Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Pengaruh Sihir


__ADS_3

Ibu ratu ular terus saja menyusuri hutan untuk segera sampai ke rumah kediaman Radit, dimana saat ini ada Ruhi. Padahal kondisi dirinya belum pulih benar.


Sementara saat ini Vikri sedang meminta Vista untuk segera menerawang keberadaan, Ibu ratu ular. Dan sejenak Vista tersenyum bahagia pada saat ia selesai menerawang keberadaan Ibu ratu ular.


"Vista, apa kamu telah berhasil menemukan keberadaan, Ibu ratu ular?" tanya Vikri penasaran karena melihat senyuman Vista.


"Iya, akhirnya ia keluar juga dari persembunyiannya. Dan saat ini ia ada di hutan dalam perjalanan menuju ke rumah Radit. Ia ingin menemui, Ruhi dan mengatakan padanya tentang kita berdua," ucap Vista.


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Vista. Membuat Vikri sudah tak sabar lagi ingin segera menangkap Ibu ratu ular. Saat itu juga Vikri mengajak Vista untuk segera menangkap Ibu ratu ular. Karena ia tak ingin Ibu ratu ular berhasil bertemu dengan Ruhi.


Mereka tak butuh waktu lama untuk bisa mengetahui keberadaan Ibu ratu ular. Hanya dengan sekejap mata, mereka menghilang dari pandangan dan saat ini sudah ada di hadapan Ibu ratu ular.


Melihat kedatangan Vikri dan Vista, ibu ratu ular memundurkan badannya. Dan ia berusaha berlari menjauh. Tetapi apa daya, karena tenaganya belum pulih, maka ia akhirnya tertangkap juga oleh Vikri dan Vista.


"Lepaskan, dasar tak tahu diri! padahal Ruhi sangat baik pada kalian berdua! tetapi malah kalian menusuknya dari belakang!" bentak ibu ratu ular.


Baik Vikri maupun Vista sama sekali tidak mengatakan apapun, mereka berdua hanya tersenyum sinis pada ibu ratu ular. Mereka membawa ibu ratu ular ke sebuah goa.


"Ibu, kali ini kamu tidak akan bisa kabur lagi. Untuk saat ini aku sedang berbaik hati hingga tidak menghabisi nyawamu secara langsung. Tetapi aku memberikan waktu hidup bagimu untuk beberapa saat. Setelah aku berhasil mendapatkan mutiara ular dari, Ruhi. Dan aku berhasil menjadi raja ular, aku baru akan menghabisimu!" ucap lantang Vikri.


Ibu Ratu Ular sama sekali tidak gentar. Bahkan ia dengan sangat yakin jika usaha yang akan dilakukan oleh Vikri dan Vista tidak akan berhasil sama sekali. Ia yakin jika sebelum hal itu terjadi, Ruhi sudah tahu terlebih dahulu.


Vikri mampu membuat sesuatu sihir, ia bisa menghipnotis semua orang dan semua binatang. Seperti saat ini, ia telah menghipnotis binatang berang-berang untuk berjaga di sekitar ibu ratu ular.

__ADS_1


Vista sempat tercengang di buatnya, karena ia baru tahu jika Vikri bisa ilmu sihir dan dengan mudah mengendalikan berang-berang yakni binatang musuh bebuyutan ular.


"Vikri, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini? mereka kan...


'Karena aku punya ilmu sihir yang mampu untuk mengendalikan semuanya bukan hanya hewan, tapi orang juga bisa, dan mengendalikan benda-benda juga bisa," ucap Vikri dengan bangganya.


"Kenapa tak kamu gunakan ilmu itu untuk bisa mengendalikan pikiran Ruhi, supaya ia mau memberikan apa pun padamu?"


Mendengar saran dari Vista, Vikri menepuk jidatnya sendiri ia merasa bodoh karena tidak mengunakan ilmu sihirnya sejak awal.


"Astaga, Vista. Untung kamu katakan hal ini, aku bodoh sekali hingga melupakan satu cara jitu melumpuhkan, Ruhi. Terima kasih ya, Vista."


