Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Berhenti Bekerja Sama


__ADS_3

Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Mira, membuat Mamah Ani menjadi kesal. Karena menurutnya ia yang paling berhak mengatur semua orang termasuk mengatur Adi.


"Apa kamu lupa hah? aku yang telah mengajakmu kemari, dan aku pula yang ikut membalaskan dendammu pada Mala? jadi di sini akulah yang memimpin bukan kamu! jadi tak usah kamu sok bergaya seperti ini! jika tidak ingin negeri burung pemakan bangkai di serang oleh negeri ular wilayahku serta berang-berang dan bintmatang yang lainnya!" ancam Mamah Ani.


Mira pun kini diam saja mendengar ancaman dari Mamah Ani. Karena ia sudah paham selidiki apa Mamah Ani tersebut.


Hingga beberapa hari lamanya, tidak ada kabar dari Adi. Dan ia semakin panik serta gelisah. Tetapi tidak dengan Mala yang sempat melihat kepanikan di wajah Mira.


"Aku yakin saat ini Mira sedang panik dan gelisah memikirkan Adi. Biarkan saja dia seprti itu adanya. Aku tidak akan mengatakan padanya jika Adi telah tewas olehku. Apakah siapa juga kenapa main-main dengan diriku dengan menculik Uci kembali;" batin Mala.


Hingga pada suatu hari, barulah Mira tahu dari Nina jika Adi telah tewas di sebuah goa perbatasan antara alam manusia dan negeri ular. Mira pun marah besar dan ia menemui Mamah Ani untuk minta pertanggung jawaban.

__ADS_1


"Ani, kenapa kamu biarkan anakku tewas begitu saja? kenapa kamu juga tidak mengatakan bahwa Adi telah tewas beberapa hari yang lalu? jahat kamu Ani!" bentak Mira.


"Apa, aku jahat? yang membuat anakmu tewas itu bukan aku, melainkan Mala. Kenapa kamu menyalahkan aku yang tidak berbuat apa-apa pada Adi? dan juga Adi itu terlalu bodoh hingga gampang sekali di tewaskan oleh Mala."


"Memang tidak di pungkiri, kami bangsa ular lebih cerdik dari binatang apapun. Terutama dari binatang burung pemakan bangkai seperti kalian yang begitu bodohnya di perdaya!" ejek Mamah Ani.


Memang Mamah Ani sudah mengetahui jika Adi tewas di sebuah goa. Ia sengaja diam saja, tidak memberi tahu pada Mira. Ia merasa itu tidaklah penting. Karena ia sudah sangat kecewa pada Adi yang tak bisa melakukan tugas darinya.


Mendengar ejekan dari Mamah Ani, membuat Mira sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya yang telah lama terpendam.


Hingga Mamah Ani marah dan ia mulai berdesit mengeluarkan lidah ularnya serta matanya tiba-tiba berubah menjadi hijau. Hal ini tidak membuat takut Mira, justru Mira kini merubah dirinya menjadi burung pemakan bangkai.

__ADS_1


Mamah Ani pun merubah diri menjadi ular besar yang berkepala manusia. Pergulatan tak bisa di hindari lagi, kini terjadilah pertikaian sengit antara Ular dan burung pemakan bangkai.


Karena ruangan yang begitu sempit hingga membuat burung pemakan bangkai tak bisa bergerak bebas untuk terbang. Dan pada akhirnya, ia terkena sabetan atau kibasan ekor ular Mamah Ani.


Seketika itu juga Mira terjatuh dan berubah wujud menjadi manusia lagi. Dan pada saat Mamah Ani melilit tubuh Mira dan akan mematuknya, Nina berteriak supaya hal itu tidak terjadi.


"Jangan! tolong jangan bunuh Ibuku, karena hanya ia sisa keluarga yang aku punya. Aku minta maaf atas na ibu atas segala tutur kata lancangnya," pinta Nina memelas.


"Kamu lihat kan? kamu mengatakan aku ini bodoh! tapi hanya sekali serang saja, kamu telah kalah! bahkan saat ini juga dan detik ini juga aku bisa meremukkan badanmu dalam lilitan tubuhku! Hem, tetapi aku tidak sejahat itu, karena aku iba dengan permohonan dari Nina!"


Saat itu juga Msh Ani menjatuhkan tubuh Mira yang ada di dalam lilitannya. Dan ia pun berubah wujud menjadi manusia kembali.

__ADS_1


Dia sudah tidak mau bekerja sama dengan Mira dan Nina lagi. Mereka di usir dari rumah itu oleh Mamah Ani. Karena ia berpikir susah tidak ada gunanya untuk bekerja sama dengan bangsa Burung Pemakan Bangkai yang tidak bisa di andalkan.


Rasa kecewa saat ini terus saja menyelimuti diri Mamah Ani. Karena ia tak juga bisa mengalahkan Mala dan tak juga bisa mendapatkan mutiara ular yang ia inginkan selama ini.


__ADS_2