Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Menguak Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Terus saja Vikri dan Vista mencari keberadaan, Ibu ratu ular. Tetapi mereka tak juga menemukannya.


"Bagaimana ini, Vikri. Jika ibu ratu ular datang lagi di alam mimpi Ruhi dan memberi tahukan pada Ruhi tentang kejahatan kita. Lantas kita bagaimana?" tanya Vista panik.


"Sebaiknya kamu bujuk Ruhi untuk segera kembali ke negeri ular, supaya kita bisa lekas mendapatkan mutiara ular. Jika Ruhi terus saja berada di alam manusia ini, waktu kita akan tersita habis dan tak mendapatkan apa-apa," ucap Vikri.


Vista selalu menuruti apa yang di inginkan Vikkri karena rasa cintanya yang begitu besar pada Vikri. Kini mereka berbagi tugas, Vikri terus saja mencari keberadaan Ibu ratu ular. Sementara Vista berusaha membujuk Ruhi untuk segera kembali ke negeri ular.


"Ruhi, bukankah di alam manusia ini kamu sudah tidak ada kepentingan lagi? apa tidak sebaiknya kita kembali ke negeri ular saja, nanti aku akan berusaha membantumu mencari keberadaan ibu ratu ular," ucap Vista.


"Tidak, untuk saat ini aku tidak ingin kembali ke negeri ular terlebih dahulu karena aku merasa ada sesuatu hal yang mencurigakan dan aku akan menyelesaikan hal ini terlebih dahulu," ucap Ruhi.


"Memang ada permasalahan apa lagi? kenapa juga kamu ingin bertahan di alam manusia ini?" tanya Vista heran.


"Apa kamu telah lupa dengan apa yang kamu katakan padaku. Aku ingin menyelidiki Radit sesuai dengan saranmu. Karena aku mimpi ibu mengatakan jika orang terdekatku adalah musuh besarku," ucap Ruhi.


"Aduhhh... senjata makan tuan jika begini ceritanya. Padahal niatku supaya Ruhi tidak curiga padaku atau Vikri. Tetapi malah membuatnya menjadi kerasan tinggal di alam manusia. Jika seperti ini, aku akan sulit untuk membujuk Ruhi kembali ke negeri ular," batin Vista.


Vista tak berhasil membujuk Ruhi untuk kembali ke negeri ular. Ia pun kini membantu Vikri untuk bisa menemukan keberadaan, Ibu ratu ular. Vista mencoba melihat dengan penglihatan mata batinnya, tetapi ia tak bisa mengetahui dimana keberadaan Ibu ratu ular. Karena saat ini Ibu ratu ular ada di tempat yang aman di goa tempat guru yang tak bisa di jangkau oleh semua orang atau oleh makhluk apa pun.


********


Tak terasa malam telah menjelang, kini saatnya Ruhi tidur kembali. Ia pun berharap untuk bermimpi bertemu ibunya kembali. Dan harapan itu menjadi suatu kenyataan.


"Ruhi, ibu minta kamu harus berhati-hati dengan musuh yang ada di dekatmu. Musuh yang telah menjelma menjadi orang terdekatmu, yakni orang terdekatmu.

__ADS_1


"Pahami musuh itu, di salah satu telapak tangannya terdapat suatu goresan luka. Musuhmu memiliki suatu tanda luka di telapak tangannya."


Setelah itu, ibu ratu ular pergi dari alam mimpi Ruhi. Dan kembali lagi Ruhi terbangun. Kali ini, Radit ikut terbangun pada saat melihat Ruhi berkeringat dingin.


"Sayang, ada apa dengan dirimu? apa kamu mimpi buruk?" tanya Radt seraya menyeka keringat Ruhi yang ada di dahinya.


Sejenak Ruhi ingat pesan ibunya, hingga ia pun meraih dia tangan Radit.


"Aku ingin melihat tanganmu, garis tanganmu apakah sama dengan garis tanganku?"


Radit merasa heran dengan sikap istrinya, tetapi ia tetap menuruti kemauannya. Dan membuka kedua telapak tangannya di hadapan Ruhi. Dan Ruhi juga berpura-pura untuk membuka telapak tangannta sendiri. Ia berpura-pura menyamakan garis tangan dirinya dengan garis tangan Radit.


