
Ruhi tersenyum sinis menghampiri Vikri dan Vista. Keduanya menatap Ruhi dengan tatapan sinis pula.
"Kenapa Vikri? kamu heran kan? kamu pikir cuma kamu yang bisa ilmu sihir? asal kamu tahu ya, aku juga bisa melakukannya. Bahkan segala ilmu sihir tidak akan mempan terhadapku. Tetapi aku bisa melakukan sihir pada Vista, untuk menggantikan aku menjadi pengantinmu."
"Aku sudah tahu jika kalian berdualah musuh dalam selimutnya. Aku tidak menyangka pria yang aku cinta ternyata jahat bahkan berusaha menghabisi nyawa ibuku."
"Dan aku juga tidak menyangka jika Vista yang aku tahu sahabat baikku juga ingin menusukku dari belakang."
Baik Vista maupun Vikri tak bisa berkata-kata. Mereka benar-benar sudah mati kutu di buatnya. Hingga hanya bisa diam saja.
******
Berbeda situasi saat ini di goa dimana Ibu ratu ular di tahan. Ia pun terus saja menggerutu meminta pertolongan pada, Guru.
"Guru, tolong aku. Tolong selamatkan aku."
Datanglah guru di hadapan Ibu ratu ular. Dan ia segera menolongnya dengan memusnahkan berang-berang yang menjaga ibu ratu ular supaya tidak kabur.
"Ibu ratu ular, sudah aku peringatkan supaya tidak keluar dari tempat persembunyian, hingga seperti ini kan yang terjadi pada akhirnya," tegur guru ketus merasa tak suka Dr apa yang di lakukan oleh ibu ratu ular.
"Maafkan aku, guru. Aku mengkhawatirkan anakku, Ruhi,' ucapnya penuh dengan penyesalan.
"Ibu ratu ular, ratu ular pasti bisa mengatasi permasalahannya jadi anda seharusnya mendengarkan apa yang aku katakan," ucap guru.
Kini ibu ratu ular di bawa ke tempat persembunyian guru kembali supaya aman. Dan kali ini ia tidak membantah apa yang di perintahkan oleh guru. Ia berusaha positif tinking tentang kondisi Ruhi. Ia terus saja berada pada yang khalk supaya terus melindungi, Ruhi.
Ruhi saat ini sedang berdebat dengan Vikri dan Vista. Sejenak ia langsung berubah wujud menjadi ular berkepala manusia. Dan mengibaskan ekornya pada Vikri, hingga Vikri pun terjatuh. Vista mencoba menolongnya.
"Ruhi, kenapa kamu kejam? bagaimana pun Vikri pernah ada di hatimu! kenapa kamu kasar padanya!" bentak Vista.
__ADS_1
"Diam kamu, Vista! aku tahu apa yang ada di hati Vikri. Ia tidak sepenuhnya cinta padaku, tetapi ia hanya ingin memanfaatkan cintaku padanya. Ia ingin mutiara ular! dan kamu juga membantunya untuk menipuku, bukan?'
Kini Ruhi beralih ke Vista dan akan mengibaskan ekornya ke Vista. Tapi tiba-tiba datang andk buah, Ruhi terluka parah.
"Dia sudah datang, ratu ular. Mereka datang kemari," ucapnya lirih karena luka gigitang di lehernya.
"Dia, mereka siapa? katakan yang jelas, supaya aku paham,' bujuk Ratu Ular Ruhi.
"Mereka...me-re-ka...bu-rung...pemakan bangkai."
Setelah mengucapkan sepatah kata tersebut, anak buah ratu ular tewas dan berubah bentuk menjadi seekor ular kecil.
Ruhi menggertakksn giginya dan matanya memancarkan sinar kemarahan.
"Ternyata mereka telah berhasil melarikan diri dari jerat jaring waktu itu. Dan mereka belum juga jera, malsh datang kemari ingin menantang secara terang-terangan! Vikri -Vista, untuk sementara ini kita lupakan pertikaian kita karena ada hal yang lebih penting yakni melawan musuh kita,' ucap Ruhi.
