Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Kembalinya Tahta Ular & Mutiara Ular


__ADS_3

Saat itu juga, Mala pergi ke negeri burung pemakan bangkai. Tetapi ia tak bisa datang dengan wujud ularnya. Karena itu bisa membuat dirinya terancam dalam bahaya. Ia datang dengan wujud manusia.


"Mereka saat ini akan berpesta untuk merayakan keberhasilannya mendapatkan mutiara ular. Ini saat yang tepat untuk aku mengambil kembali mutiara ular tersebut," batin Mala.


Ia terus saja mengintai aktifitas para burung pemakan bangkai. Dan ia juga sempat melihat dimana Adi meletakkan mutiara ular. Selagi Adi asik mengangkat panggilan telepon. Dan para burung pemakan bangkai lainnya mempersiapkan segala keperluan untuk pesta. Saat itu juga, Mala dengan sigap mengambil mutiara ular.


Tapi naas, ia ketahuan oleh Adi yang telah selesai dan menutup teleponnya.


"Heh, mau lari kemana kamu! cepat kembalikan mutiara ular itu!" bentaknya seraya menghampiri Mala.


Mala langsung lari, tapi tak bisa berubah menjadi ular. Karena ia akan kalah dengan burung pemakan bangkai. Ia terus berlari menyusuri hutan, menghindari para anak buah Adi yang terus saja mengejarnya.


Dan ia kini telah terkepung juga, ia tak bisa berlari lagi karena di depannya ternyata hamparan lautan.


"Haaaa.... lari kemana kamu, Ratu ular? sudahlah serahkan saja mutiara ular itu, dan kamu akan aku biarkan hidup," ucap Adi terkekeh.


"Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan memberikan mutiara ular ini padamu. Ini adalah milik kami bangsa ular!" bentak Mala.


"Lagi pula kamu jika aku memberikan mutiara ular secara cuma-cuma, ldni juga belum tentu membiarkan aku pergi. Seperti yang sudah kamu lakukan pada adikku!" bentak Mala.


Hingga membuat Adi sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Ia pun semakin mendekati Mala, dan secara tiba-tiba Mala meloncat ke dalam air laut dengan merubah dirinya menjadi wujud ular sepenuhnya.

__ADS_1


Adi sangat kesal, ia pun langsung melaporkan hal ini pada ibunya. Dan ibunya melapor pada, Nyonya Ani yang merupakan jelmaan dari ular ibunya Vikri. Nyonya Ani yang saat ini masih ada di luar negeri bersama dengan suaminya merasa kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Mira.


Tetapi saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena saat ini ia sedang ada suatu kepentingan yang tak bisa di tinggalkan.


"Jika di LA ini aku tidak ada kepentingan. Aku sudah pulang saja untuk menyelesaikan kekacauan yang di sebabkan oleh, Mala. Aku tak bisa percaya sepenuhnya pada tugas yang aku berikan pada para Burung Pemakan Bangkai. Mereka benar-benar sangat bodoh!" batin Nyonya Ani.


Dia mengharapkan urusan di LA lekas selesai supaya dirinya lekas pulang. Tetapi hingga detik ini urusan tersebut tidak kunjung selesai. Dia ingin mengetahui siapa saja rekan kerjanya Tuan Rasyid. Karena ia akan merebut semua rekan kerjanya tesebut.


Di samping ia ingin menjadi ratu ular, ia juga ingin menguasai alam manusia. Ia ingin kuasai dunia ini. Hingga segala macam cara ia lakukan.


Sementara saat ini, Mala sudah sampai di daratan. Dan ia segera memejamkan matanya untuk segera menghilangkan dirinya dan menuju ke goa dimana saat ini ibu dan adiknya bersembunyi.


Mala mengatakan pada ibunya dan gurunya jika dirinya telah berhasil. Dan bahkan Mala mengajak ibu dan adiknya tinggal di salah satu rumah kosong milik Radit. Karena tidak nyaman jika mereka tinggal di dalam goa terus.


Karena saat ini Mala ingin menyelesaikan kekacauan yang ada di rumah Radit bersama dengan Vista dan Vikri.


"Ibu, Uci. Kalian jangan pergi kemana-mana ya? karena ada hal yang harus aku selesaikan."


Namun Uci ingin sekali ikut dengan Mala," Mba, biar aku ikut denganmu ya? aku akan bantu mba , sebagai penebus dosa dan salahku."


Tapi Mala tidak mengizinkan, Ia meminta Uci untuk selalu ada di samping Ibunya.

__ADS_1


"Kamu di rumah saja, sudah tak usah memikirkan masa yang telah lalu. Lagi pula mutiara ular telah berada di tempat yang aman saat ini. Dan kamu ini tidak bersalah sama sekali. Apa yang kamu lakukan karena pengaruh sihir. Jadi tak usah merasa bersalah terus. Menurutlah dan jaga ibu."


Tanpa menunggu jawaban dari Uci, Mala sudah pergi dengan wujud ular menuju ke rumah Radit. Di rumah itu terlihat sepi, apa lagi saat ini Radit sedang tidur nyenyak.


Mala sempat menemui Vikri dan Vista.


"Mala, kami minta maaf karena tidak membantumu mengejar Burung Pemakan Bangkai," ucap Vista tak enak hati.


"Aku tahu, karena kamu harus merawat Vikri. Lagi pula kalian tidak perlu khawatir karena aku sudah berhasil menyelamatkan Uci dan juga mutiara ular. Kini mutiara ular telah aman."


Sementara di rumah, Uci terus saja memikirkan Mala. Dan ia berkata pada ibunya jika akan menemui Mala dengan alasan ingin menyerahkan kembali tahta Ratu Ular pada Mala.


Hingga pada akhirnya, ibu ratu ular mengizinkan Uci untuk segera menemui Mala yang saat ini berada di rumah Radit.


"Mba Mala, aku ingin mengembalikan mahkota ratu ular padamu. Dan aku rasa aku tak berhak menjadi ratu. Apa lagi aku telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal," Ucap Uci.


Awalnya Mala menolak, tetapi Uci terus saja memaksa dengan alasan dirinya tidak akan mampu menjalankan tugas yang begitu berat sebagai seorang Ratu. Hingga pada akhirnya, Mala menerima kembali mahkota tersebut. Dan ia kembali menjadi ratunya para ular.


Hingga saat itu juga, Mala memanggil Vikri dan Vista untuk membantu proses penyerahan tahta dari Uci ke Mala kembali. Bahkan pada ular datang untuk menyaksikan hal ini.


Setelah penyerahan ulang di lakukan, hati Uci sudah lega. Ia merasa tidak pantas untuk menjadi ratu ular karena sifatnya yang tidak baik. Ia hampir saja membuat negeri ular terancam bahaya.

__ADS_1


"Terima kasih ya, Uci. Kamu mempercayakan kembali tahta ular padaku."


Kakak beradik ini saling berpelukan satu sama lain. Mala lega karena adiknya sudah kembali ke jalan yang benar. Vista dan Vikri juga ikut senang karena memang pada dasarnya mereka juga lebih percaya jika tahta ular di pimpin oleh, Mala.


__ADS_2