
Pada saat sampai di rumah, Vikri pun berubah menjadi manusia seutuhnya. Ia menyamar menjadi seorang teman dari Anggit sesuai saran Anggit. Supaya ia mudah masuk dan tinggal di rumah Anggit tanpa banyak pertanyaan dari semua orang yang ada di dalam rumah.
"Hay, Vikky. Sudah sekian lama kamu tak bermain di sini ya. Bagaimana kabar orang tuamu di Amerika? kamu pikir kamu telah melupakan Indonesia?" sapa Papah Rasyid pada Vikky.
"Kabar kami baik selalu, om. Hanya saja aktifitas yang sangat padat yang membuat kami tak bisa datang ke Indonesia. Hanya aku saja yang sudah kangen ingin bertemu Anggit dan semua yang ada di sini," ucap Vikky matanya sesekali melirik ke arah Mala.
"Om Rasyid, siapa wanita cantik itu?" tanya Vikky pura-pura tak tahu.
"Hey, awas ya. Jangan sesekali kamu menggodanya, karena dia adalah istriku," ucap Radit memotong pembicaraan antara Vikky dengan Papah Rasyid.
"Apa yang telah dikatakan oleh Radit benar adanya, Vikky. Wanita cantik yang ada di hadapanmu itu adalah menantu pertama keluarga ini," ucap Papah Rasyid.
"Ya ampun Mas Radit, kenapa menikah tidak memberi kabar pada keluargaku?" ucap Vikky dan matanya tak bisa beralih, terus saja menatap ke arah Mala.
"Kenapa aku merasakan telah mengenal lama dengan Vikky? apalagi pada saat Vicky terus menatap ke arahku," batin Mala mulai curiga dengan Vikky.
"Sayang, kamu pasti saat ini telah merasakan kedatanganku. Dan sebentar lagi aku akan membawamu pergi dari rumah ini untuk segera bersanding denganku," batin Vikky yang sebenarnya adalah Vikri.
Sejenak keluarga Rasyid bercengkrama di meja makan, sedangkan Mala tidak ikut berbicara Ia hanya menjadi pendengar setia saja. Anggit merasa senang setelah bertemu dengan Vikri, dan ia beranggapan bahwa Mala akan lekas dibawa pergi oleh Vikri dari rumahnya, hingga sebentar lagi kondisi rumah akan aman tidak ada gangguan lagi dari ancaman si ratu ular.
Pada saat malam menjelang Vikri menyempatkan dirinya menemui Mala yang sedang melamun di balkon kamarnya. Kedatangan Vikri yang secara tiba-tiba tersebut membuat Mala kaget.
"Astaga, Vikky! kenapa kamu bisa ada di balkon kamarku? pergilah sebelum suamiku datang dan melihatmu ada di sini. Nanti ia menjadi curiga pada kita," ucap Mala menjauh dari Vikky.
__ADS_1
"Sayang, masa iya kamu tidak bisa mengenali aku? aku sengaja datang karena merindukan dirimu. Aku ini kekasihmu, Vikri. Aku datang kemari karena ingin menjemput dirimu untuk segera pulang ke negeri ular."
Dan tiba-tiba Vikky berubah menjadi Vikkri.
"Astaga, pantas saja pada saat kedatanganmu aku seperti sudah tidak asing lagi. Bagaimana bisa? bukankah waktu itu kamu tertembak dan terjatuh ke dasar jurang? dan aku juga sempat mengecek jika tidak ada kehidupan di tubuhmu waktu itu," ucap Mala hampir tak percaya dengan datangnya Vikkri.
"Aku sudah mengira, jika kamu pasti akan merasakan kedatanganku. Sayang, ayolah kita pergi dari sini sekarang juga. Karena kamu tak usah lagi membalas dendam pada siapapun. Berkat perlindungan yang kuasa, aku masih hidup hanya saja waktu itu aku tak langsung menemui dirimu."
Perkataan Vikri membuat Mala bukannya senang tetapi malah marah besar.
