Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Radit Sembuh


__ADS_3

Nyonya Ani sangat senang pada saat ia melihat reaksi Mala yang hanya diam saja. Ia sangat yakin jika Mala akan menyerahkan mutiara ular padanya.


Esok menjelang, Radit sudah bisa di bawa pulang. Tetapi kondisinya memprihatinkan, karena saat ini dirinya sama sekali tak mengenal Mala. Dan setiap kali di dekati oleh Mala, justru Radit tak suka.


"Kamu siapa? kenapa selalu saja ada di dalam kamarku ini? keluarlah dari sini karena kita tidak pantas untuk bersama dalam satu kamar," usir Radit ketus.


"Mas Radit, ini aku istrimu. Masa iya kamu sudah lupa padamu? lihatlah foto pengantin ini? beberapa bulan lalu kita telah menikah."


Mala menunjukkan foto pengantin pada Radit.


Dan Radit sejenak menatap foto tersebut. Ia diam saja seolah sedang mengingat yang telah lalu.


"Apakah benar aku telah menikah? aku sama sekali tidak ingat apa pun. Aaaahhhh....sakit sekali!!!"


Tiba-tiba Radit memegangi kepalanya seraya ia kesakitan. Karena ia berusaha mengingat masa lalunya. Teriakan Radit terdengar hingga ke kamar Rasyid. Ia dan istrinya lekas melangkah ke kamar Radit. Dan untung saja pintu kamarnya tidak terkunci.


"Mala, ada apa dengan Radit?" tanya papah Rasyid penasaran.


"Ini pah, aku cuma ingin membantunya mengingat masa lalunya. Dan aku hanya menunjukkan foto pengantin kami, tapi tiba-tiba ia malah kesakitan memegangi kepalanya," ucap Mala bingung.


"Jelas saja Radit kesakitan, kamu memaksanya untuk berpikir. Hingga kepalanya sakit, apa kamu ingin menambah parah sakit anakku, hah?" ucap Nyonya Ani ketus.

__ADS_1


Mala hanya diam saja, ia sama sekali tidak bisa berkata-kata jika berhadapan dengan Nyonya Ani. Hingga saat ini Mala juga belum menemukan cara jitu untuk bisa melawan kelicikan Nyonya Ani.


******


Hari-hari di lalui Radit dengan tanpa tahu siapa dirinya. Hingga pada suatu hari, Papah Rasyid mengajak pergi Nyonya Ani ke luar negeri. Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Mala untuk menolong Radit dengan mutiara ular yang ia miliki. Hanya dengan menempelkan mutiara ular di dahi Radit dalam waktu beberapa detik saja. Radit sudah pulih seperti sedia kala, dan ia juga masih ingat apa yang barusan menimpa dirinya.


"Sayang, terima kasih kamu telah menyembah aku. Benda apa ini, sayang?" tanya Radit pada saat melihat kilauan mutiara ular.


"Ini sesuatu yang berharga milik temanku dan harus segera aku kembalikan. Mas Radit tidak apa-apa kan? jika aku pergi sejenak untuk mengembalikan barang ini?"


Radit malah menawarkan diri untuk mengantarkan Mala ke rumah temannya. Tapi Mala bisa berdalih dengan alasan, saat ini Radit baru saja pulih. Hingga dengan terpaksa Radit pun menuruti Mala untuk tetap tinggal di rumah saja.


Seperginya Mala, Sejenak Radit mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia pun merasa heran kenapa ibunya bisa berubah wujud menjadi manusia ular.


Selagi Radit terus saja berpikir, tiba-tiba datang Mala. Radit memicingkan alisnya melihat kepulangan Mala yang begitu cepat.


"Sayang, baru beberapa menit saja. Kok kamu sudah kembali? memangnya kamu pergi naik apa?" tanya Radit penasaran.


"Kebetulan aku bertemu dengan temanku itu di depan pintu gerbang. Hingga aku tak perlu pergi jauh-jauh ke rumahnya,' ucap Mala berbohong.


Tanpa ada rasa sungkan, Radit menceritakan kegelisahan hatinya. Dimana ia ingat jika Nyonya Ani bisa berubah wujud menjadi ular.

__ADS_1


"Sayang, sampai detik ini aku belum percaya dengan apa yang lalu aku lihat. Masa iya Mamah bisa berubah menjadi ular ya?"


Mala menceritakan satu hal pada Radit. Jika suatu makhluk halus memang sesekali bisa berubah bentuk menyerupai manusia siapa pun orangnya.


"Astaga, berarti yang menyerang ku waktu itu jelmaan makhluk halus? jadi ada yang menyamar menjadi mamahku?" tanya Radit masih saja belum percaya.


"Iya, mas. Maka dari itu, mas mulai sekarang harus berhati-hati. Karena kita tidak tahu, kapan lagi makhluk itu akan menyamar menjadi manusia. Jadi aku minta, mas berpura-pura saja masih sakit dan masih hilang ingatan. Supaya keselamatan Mas tidak terancam bahaya."


Radit menuruti saja apa yang dikatakan oleh Mala. Apa lagi Mala bisa menyihir orang, hingga ia dengan terpaksa menyihir Radit untuk patuh dengan apa pun yang di katakan olehnya.


Mala melakukan hal itu demi keselamatan Radit dan juga mutiara ular. Ia sangat bersyukur karena Nyonya Ani sedang pergi dan dalam jangka waktu yang cukup panjang.


Sementara Nyonya Ani juga selalu gelisah sejak ada di luar negeri. Tetapi ia juga harus ikut, karena ia juga punya maksud tertentu. Yakni ia ingin tahu siapa saja rekan bisnis suaminya, supaya ia bisa menguasai dunia bisnis kelak. Jika ia sudah mendapatkan mutiara ular.


Ia terus saja berusaha fokus dan ia sesekali bertanya pada tiga burung pemakan bangkai yang saat ini masih ada di rumah Rasyid. Mereka bertiga di tugasi oleh Nyonya Ani untuk selalu waspada dan berjaga jangan sampai lengah.


Nyonya Ani percaya sayks dengan yang di katakan oleh burung pemakan bangkai. Dan ia juga sangat yakin jika sebentar lagi niatnya akan terlaksana.


Sejauh ini Nyonya Ani belum tahu jika Radit sudah sembuh karena ia berpaka, layaknya pria yang masih tidak sadar juga.


Padahal saat ini Radit sedang menipu ibunya sendiri. Ia selalu saja mengikuti apa yang dikatakan oleh Mala. Hingga kini sangat mempermudah Mala melakukan segala aksinya.

__ADS_1


Sementara tanpa Mala tahu, tiba-tiba datang adiknya si Uci ke rumah Besar milik Rasyid.


__ADS_2