
Kuku terus saja mencari keberadaan Mala, karena ia tak ingin mendapatkan hukuman dari Uku.
"Kemana perginya Mala, masa iya hilang begitu saja tanpa ada jejak sama sekali. Jika seperti ini aku bisa mendapatkan hukuman dari, Uku!"
Kuku terus saja gelisah karena ia tak juga bisa menemukan dimana keberadaan Mala. Walaupun ia telah mengerahkan seluruh anak buahnya.
Sementara saat ini Mala sedang bercengkrama dengan Vikri dan juga Vista. Mereka sedang membicarakan tentang Manusia berjubah hitam dan berketu.
"Mala, apakah kamu sudah tahu darimana asal musuh kita yang baru? dan apa maksud tujuannya datang kemari?" tanya Vista penasaran.
"Guru hanya mengatakan jika kedatangan dirinya itu untuk menguasai dunia ini. Tetapi entah ada hubungan apa dengan diriku. Guru sama sekali tidak menjelaskan secara detail," ucap Mala.
"Lantas apakah guru mengatakan tentang cara melawannya atau tentang kelemahan manusia berjubah itu?"
Kini tinggal Vikri yang bertanya.
"Nggak juga, guru C ma mengatakan supaya aku selalu mawas diri. Tetapi aku juga tak mau selamanya bersembunyi seperti ini. Aku juga ingin melawannya. Jika aku terus bersembunyi, sama saja aku ini pecundang dan pengecut. Tak pantas aku menjadi seorang ratu."
__ADS_1
"Saat ini juga aku akan keluar dari tempat persembunyian diriku dan aku akan menghadapi manusia berjubah itu. Aku tidak akan gentar kepadanya. Justru aku akan tanya secara langsung apa maksud ia ingin menangkap aku."
"Jika yang lain, menangkap aku karena menginginkan mutiara ular dan tahtanya. Ya sudah, aku akan pergi. Aku titip ibu dan adikku pada kalian berdua."
Vikri dan Vista saling berpandangan satu sama lain pada saat mendengar Mala berpamitan.
"Sebaiknya salah satu dari kami ikut kamu, Mala. Supaya kamu tidak mengadapi manusia berjubah itu seorang diri," ucap Vista merasa khawatir.
"Tidak usah, aku yakin aku mampu menghadapi dirinya. Jadi kalian tak perlu khawatir. Biar saja aku pergi sendiri, dan kalian jaga ibadah dan Uci saja karena mereka lebih penting," tolak Mala saat itu juga ia pen pergi menghilang.
"Vikri, biarkan aku yang mengikut Mala. Dan kamu tolong jaga ibu ratu ular dan Uci," pamitnya.
"Baiklah, kamu yang hati-hati ya," pesan Vikri.
Dan saat itu juga Vista menghilang. Ia pergi dari pandangan mata. Mengejar kepergian Mala yang ternyata vsaat ini berada di sebuah tempat yang letaknya cukup jauh yakni di gua perbatasan antara alam manusia dan negeri ular.
"Entah kenapa aku merasa jika saat ini manusia berjubah itu ada di dalam goa itu."
__ADS_1
Mala tanpa ad ada gentar, ia pun masuk ke dalam goa tersebut.
PROK PROK PROK PROK
Satu tepukan tangan mengagetkan Mala, dan ia mencari sumber suara tersebut.
Sementara saat ini Vista sedang mengintai apa yang tengah di lakukan oleh Mala.
"Astaga, Mala. Kamu nekas sekali menemui makhluk aneh itu. Makhluk yang sama sekali tak bisa di lihat rupanya seperti apa, karena terus saja tertutyp oleh jubahnya," batin Vista di Bima persembunyiannya.
Ia begitu yakin jika musuh Mala kali ini sangat tangguh dan kuat.
Di lihat dari bentuknya dan juga cara bicaranya.
"Heh, siapa kamu sebenarnya? dan untuk apa kamu menginginkanku?" tanya Mala tak gentar.
"Sayang, ternyata kamu sudah tahu jika aku datang untukmu? aku memang menginginkanmu, untuk aku jadikam istri. Karena jika anakku terlahir dari rahimmu, akan menjadi anak super dan tak terkalahkan. Dan anak kita kelak menjadi penguasa dunia ini," ucapnya seraya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1