Dan Vikri serta Vista bersedia membantu Ruhi untuk melawan para burung pemakan bangkai. Saat itu juga, mereka kembali ke rumah mewah milik Papah Rasyid.
"Iya, Vikky. Bagaimana bisa kamu bersama dengan dirinya?" tanya Anggit memicingkan alisnya.
Vikky alias Vikri hanya diam saja pada saat di tanya, hingga Vista pun mengatakan sesuatu yang membuat semua orang tersentak kaget.
"Tuan Rasyid, kami telah menikah baru saja. Iya kan sayabh, dan ini buktinya cincin pernikahan kami."
Vista menunjukkan cincin pernikahannya bersama dengan, Vikri.
Lisah Vikri bagai tercekat, ia tak bisa berkata apapun. Dan pada saat semua diam, bel pintu rumah berbunyi.
Asisten rumah tangga membukanya. Papah Rasyid dan Anggit langsung menyambut kedatangan para tamu yang ternyata adalah tiga manusia jelmaan burung pemakan bangkai. Mereka bertiga menyamar sebagai saudara jauh dari keluarga besar Papah Rasyid.
__ADS_1
"Masuklah Mba Mira-Nina-Adi."
Ketiganya masuk dengan tatapan tajam mengarah pada Mala atau Ruhi.
"Rasyid, kenapa kamu tak memberi kabar pada kami pada saat menikahkan Radit. Pasti wanita cantik itu istri, Radit bukan?" tanya Mira.
Sejenak mereka bercengkrama di rusng tamu di sertai dengan gelak tawa. Sementara Ruhi melangkah masuk ke dalam kamarnya. Begitu juga dengan Vikri dan Vista, mereka masuk ke satu kamar. Ruhi sejenak diam, ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada ketiga kerabat jauh dari Radit.
"Sepertinya, mereka ini adalah jelmaan dari burung pemakan bangkai. Karena aku bisa mencium bau mereka. Apa yang mereka inginkan hingga menyamar sebagai saudara, Radit? mereka tidak datang ke negeri ular, tetapi kenapa ke alam manusia?" batin Ruhi.
Ruhi melihat saat ini Radit sedang tidur pulas, ia pun memutuskan untuk sejenak ke kamar, Vista. Dan ia begitu kaget pada saat melihat Vista dan Vikri sedang bertengkar hebat.
"Heh, kalian sedang apa?"
Kedatangan Ruhi yang secara tiba-tiba mengagetkan mereka berdua. Dan sontak saja mereka mengakhiri pertengkaran. Mereka bertanya apa maksud kedatangan dirinya menemui mereka.
Ruhi menceritakan apa yang ia rasakan saat ini. Jika dirinya saat ini merasakan curiga pada tamu yang barusan datang mengaku sebagai kersbst jauh dari keluarga, Radit.
"Kami pikir, kamu tidak merasakan kecurigaan yang kami alami. Kami juga sempat curiga padanya. Cara tatapannya juga beda. Hanya saja kami tadi tak bisa mengenali apakah mereka itu burung pemakan bangkai atau bukan. Yang kami pikirkan yakni mereka bertiga itu bukanlah manusia sejati tetapi makhluk jadi-jadian," ucap Vista.
"Sekarang apa rencana kita, Ruhi?" tanya Vikri.
'Hem, kita harus benar-benar waspada. Karena aku yakin kedatangan mereka bertiga itu dengan maksud jahat. Kita tidak boleh lengah," ucap Ruhi.
"Aku akan menyelidiki secara langsung, apakah dugaaanku benar adanya jika mereka bertiga adalah burung pemakan bangkai,' ucap Ruhi.
Baik Vikri maupun Vista, menuruti kemauan Ruhi. Masing-masing mengintai satu orang dari ketiga manusia yang datang sebagai saudara jauh, Radit.
Vista mengintai Nina, Vikri mengintai setiap gerakan Adi. Dan Ruhi sendiri mengamati setiap gerakan Mira. Masing-masing mengamati satu orang.
__ADS_1
Setelah Ruhi berhasil membagi tugas kepada Vikri dan Vista. ia pun kembali ke kamarnya supaya Radit tidak curiga pada saat ia nanti terbangun dari tidurnya.