
Mamah Ani tak menjawab apa yang dikatakan oleh, Radit. Ia pun segera membawa Radit pergi ke suatu tempat. Yakni di sebuah gubug yang letaknya cukup jauh dari rumah mewah miliknya. Radit merasa heran kenapa dirinya di bawa pergi ke gubug tersebut oleh Mamah Ani. Akan tetapi Mamah Ani hanya tersenyum sinis, dan ia diam saja menunggu kabar dari anak buahnya yang telah membawa Mala dengan menyamar menjadi Uci.
Saat ini Mala sudah ada di dalam goa, ia heran kenapa Uci membawa dirinya di dalam goa tersebut.
"Uci, kamu bilang ibu sedsng dalam bahaya? lantas kenapa kamu membawaku kemari? dan mana ibu? kenapa ia tidak terlihat sama sekali?"
Mala belum juga sadar jika yang ada di hadapannya bukanlah Uci, dia terlalu fokus dengan ibunya hingga begitu mudah di perdaya.
"Ratu ular, saya minta maaf telah berbohong padamu. Tetapi ini juga demi keluargaku. Jika aku tidak melakukan hal ini, keluargaku akan di lenyapkan."
Tiba-tiba sosok Uci berubah menjadi sosok wanita lain.
"Astaga, jadi siapa yang telah memerintahkanmu untuk mengelabuiku?" tanya Mala kesal
__ADS_1
"Nyonya Ani. Pergilah ke gubuk pinggir hutan, di sana Nyonya Ani membawa suamimu."
Setelah mengatakan hal itu, wanita ular anak buah Ani menghilang begitu saja.. Mendengar tentang Radit, Mala langsung panik. Ia langsung gerak cepat pergi ke suatu tempat yang barusan di katakan oleh wanita ular anak buah Ani.
Alangkah terkejutnya Mala, pada saat telah sampai di gubug tersebut. Gubug telah terbakar hebat dan Mala pun hanya bisa menatap terperangah tanpa busa melakukan suatu tindakan. Bahkan ia sempat melihat tubuh Radit tergeletak tak berdaya di lantai.
Namun pada saat Mala akan masuk ke gubug tersebut, tiba-tiba ada satu tiang yang terbakar jatuh tepat di ata tubuh Radit.
"Tidak!!!!! Mas Radit....."
"Hhhaaaa ..kamu lihat kan, Mala! jika kamu tak menuruti kemauan diriku, yang ada jadi seperti ini!"
Mala menatap penuh dengan amarah pada Ani. Dan saat itu juga ia berubah menjadi ular berkepala manusia. Dan mengibaskan ekornya ke tubuh Ani.
__ADS_1
"Aaaahhh.... dasar kurang ajar!"
Ani sempat terkena kibasan ekor Mala, tetapi ia lantas melempar daun Maja ke arah tubuh Mala. Hingga Mala kini berubah kembali menjadi manusia. Dan pada saat itu juga, ia di seret paksa oleh beberapa orang dengan memakai jubah hitam dan penutup wajah.
Mala di seret di bawa ke sebuah gedung tua dan di gedung tua itu ia di paksa memberi tahu di mana Mala menyembunyikan mutiara ular.
"Ratu ular, cepat katakan dimana kamu sembunyikan mutiara ular?" bentak dari salsh satu orang yang memakai jubah hitam tersebut.
"Siapa kalian?"
Mala justru balik bertanya.
"Tak perlu banyak tanya, cepat katakan dimana mutiara ular kamu sembunyikan? jika tidak kami akan menguburmu hidup-hidup! "
__ADS_1
Namun Mala hanya tersenyum sinis, ia tak peduli jika dirinya akan di aniaya atau di kubur hidup-hidup. Karena cintanya saja sudah mati terbakar tepat di hadapannya. Mala terus saja teringat bagaimana Radit terkapar dan tubuhnya tertimpa oleh tiang yang terbakar.
Orang yang berjubah begitu kesalmya, hingga pada akhirnya menutup ruangan yang saat ini untuk berditi oleh Mala dengan adukan semen. Dan setelah itu, ruangan itu di bakar begitu saja. Mala sudah pasrah jika dirinya mati. Karena cintanya juga telah mati.