Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Radit Celaka


__ADS_3

Mala pun tak menyangka jika kini dirinya mempunyai banyak musuh yang terselubung. Ia sedang memikirkan cara bagaimana bisa mengatasi para musuh-musuhnya tersebut. Karena musuh yang dihadapi bukanlah sembarang musuh, hingga sebanyak apapun Mala mengerahkan anak buah ularnya, tidak akan sanggup untuk melawan para musuhnya tersebut.


Mala terus saja berpikir dan berpikir, hanya dengan tipu muslihat saja semua musuh bisa dikalahkan. Karena dengan kekuatan tidak akan mampu untuk mengalahkan mereka semua.


Selagi Mala bingung dan pusing memikirkan cara untuk menghadapi para musuhnya sejenak ia teringat akan ibunya.


"Bagaimana kiranya kondisi ibuku saat inj? apakah guru benar-benar sudah berhasil menyelamatkannya?" batin Mala


Selagi ia berpikir tentang ibunya, tiba-tiba gurunya sudah ada di depan matanya.


"Guru, baru saja aku akan menghubungi guru untuk menanyakan tentang kabar ibuku. Apakah guru berhasil menyelamatkannya atau tidak? karena pikiranku terpecah belah dengan begitu banyak permasalahan yang terjadi saat ini," tanya Ruhi bingung.


"Ratu ular tak usah mengkhawatirkan ibu ratu ular. Karena saat ini aman bersamaku. Hanya saja ratu ular harus benar-benar berhati-hati karena saya tahu saat ini banyak musuh yang harus ratu ular hadapi, bahkan musuh ratu ular kali ini sangatlah cerdik dan licik," pesan dan nasehat dari guru.


"Memang ini yang sedang aku pikirkan guru, bagaimana menghadapi kelicikan para musuh-musuhku?" tanya Ratu ular atau Ruhi.


"Intinya ratu ular harus berhati-hati dan selalu waspada karena mereka akan menggunakan orang yang terkasih untuk melawanmu, supaya bisa mendapatkan mutiara ular dan menduduki tahta ratu ular. Jangan lengah dalam menjaga orang terkasihmu, ratu ular."


Setelah sejenak memberitahu bahwa keberadaan ibu ratu ular saat ini baik-baik saja dan sedikit nasehat untuk ratu ular. Sang guru langsung menghilang begitu saja, padahal ratu ular ingin bertanya maksud dari perkataan guru, orang terkasih itu siapa?


"Kebiasaan seperti ini, guru tidak pernah selalu memberitahuan sesuatu yang lengkap, pasti selalu saja ada teka-teki dan aku harus menyelesaikan teka-teki ini seorang diri," gumam Ratu Ular.


Setidaknya saat ini ratu ular merasa lega dan tenang setelah mengetahui jika saat ini ibunya dalam kondisi aman bersama guru di tempat persembunyiannya.

__ADS_1


Di tengah malam yang dingin, Mala terbangun dari tidurnya karena ia melihat Radit di bawa seseorang ke suatu tempat.


"Astaga, Mas Radit. Siapa tadi yang tiba-tiba menghilang membawa Mas Radit?"


Mala segera memejamkan matanya, ia pun segera melihat dengan penglihatan mata batinnya. Kemana Radit di bawa. Dan Mala bisa melihat jika saat ini Radit ada di sebuah goa yang letaknya di perbatasan antara alam manusia dengan negeri ular.


Mala pun segera menghilangkan dirinya, ia pergi ke goa tersebut. Dan di dalam goa, ia melihat ada Nyonya Ani. Tetapi sudah berubah wujud menjadi seekor ular besar berkepala manusia. Dan ular ini melilit tubuh, Radit.


"Heh, lepaskan Mas Radit! tega sekali kamu melukai anakmu sendiri!" bentak Mala marah.


Nyonya Ani tertawa ngakak, ia tetap saja melilit kencan tubuh Radit hingga membuatnya susah bernapas. Hal ini membuat Mala semakin khawatir melihat akan hal itu. Mala pun terus saja mencoba membujuk Nyonya Ani untuk segera melepaskan lilitannya pada Radit.


