Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Hilangnya Mutiara Ular


__ADS_3

Pagi menjelang, Mala melakukan aktifitasnya seperti biasanya. Tetapi entah kenapa, ada hal yang sangat merisaukan dirinya di pagi ini. Selesai bengong sendiri, datanglah Radit.


"Astaga, Mala." Radit mematikan kompor yang sedang menyala.


"Ya, Den. Ada apa?" tanya Mala bingung.


"Lihat di penggorengan itu." Tunjuk Radit ke arah penggorengan.


"Astaga, maafkan saya Den. Semuanya jadi gosong," ucap Mala.


"Mala, apa sih yang membuat melamun? seharusnya kamu fokus dengan kerjamu dulu. Jika kamu sedang ada masalah, selesaikan dulu masalahmu baru kamu kerja. Jika tadi aku tidak datang ke dapur, pasti sudah terjadi kebakaran," ucap Radit.


Mala hanya diam, ia pun tertunduk. tak bisa mengatakan apa pun.


"Kenapa di depan Radit aku jadi kagok dan salah tingkah seperti ini ya? berbeda jika aku ada di dekat saudara Radit yang jahat. Inginnya aku makan mereka saat itu juga," batin Mala.


"Mala, sepertinya kamu perlu istirahat atau healing. Oh ya, bagaimana kalau kita keluar sebentar. Kebetulan sore ini ada suatu tontonan tak jauh dari rumah ini. Mau ya kita keluar?" ajak Radit.


"Tapi, Den?"


"Kamu pasti berpikir negatif tentangku, iya kan? aku tidak seperti saudara-saudaraku yamg yang playboy. Jadi kamu tak usah berpikiran yebg tidak-tidak," ucap Radit.


Mala pun akhirnya mau menuruti kemauan Radit, dan ia pun segera ikut dirinya untuk sejenak healing. Dan sejak saat itu, entah bagaimana keduanya menjadi semakin dekat saja.


Hingga suatu hari, Radit mengungkapkan isi hatinya pada Mala.


"Mala, aku ingin mengatakan sesuatu yang selama ini mengganjal di hati ku padamu," ucap Radit.


"Katakan saja, Den Radit," ucap Mala.


"Mala, aku cinta padamu. Dan maukah kamu menikah denganku?" tanya Radit ragu.


"Den Radit sedang bercanda kan?" Mala tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Radit.


"Mala, aku serius. Aku sedang tidak bercanda sama sekali. Aku ingin kita menikah karena aku nyaman dan aku cinta padamu. Jujur saja sebenarnya sejak pertama kali aku melihatmu. Tetapi aku tak berani mengatakan hal ini padamu." Radit meraih kedua tangan Mala.

__ADS_1


"Duh, bagaimana ini? aku datang ke rumah ini untuk membalaskan dendam atas kematian calon suamiku. Tetapi malah ada pemuda yang cinta padaku?" batin Mala mulai dilema.


"Den Radit, kita ini beda kasta loh. Aku cuma seorang asisten rumah tangga dan Aden ini majilan saya. Saya perlu waktu untuk berpikir, Den."


Mala menepis pegangan tangan Radit.


"Baiklah, Mala. Aku akan menunggu jawaban dari dirimu," ucap Radit.


Radit pun pergi meninggalkan Mala yang masih diam terpaku di tempat.


Seperginya Radit datanglah Vista dengan tiba-tiba di samping, Mala.


"Ruhi, kenapa kamu diam saja? jangan bilang kalau kamu suka dengan manusia itu? jangan sampai rasa cintamu itu menggagalkan rencanamu datang ke rumah ini untuk balas dendam, masih ada dua lagi target yang harus kamu singkirkan," ucap Vista.


"Aku tahu akan hal itu, Vista. Kau tak perlu khawatir, secepatnya aku akan selesaikan urusanku ini di rumah ini, setelah itu aku kembali ke dunia ular," ucap Ruhi yang menyamar menjadi Mala.


Tetapi dia tak memungkiri di dalam hatinya sudah mulai tumbuh benih cinta pada Radit.


"Bagaimana ini, aku merasakan cinta juga padanya. Tetapi aku...aahhh...kenapa si Radit mencuri hatiku ini? lantas apakah aku mampu menjauh dari dirinya?" batin Mala gelisah.


