Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Musuh Yang Terselubung


__ADS_3

Di tengah malam, Mala atau Ruhi sengaja menjebak ketiga saudara jauh Radit. Yang ia curigai sebagai burung pemakan bangkai. Ruhi meletakkan satu ekor daging ayam mentah ke lantai atap, yakni lantai atas sendiri.


Dia pun sengaja bersembunyi di balik sebuah tiang penyangga bangunan rumah tersebut. Di balik pengintaiannys, ia bisa melihat kedatangan Mira, Nina, dan Adi. Mereka begitu semangat ingin memakan daging ayam mentah yang tergeletak tersebut.


Mereka saling berebutan, dan pada saat mereka sibuk saling berebut ingin memakan daging ayam mentah tersebut, Ruhi atau Mala segera keluar dari persembunyian.


Dan pada saat ketiganya asik memakan daging ayam mentah tersebut, Ruhi bertepuk tangan.


PROK PROK PROK PROK


Sontak saja ketiga menoleh ke sumber tepukan tangan tersebut. Dan mereka langsung gelagapan karena penyamaran mereka telah terbongkar oleh, Ruhi.


"Haaaa.... sudah aku duga. Jika kalian bertiga ini bukanlah manusia, tetapi jelmaan burung pemakan bangkai. Haaaa... ternyata kalian sudah bebas dari jeratku waktu itu," ucap Ruhi senang karena berhasil membongkar penyamaran para burung pemakan bangkai.


Ketiganya berhenti dalam memakan daging ayam mentah tersebut. Dan mereka segera menghampiri, Ruhi dengan mulut mereka masih belepotan darah ayam.


"Ternyata kamu pintar juga ya, bisa membongkar penyamaran kami."


"Hah, jelas saja karena aku ini ular. Ular selalu saja cerdik dan pintar tidak seperti kalian," ejek Ruhi.


Dia pun meminta ketiga burung pemakan bangkai tersebut segera pergi dari rumah Radit. Tetapi mereka tidak mau pergi, mereka akan tetap bertahan di rumah Radit sebelum berhasil dengan misi mereka.


"Katakan, apa sebenarnya niat kalian datang ke rumah ini?" bentak Ruhi.


"Tujuan kami hanya satu yakni ingin menghancurkanmu dan orang-orang yang ada di sekitarmu. Kami masuh tidak terima dengan perlakuanmu pada anak sulungku! nyawa harus di bayar dengan nyawa, itu baru adil!" bentak Mira.


Ternyata kedatangan mereka karena masih dendam atas kematian saudara mereka yakni pacar Uci. Dan juga mereka ingin memiliki mutiara ular. Mereka ingin memiliki negeri ular dan alam manusia. Mereka ingin menguasai seluruh dunia ini.

__ADS_1


Saat itu juga Vista dan Vikri datang untuk membantu Ruhi yang sedang di kepung oleh tiga manusia jelmaan burung pemakan bangkai.


Akan tetapi, datanglah Nyonya Ani yakni ibu dari Radit. Ruhi menjadi heran bagaimana bisa Nyonya Ani ada diantara burung pemakan bangkai.


"Kamu pasti heran melihatku bukan? aku ini juga ular seperti dirimu, Mala atau Ruhi. Tanya pada Vikri, dia tahu siapa aku sebenarnya," ucap Nyonya Ani.


"Vikri, coba kamu jelaskan."


Vikri pun menjelaskan secara detail pada Ruhi atau Mala. Bahwa Nyonya Ani memang jelmaan ular yakni ibunya. Sontak saja, Ruhi dan Vista terhenyak kaget. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Nyonya Ani, mamah dari Radit adalah ibunya Vikri.


"Kenapa kalian berdua kaget? aku memang sudah merencanakan semuanya dari awal. Aku yang meminta Vikri untuk mendekati Mala, dan meluluhkan hatinya. Tragedi waktu itu juga rencanaku, dimana Vikri pura-pura terluka tembak. Intinya semua sudah aku rencanakan dari awal. Hingga kamu masuk dalam keluarga Rasyid juga karena rencanaku."


"Tapi sayangnya aku kecewa dengan Vikri karena usahanya untuk mendapatkan mutiara ular darimu tidak berhasil. Karena Vikri terlalu lemah dan bodoh! ia malah benar-benar jatuh cinta padamu!"


Mendengar apa yang dikatakan oleh, Nyonya Ani. Semakin membuat Ruhi benar-benar terpukul. Ternyata kejadian yang menimpa Vikri bukan unsur kecelakaan tapi unsur kesengajaan.


Mala atau Ruhi semakin tidak menyangka, otak dari semua kejadian yang terjadi semua ini adalah ulah Nyonya Ani. Padahal selama ini, Ruhi mengirira Nyonya Ani orang yang baik.


"Aku juga yang telah mengambil mutiara ular waktu itu. Tetapi sayangnya kamu malah berhasil mengambilnya lagi," ucap Nyonya Ani.


Setelah cukup lama mereka berada di lantai paling atas, akhirnya mereka semua kembali ke dalam rumah. Dan kini pertarungan yang sebenarnya baru akan segera di mulai.


Pertarungan antara ular dengan burung pemakan bangkai. Kini mereka bertarung secara terang-terangan.


Mala kembali ke dalam kamarnya. Dan Vista serta Vikri juga kembali ke kamarnya. Tetapi Vikri terlebih dahulu menemui ibunya yang ternyata adalah, Nyonya Ani.


"Ibu, kenapa ibu berbuat seperti ini?" tanya Vikri.

__ADS_1


"Apa maksud pertanyaan dirimu ini?" Nyonya Ani malah balik bertanya.


"Kenapa ibu meminta burung pemakan bangkai untuk membantu ibu mendapatkan mutiara ular? kenapa ibu tak sabar menunggu aku?"


Nyonya Ani pun merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh, Vikri. Ia menjelaskan pada Vikri, kenaoa ia bekerja sama dengan burung pemakan bangkai.


Nyonya Ani sudah tidak percaya lagi pada Vikri. