Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Sementara di suatu goa, seorang wanita paruh baya telah sadarkan diri setelah sekian lamanya pingsan.


"Guru, aku ingin segera bertemu dengan Ruhi untuk memberi tahukan bahwa aku sebenarnya masih hidup."


Wanita paruh baya ini akan beranjak bangkit dan pergi, tetapi sang guru menahannya.


"Ibu ratu ular, tolong bersabar sedikit. Tahan rasa diri untuk bertemu dengan ratu ular. Karena saat ini orang yang telah meracuni anda sedang berada di samping ratu ular," ucap sang guru.


"Jadi guru tahu siapa yang telah meracuni aku?" tanya ibu ratu ular.


"Iya aku tahu pada saat itu aku tidak sengaja mendengarnya berbicara, tentang ibu ratu ular. Bahwa ia yang telah meracuni anda, dan ingin mendapatkan mutiara ular dari tangan ratu ular. Orang itu adalah, Vikri."


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang guru, ibu ratu ular hampir saja tidak percaya.


"Mana mungkin, Vikri meracuni aku? doa kan kekasih Ruhi? atau mungkin guru telah salah melihat orang itu, jika sebenarnya bukan Vikri yang meracuniku."


Tetapi sang guru terus saja meyakinkan pada Ibu ratu ular bahwa ia tidak salah melihat waktu itu. Memang Vikkri yang telah meracuni ibu ratu ular.


Guru tetap saja melarang ibu ratu ular untuk menemui ratu ular. Ia memberikan saran pada ibu ratu ular untuk menemui ratu ular lewat alam mimpi saja, supaya lebih aman dan tidak di ketahui oleh Vikri.


Hingga pada akhirnya, Ibu ratu ular menuruti saran dari guru. Ia pun datang ke alam mimpi Ruhi.


"Ruhi, ini ibu. Saat ini ibu masih hidup, tapi ibu belum bisa menemui dirimu karena suatu hal. Ibu hanya bisa memberikan nasehat padamu supaya kamu harus selalu waspada dan berhati-hati. Karena saat ini orang yang dekat denganmu adalah musuhmu yang sangat berbahaya dan ingin mencelakai dirimu."

__ADS_1


"Siapakah orang itu, ibu. Lantas dimana saat ini ibu berada? katakan padaku, ibu. Biar aku jemput ibu di tempat persembunyian, ibu."


"Nak, ibu benar-benar tidak bisa mengatakan secara langsung siapa musuhmu itu. Kamu harus selalu berhati-hati."


Setelah memberikan peringatan di alam mimpi, Ibu ratu ular pun menghilang begitu saja. Ruhi pun langsung terbangun dari tidurnya. Ia pun duduk seraya termenung.


"Aku akan ceritakan mimpi ini pada, Vista. Ia kan teman baikku, pasti bisa menolongku memecahkan arti mimpi ini."


Saat itu juga Ruhi pun keluar dari kamar tidurnya dan ia menyambangi kamar Vista untuk menceritakan mimpinya barusan.


"Ruhi, ada apa kamu tengah malam datang ke kamarku? dan terlihat pucat sekali wajahmu, apakah ada sesuatu yang serius?" tanya Vista memicingkan alisnya.


Tanpa ada rasa sungkan, Ruhi menceritakan semua tentang mimpi yang barusan ia alami kepada, Vista.


"Aku sudah sempat bertanya pada ibu, tetapi dia tidak mau memberitahukan keberadaannya. Ia hanya berpesan padaku supaya berhati-hati terhadap orang terdekatku, karena musuhku ternyata ada di sekitarku. Tapi aku bingung siapa sebenarnya orang yang dimaksud oleh ibu," ucap Ruhi.


"Kenapa kamu harus bingung, Ruhi? kalau menurutku orang terdekatmu itu adalah suamimu sendiri yakni Radit, siapa lagi kalau bukan dia. Apa kamu telah lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu di mana Vikri sempat ditembak oleh adik-adik Radit? pasti semuanya juga ada hubungannya dengan, Radit," ucap Vista menghasut Ruhi.


"Tapi aku tidak yakin dengan hal itu, karena menurut hati nuraniku Radit adalah pria yang sangat baik dan lembut. Jadi tidak akan melakukan suatu kejahatan, aku tidak akan menuduhnya terlebih dahulu sebelum aku mendapatkan bukti yang kuat tentang segala kebenarannya," ucap Ruhi.


Setelah sejenak menceritakan tentang mimpinya kepada Vista, Ruhi pun kembali ke kamarnya karena ia tak ingin Radit curiga dan terbangun untuk mencari keberadaannya seperti yang sudah-sudah.


Berbeda dengan Vista, ia segera menemui Vikri untuk memberitahukan perihal mimpi yang dialami oleh Ruhi. Vista menceritakan segala mimpi yang dialami oleh Ruhi kepada Vikri.

__ADS_1


"Apakah menurutmu mimpi Ruhi ini adalah suatu kenyataan di mana Ibu Ratu Ular memberitahukan tentang dirinya yang masih hidup?" tanya Vista.


"Untuk lebih jelasnya kita harus mengecek sekarang juga di mana kita menyembunyikan mayat ibu ratu ular. Supaya kita tidak penasaran lagi, apakah memang ibu ratu ular benar-benar masih hidup atau itu hanya sekedar mimpi."


Hingga saat itu juga Vikri mengajak Vista untuk menyambangi sebuah goa di mana mereka menyembunyikan mayat ibu ratu ular. Begitu sampai di goa tersebut mereka tercengang, karena mereka tidak mendapati adanya jasad dari ibu ratu ular.


"Bukankah pada waktu itu kita meletakkannya di sini, membaringkannya di sini. Kenapa sekarang sudah tidak ada lagi, Vikri?" ucap Vista panik.


"Mungkin saja kita telah lupa pada waktu itu, bukan di sini tempatnya. Coba kita telusuri dulu di dalam goa ini."


Baik Vista maupun Vikri keduanya menelusuri seisi goa tersebut untuk mencari keberadaan jasad Ibu Ratu Ular tetapi mereka tetap saja tidak menemukannya.


"Berarti ada seseorang yang telah menolong Ibu Ratu Ular, tetapi siapakah orang itu? padahal pada saat itu aku pikir telah berhasil meracuni dirinya," ucap Vikri bingung.


Mereka berdua memutuskan untuk segera mencari keberadaan ibu ratu ular. Karena jika tidak rencana mereka akan berantakan.


Dari awal mereka telah merencanakan untuk mendapatkan mutiara ular dari tangan Ruhi hingga mereka sepakat untuk terlebih dahulu melenyapkan ibu ratu ular supaya tidak menghambat rencana mereka. Tetapi di luar rencana, justru saat ini mereka sedang terancam bahaya karena menghilangnya Ibu Ratu Ular.


"Aku harus segera menemukan ibu ratu ular, supaya Vikri bertambah simpatik padaku dan ia mau menikahi. Sehingga kelak ia yang menjadi raja ular dan akulah ratunya. Karena sejak lama aku mencintai m, Vikri tanpa sepengetahuan Ruhi."


"Kami bertiga memang dulu bersahabat dekat. Tapi sayangnya, waktu itu Vikri lebih memilih Ruhi untuk menjadi kekasihnya. Tetapi sekarang aku baru tahu, jika kedekatan Vikri terhadap Ruhi karena suatu maksud yakni ingin memiliki mutiara ular beserta tahtanya."


Vista terus saja bergumam di dalam hatinya. Ia ingin segera mendapatkan cinta dari Vikri. Hingga ia tega berkhianat di belakang, Ruhi. Vista tega mengkhianati sahabatnya sendiri hanya demi rasa cintanya pada, Vikri.

__ADS_1


Ternyata mereka berdua telah berencana untuk menghancurkan Ruhi. Dan saat ini mereka terus saja berusaha mencari keberadaan, ibu ratu ular. Mereka tidak ingin ibu ratu ular menghancurkan rencana mereka untuk mendapatkan mutiara ular yang ada di tangan, Ruhi.


__ADS_2