"Kenapa kamu pada saat masih hidup tidak langsung menemuiku? kamu tahu aku sudah membunuh dua orang anak manusia gara-gara untuk membalaskan dendam. Jika seperti ini, percuma saja aku melakukan balas dendam dan aku telah berbuat dosa dengan membunuh dua orang itu!" bentak Mala kesal.
"Sayang, kamu dimana?"
"Aku di sini, mas. Di balkon," jawab Mala.
Sementara Vikri begitu kesal karena ia tak bisa bercengkrama lebih lama lagi dengan Mala. Ia sangat kesal karena kedatangan Radit. Dari balik persembunyiannya, ia menatap kebersamaan Radit dan Mala yang begitu mesranya. Ia merasa cemburu dan kesal. Hal itu masih bisa di lihat oleh Mala, tetapi ia diam saja. Ia kesal pada Vikri.
Karena ulah Vikri, membuat Mala harus membunuh dua anak manusia. Jika ia tahu Vikri masih hidup, ia tidak akan datang ke alam manusia untuk membalas dendam.
Pada saat tengah malam, dimana Mala melangkah ke lantai dasar untuk ke dapur sekedar mengambil air minum. Tiba-tiba, dirinya di peluk seseorang dari arah belakang.
"Mas Radit, bikin aku kaget saja. Ini di dapur loh, nanti ada yang melihat,' ucap Mala lirih.
__ADS_1
Dan pada saat ia membalikkan badannya, ia terhenyak kaget karena yang ada bukan Radit tetapi Vikky jelmaan dari Vikri.
"Astaga, untuk apa kamu mendekati aku?" tanya Mala lirih seraya celingukan.
"Sayang, kenapa kamu masih saja mengatakan untuk apa? aku datang ke alam manusia untuk menjemput dirimu kembali ke negeri ular. Dan kita lekas menikah di sana," ucap Vikky terus saja menghampiri Mala.
Tetapi Mala memundurkan tubuhnya menjauh dari Vikky. Hal ini membuat Vikky memicingkan alisnya.
"Sayangku, Ruhi. Kenapa kamu seperti ini bersikap dingin padaku? apa kamu sudah tak cinta lagi padaku? seharusnya kamu senang melihatku kembali dan baik-baik saja. Ataukah kamu sudah jatuh cinta pada suami manusia itu?"
Serentetan pertanyaan keluar dari mulut Vikky, hal ini membuat Mala bingung. Karena memang ia sendiri juga tak tahu apakah memang sudah jatuh cinta pada Radit atau tidak. Tetapi selama ia bersama dengan Radit, ia selalu nyaman.
"Ini bukan masalag senang atau tidak senang dengan kembalinya dirimu. Jujur aja aku sangat kecewa karena kamu ya g tidak langsung datang menemuiku. Hingga ada korban nyawa. Jika kamu waktu itu langsung datang, pasti aku tidak akan membunuh siapapun dan tidak terjebak di alam manusia ini," ucap Mala kesal.
"Kamu bukan terjebak, tetapi kamu memang ingin tetap bersama dengan Radit. Iya kan? katakan saja sejujurnya jika kamu sudah tak cinta lagi padaku. Tetapi kamu cinta padanya. Kenapa kamu tak berani mengatakan sejujurnya padaku?"
Terus saja Vikky memojokkan Mala dengan segala perkataanbya tersebut. Mala pun tak bisa berkata apa pun. Ia hanya berlalu pergi dari hadapan Vikky. Akan tetapi Vikky mencekal lengan Mala.
"Heh, apa yang kamu lakukan pada istriku Vikky?" tegur Radit yang tiba-tiba datang mengagetkan Mala dan Vikky.
"Eh anu maaf Mas Radit. Tadi istrimu yang cantik ini terpeleset hampir terjatuh, aku hanya ingin menolongnya saja. Jangan marah seperti ini, tenang saja aku tidak ada maksud apa pun kok," ucap Vikky tergagap.
Dan ia pun lekas berlalu pergi dari hadapan Mala dan Radit. Seraya di dalam hatinya terus saja mengerutu kesal, karena setiap sedang bersama dengan Mala, selalu saja Radit datang.
__ADS_1