Bahkan Vikri juga datang, ia pun ikut membujuk ibunya untuk lekas melepaskan Radit.


"Ibu, aku mohon lepaskan Radit. Ia tidak bersalah apapun, tetapi kenapa ibu tega menyakitinya?" bujuk Vikri memelas.


Nyonya Ani begitu marahnya, ia pun melepaskan lilitan pada tubuh Radit, tetapi kini mengibaskan ekornya pada tubuh Vikri yang masih berujud manusia.


"Aaahhhh...ibu... kenapa menyerang anakmu sendiri?" Vikri kesakitan mendapatkan serangan yang mendadak.


Sementara tiba-tiba datangkan Vista, ia pun tak tega melihat suami tercintanya di serang oleh ibunya sendiri.


"Bu, jika Radit bukan anak kandungmu itu wajar kamu menyerangnya. Tetapi Vikri itu anak kandungmu, kenapa pula ibu menyerangnya?"

__ADS_1


Mendengar teguran dari Vista, membuat Nyonya Ani semakin hilang kendali. Ia juga menyerang Vista dengan mengibaskan ekornya pada tubuh Vista, hingga Vista terpelanting jatuh tepat di samping, Vikri.


Mala pun langsung merubah dirinya menjadi ratu ular. Dan ia menyerang balik Nyonya Ani. Bahkan Mala kini menjelma menjadi banyak. Akan tetapi Nyonya Ani sungguh cerdik, ia pun memaksi Radit untuk melumpuhkan Mala.


Nyonya Ani menghampiri Radit dan mematuk kening Radit. Saat itu juga Radit pingsan, sedangkan Nyonya Ani pergi begitu saja.


"Astaga, Mas Radit!"


Mala berubah menjadi manusia dan ia beserta Vista dan Vikri lekas membawa Radit ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan.


Vista dan Vikri di minta berjaga di rumah sakit, sementara Mala pulang ke rumah untuk memberi tahu pada Rasyid jika Radit saat ini ada di rumah sakit.


Nyonya Ani tersenyum sinis pada saat melihat kepulangan Mala. Ia pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi. Dan ia juga berakting panik pada saat mendengar Mala mengatakan bahwa Radit ada di rumah sakit.


"Astaga, Mala. Bagaimana bisa Radit masuk rumah sakit? bukannya tadi bersama dengan dirimu?" Nyonya Ani menatap mengejek ke arah Mala.


Sedangkan Mala sama sekali tak menanggapi pertanyaan yang di lontarkan Nyonya Ani. Justru ia mengajak papah Rasyid untuk segera datang ke rumah sakit. Tanpa di minta ikut, Nyonya Ani mengikuti langkah kaki, Papah Rasyid. Dan mereka masuk ke dalam sebuah mobil. Sang sopir segera melajukan mobil tersebut.


Sesampainya di rumah sakit, Radit sudah di tangani dan ia kini sudah di pindahkan ke ruang rawat. Kondisinya kini sudah sadarkan diri tetapi ia berubah seperti orang linglung dan hilang ingatan. Ia hanya ingat pada orang tuanya saja.


Bahkan ia sama sekali tidak ingat pada, Mala. Hal ini membuat Mala sedih. Di saat Makan sedang sendiri, Nyinya Ani menghampirinya.


"Kamu lihat kan, aku bisa berbuat apa saja demi apa yang aku inginkan. Jika kdnu tidak juga menyerahkan mutiara ular, aku pastikan bukan hanya Radit. Tapi semua orang yang ada di sekelilingmu akan menjadi korbanku selanjutnya!" ancam Nyonya Ani.

__ADS_1


Mala hanya diam saja, ia bingung harus berbuat apa. Jika ia menyerahkan mutiara ular, sama saja ia menyerahkan tampuk kekuasaan pada, Nyonya Ani.


Tetapi jika ia tak menyerahkan mutiara ular, semua orang yang ada di sekitarnya akan binasa oleh kekejaman Nyonya Ani. Mala terus saja diam seraya otaknya berpikir langkah apa yang akan ia tempuh untuk bisa mengalahkan Nyonya Ani.


__ADS_2