*******


Waktu berjalan cepat sekali, tetapi dua target belum juga bisa di singkirkan karena Mala sedang tidak fokus dan ia malah sering menghabiskan waktu berdua bersama Radit. Hal ini membuat Vista kesal.


"Ruhi, kapan kamu akan menyelesaikan tugasmu di rumah ini? kamu pikir aku tak melihat jika kamu malah asik berduaan dengan Radit terus?" tegur Vista kesal.


"Vista, aku ini ratu ular. Dan aku bisa mengerti kalian waktu yang tepat untuk memangsa target. Kamu tak perlu bersusah payah untuk terus memantau keseharianku! kembali saja dirimu ke dunia ular!" bentak Ruhi/Mala.


"Tidak, justru aku kemari karena ada hal penting. Aku di minta guru untuk mengajaknu pulang ke dunia ular karena ada hal penting di sana," ucap Vista.


"Astaga, kenapa kamu tak mengatakan dari kemarin-kemarin?" ucap Mala.


"Guru baru mengatakan tadi. Dia bilang kamu harus secepatnya kembali ke dunia ular karena ia ingin bertemu di sana. Jika bisa sekarang juga," ucap Vista.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi menemui guru. Dan kamu gantikan posisiku di sini untuk sementara waktu."

__ADS_1


Saat itu juga Mala pergi menghilang, sementara Vista berubah wujud menjadi Mala.


"Aneh, mau-maunya menyamar sebagai asisten rumah tangga. Mending seperti aku menyamar menjadi seorang pengusaha kaya raya," batin Vista.


Sementara saat ini, Mala sudah ada di dunia ular bertemu dengan gurunya.


"Ada apa guru?" tanya Ruhi.


"Ratu ular, mutiara ular dicuri dan ratu harus segera mencarinya. Jika tidak kani dan negeri ular dalam bahaya," ucap guru.


"Astaga, kok bisa sampai di curi guru?" tanya Ruhi heran.


"Ada yang ingin mengusai negeri ular, ratu. Tapi aku tidak tahu siapa. orangnya. Hanya saja raru harus segera mendapatkanmya lagi," ucap guru.


"Tapi jika kita tidak tahu persis siapa yang mencurinya. Bagaimana caranya aku bisa menangkap pencurinya?" tanya Ruhi bingung.


"Menikahlah dengan anak manusia yang benar-benar masih perjaka. Dan penglihatanmu akan terbuka, hingga kamu bisa tahu dimana sekarang mutiara ular itu berada serta siapa yang telah mencurinya," ucap guru.


"Astaga, guru. Apa tidak ada lagi cara yang lain, selain menikah dengan anak manusia?" tanya Ruhi.


"Tidak, waktumu tidak banyak ratu. Jika kamu menundanya, negeri ular dan kami akan musnah. Cepatlah bertindak sekarang juga."


"Baiklah, guru. Tetapi bagaimana cara aku tahu jika pria yang akan aku nikahi itu masih perjaka?" tanya Ruhi terkekeh.


"Ratu, dengan sendirinya ratu akan tahu. Dan aku harap jika ratu memutuskan untuk menikah harus hati-hati. Karena jika ratu menikah dengan priayang sudah tidak perjaka. Pria yang ratu nikshi itu akan mati.'


"Dan hanya ada satu kali pernikahan saja. Misal ratu telah menikah dan ternyata pri itu bukan perjaka. Saat itu juga ratu telah gagal untuk bisa mengetahui dimana keberadaan mutiara ular."


Mendengar apa yang dikatakan oleh gurunya, ratu ular menjadi bingung.


"Berarti aku harus tanya dulu ya, hey kamu masih perjaka atau tidak? apakah harus seperti itu, guru? supaya aku tidak gagal dalam misi ini?" tanya Ratu ular terkekeh.


"Ratu, ini masalah serius. Jadi tolong jangan bercanda seperti ini," tegur guru.


"Baiklah, guru.. Sekarang juga aku akan ke alam manusia lagi."

__ADS_1


Ratu ular menghilang dan kini sudah ada di samping Vista.


__ADS_2