"Ternyata dugaaanku benar, jika bukan Radit musuhku. Lantas siapakah orang terdekat itu?" batin Ruhi, sepintas ia ingat pada Vikri.


"Apakah orang itu, Vikri? aku harus melihat telapak tangan Vikri supaya aku tahu kebenarannya," batin Ruhi.


"Mala, ada apa? kenapa setelah melihat garis tangan di kedua telapak tanganku kamu menjadi diam seperti ini? sebenarnya ada apa?" tanyanya menyelidik.


"Tidak ada apa-apa, Mas Radit. Aku hanya iseng saja kok," ucap Mala atau Ruhi berbohong.


Mala mengajak Radit untuk tidur kembali. Karena ia ingin pergi nemui Vikri. Dan pada saat Radit telah tidur nyenyak kembali, Ruhi menyempatkan waktunya untuk menemui Vikri.


"Ruhi sayang, ada apa? apa kamu sudah berubah pikiran itu kita segera kembali ke negeri ular?" tanya Vikri menghampiri Ruhi seraya menggenggam kedua tangannya.


"Vikri, aku ingin minta maaf padamu. Untuk semuanya, sejak kamu datang kembali untuk menemui diriku. Aku cuek padamu, tak mengindahkan dirimu."

__ADS_1


Ruhi sengaja memainkan kedua tangan Vikri dan pada saat membuka satu telapak tangannya, ia tidak menemukan luka. Dan pada saat Ruhi tak sengaja membuka telapak tangan Vikri yang satunya, barulah ia terhenyak kaget. Tetapi ia menyembunyikan rasa kagetnya supaya Vikri tidak mengetahuinya.


"Astaga, ternyata orang terdekat yang di maksud oleh ibu adalah Vikri. Bagaimana bisa Vikri menjadi musuhku? lantas apa tujuan Vikri? padahal yang aku tahu,boa adalah cinta pertamaku. Apakah selama ini Vikri hanya berpura-pura mencintaiku


?" batin Ruhi di penuhi oleh tanda tanya.


Melihat Ruhi hanya diam saja, Vikri pun menjadi heran dan bertanya padanya.


"Sayang, apa yang sedang merisaukan dirimu? apa kamu maduh memikirkan mimpi tentang ibumu? oh iya, apakah ibumu datang lagi ke alam mimpimu lagi?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Vikri.


"Aku akan menjebak Vikri. Aku yakin hilangnya ibu ada hubungannya dengan Vikri. Hingga ibu mengatakan padaku supaya berhati-hati padanya," batin Ruhi.


"Aku sedang memikirkan keberadaan ibu, tetapi aku tidak tahu dimana ibu saat ini berasa. Karena ibu sudah tidak lagi menemuiku di alam mimpi," ucap Ruhi.


Setelah tahu siapa musuh dalam selimut, Ruhi kini lebih waspada lagi. Dia tak ingin lengah dari Vikri.


Esok harinya, Vikri dan Vista merencanakan akan menangkap ibu ratu ular di alam mimpi.


"Begini Vista, aku yakin ibu ratu ular pasti akan datang lagi ke alam mimpi Ruhi. Dan pada saat itu kita sergap dirinya. Kita bisa menangkap rohnya, dengan begitu kita juga bisa menemukan raganya,' ucap Vikri.


Sementara saat ini Ibu ratu ular madu saja khawatir dengan Ruhi. Hingga ia memutuskan untuk pergi dari goa dimana dirinya di sembunyikan oleh guru.


Ibu ratu ular sudah tidak peduli lagi dengan nasehat dari guru supaya jangan keluar dari tempat persembunyian karena itu tidak aman baginya. Apa lagi kondisi dirinya belum sepenuhnya pulih. Ia saat ini sedang dalam tahap pemulihan.


"Guru, aku minta maaf. Bukan aku tak patuh denganmu. Tetapi aku benar-benar khawatir dengan kondisi Ruhi. Aku harus segera menemui Ruhi secepatnya."

__ADS_1


"Ruhi, tunggu ibu..Ibu akan menceritakan secara langsung tentang siapa itu Vikri dan Vista."


__ADS_2