dan dia tak tahan lagi.


Sekitar dua puluh menit dia di dalam kamar mandi, mungkin sedang merenungi banyak hal. Sampai Tuan Muda Marcelino harus terkejut karena gedoran Rose di pintu kamar mandi.


Segera dia mengambil handuk yang menggelantung di tembok kamar mandi. Kemudian dia keluar dengan tatapan penuh selidik pada Rose.


Kini giliran Rose yang dikepung banyak pertanyaan.


Apakah yang kulakukan semalam benar-benar terjadi? Bukan mimpi atau halusinasi ****-ku saja karena terlalu bergairah melihat Tuan Muda Marcelino telanjan*.


Cukup lama juga Rose berendam di dalam bak kamar mandi. Saat dia keluar, dia sudah mendapati Tuan Muda Marcelino dengan setelan celana kaos dan kaos V-Neck hitam yang. terasa pas di tubuh atletisnya.


"Apa yang terjadi semalam?" tanyanya seperti menginterogasi Rose.


"Kamu yang duluan."


"Tidak mungkin. Pasti kamu memberiku semacam obat perangsang."


"Apa aku terlihat punya waktu melakukan itu? Seharian kita di kamar tanpa melakukan apapun sampai waktu makan malam tiba dan kita berdua ke bawah untuk makan malam. Setelah itu aku hanya Tuan Muda melompat ke atas tempat tidur dan merobek pakaianku. Sampai di situ apa aku terlihat seperti sedang memperkosa, Tuan?"


Tuan Muda Marcelino melirik pakaian Rose yang koyak dan tergeletak pasrah di lantai.


"Tuan menikmati tubuhku semalaman, apa itu tidak cukup bukti bahwa Tuan mulai menginginkan tubuhku?"


"Jaga ucapanmu, Rose." Hardiknya.


Hah ... tidak mungkin. Pasti ada sesuatu yang salah.


"Jangan pernah menyesali sesuatu yang sudah terjadi Tuan."


Tuan Muda Marcelino terdiam sangat lama, tidak ingin menerima kenyataan tapi kenyataan justru menjeratnya saat ini.


"Anggap saja itu sebuah kecelakaan." Ucapnya kemudian.


Rose menyembunyikan tawanya di balik jemarinya yang menutup mulutnya. Kecelakaan katanya? Cih, aku bahkan bisa merasakan setiap desahanmu Tuan saat aku mulai menjamah organ intimmu. Masih mau mengelak saja.


Rose tersenyum kilat. Kali ini dia seperti sangat diuntungkan karena situasi yang terjadi tersebut.

__ADS_1


Hasil kerja keras Tuan Muda Marcelino cukup bagus, semoga menghasilkan apa yang disepakati bersama oleh Tuan Besar Mafioso.


***


__ADS_2