"Sama-sama, Vikri Bagaimana kalau kita segera ke rumah Radit. Dan melakukan rencana ini, supaya lebih cepat lebih baik" ajak Vista.


Mereka meninggalkan Ibu ratu ular seorang diri di dalam sebuah goa yang sedang di jaga oleh binantang berang-berang.


"Auh....kenapa ibu marah padaku?"


Ular besar itu ternyata ibu dari Vikri, dan ia kini berubah wujud menjadi manusia.


"Bodoh, mana mutiara ularnya! kenapa hingga saat ini belum juga kamu dapatkan? dasar anak tidak berguna!" umpatnya pada Vikri.


"Ibu, tolong bersabar dulu. Ini aku juga sedang merencanakan sesuatu untuk bisa mendapatkan mutiara ular dari tangan, Ruhi. Ibu, tadi aku baru saja mengurus ibu ratu ular yang ternyata masih hidup dan akan menemui Ruhi. Jadi waktuku terhambat. Tolong ibu bersabar sedikit lagi. Pasti mutiara ular segera aku dapatkan," ucap Vikti yang begitu ketakutan pada ibunya yang sedang marah.

__ADS_1


"Hemmm...awas saja ya! jika kamu gagal, aku tidak akan segan-segan membunuhmu dengan tanganku sendiri! paham!"


Vikri tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu ibunya berubah kembali menjadi ular betina yang sangat besar. Dan ia segera berlalu pergi dari hadapan Vikri.


Seperginya ibunya, Vikri bisa bernapas dengan lega. Ia segera mengatur rencana untuk bisa memisahkan Ruhi dari Radit dan segera menyihir Ruhi supaya patuh terhadapnya.


Saat itu juga, Vikri menyihir Ruhi untuk membunuh suaminya sendiri.


"Ruhi, dengarkan aku baik-baik. Suamimu itu yang di katakan oleh ibumu di dalam mimpi. Ia yang akan menghancurkanmu kelak, jadi kamu harus segera membunuhnya."


"Aku akan membawanya ke suatu tempat dimana kamu bisa dengan leluasa merubah wujudmu menjadi ular untuk menghabisi, Radit."


Ruhi seperti terhipnotis, ia hanya menganggukkan kepalanya saja tanda setuju. Dan saat itu juga, Vikri memindahkan Radit yang sedang tertidur pulas ke suatu tempat, yakni di hutan belantara.


Dan bahkan saat itu juga Vikri akan mengajak Ruhi menikah. Hingga ia sudah menyiapkan segalanya untuk pernikahannya dengan, Ruhi.


Vikri akan menikah di hadapan seluruh ular, tepatnya di negeri ular. Hingga ia juga membawa Radit di tepi hutan perbatasan antar alam manusia dengan negeri ular.


Ruhi sudah di dandani begitu cantik oleh para dayang-dayang jelmaan ular. Vikri begitu senang, ia membayangkan bahwa usahanya sebentar lagi akan berhasil.


Radit mati, dan ia yang akan menggantikan Radit menjadi suami Ruhi. Ia sudah berpikir akan segera menjadi raja ular dan Ruhi ratunya.


Dan pada saat acara pernikahan akan di mulai, Vikri meminta Ruhi segera menghabisi Radit terlebih dahulu di sebuah tepi hutan. Beberapa saat kemudian, Ruhi datang dengan tangan berlumuran darah. Melihat akan hal itu Vikri sangat senang, ia mengira Ruhi benar-benar sudah membunuh Radit karena pengaruh sihir darinya.

__ADS_1


Kini acara pernikahan di mulai, Ruhi menutup wajahnya dengan kerudung sehingga tidak terlihat wajahnya. Acara sakral itu berjalan di negeri ular. Semua ular terhipnotis oleh Vikri hingga mau melakukan acara pernikahan itu.


Hanya beberapa menit saja acara pernikahan itu selesai, dan alangkah terkejutnya Vikri pada saat membuka kerudung pengantin. Ternyata yang menjadi pengantin wanitanya bukanlah Ruhi tetapi Vista.


__ADS_2