Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Cemas


__ADS_3

Mala memicingkan alisnya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Uku. Ia juga penasaran dengan wajah si Uku," heh, sebenarnya siapa kamu? kenapa kamu tak berani menunjukkan wajah aslimu? oh ya aku tahu, jika kamu ini takut aku menertawakan wajahmu yang jelek, iya kan?"


"Oh, jadi kamu penasaran dan ingin melihat siapa aku ini? baiklah, aku akan menunjukkan padamu siapa aku ini sebenarnya."


Saat itu juga Uku membuka cadar atau jubah yang menutupi wajahnya. Mala tersentak kaget pada saat melihat wajah Si Uku. Tanpa sadar Mala memundurkan tubuhnya, hal ini membuat Uku terkekeh," hehehehe..kenapa sayangku? apakah kamu takut?"


Si Uku melangkah semakin mendekati Mala, dan Mala semakin ketakutan. Ia sama sekali tak berani menatap wajah Uku yang ternyata adalah kibaran api yang menyala membara menyilaukan mata.


Melihat Mala tak berani menatap ke arahnya, Uku pun menutup kembali jubahnya.


"Kamu sudah tahu kan, siapa aku sebenarnya? sekarang kamu sudah tidak penasaran lagi. Aku bisa melakukan apa pun jika kamu menolak kemauanku!" ucap lantang Uku.

__ADS_1


Mala diam saja, dia tidak bisa berkata lagi. Baru kali ini Mala merasa ketakutan melihat musuhnya. Padahal sebelumnya ia tak pernah gentar dengan segala macam musuh yang menghadanh dirinya.


Saat itu juga Mala di biarkan pulang oleh Uku. Tetapi setelah ia pulang ke rumah, terus saja ia bengong hingga membuat ibu dan adiinya menjadi bingung.


'Ibu, lihatlah Mba Mala. Kenapa pula ia menjadi seperti itu?"


"Entahlah, Uci. Ibu juga tidak tahu kenapa kakakmu kok bengong. Sebaiknya kamu panggil Vista atau Vikri untuk segera datang kemari."


Mendengar perintah dari ibunya, saat itu juga Uci mencari keberadaan Vista dan Vikri. Hanya beberapa menit saja, Uci telah berhasil membawa Vista dan Vikri ke dalam rumah.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Ketika pulang, dia sudah menjadi seperti ini,' ucap sang ibu.

__ADS_1


"Vista, sebaiknya kamu cek Mala secara langsung. Kamu kan ahli dalam melihat kejadian di masa lalu hanya dengan menyentuh orang tersebut,' saran Vikri.


Vikri pun menuruti kemauan Vista. Ia lekas menghampiri Mala dan menggenggam jemari Mala. Pikirannya fokus sama dengan mata terpejam, Vista mencari tahu apa yang membuat Mala menjadi seperti itu.


Semua bisa di lihat oleh Vista di dalam penglihatan mata batinnya. Setelah beberapa menit, Vista membuka matanya dan ia menceritakan semuanya tentang apa yang ia lihat pada ibu ratu ular, Uci, dan juga Vikri.


"Astaga, jadi barusan Mala bertemu dengan yang namanya Uku. Jadi Uku bertujuan untuk menikahi Mala?"


Vikri hampir tak percaya mendengar apa yang barusan di katakan oleh Vista. Tapi tidak dengan ibu ratu ular. Mendengar apa yang terselubung di hati musuh Mala, ia menjadi cemas dan panik.


"Vista, ibu minta bantu Mala. Supaya penjahat itu tidak berhasil menjadikan Mala menjadi ibu dari anaknya," ucap Ibu ratu ular.

__ADS_1


"Ibu yang tenang saja, aku dan Vikri pasti akan bantu Mala. Yakin saja, ibu. Jika Mla tidak akan terluka, ia pasti akan baik-baik saja. Dan kami pasti akan berhasil melenyapkan musuh Mala itu," ucap Vista dengan sangat yakin.


Di dalam penglihatan Vista, ia tidak bisa mengetahui jika Uku itu adalah gumpalan api besar.


__ADS_2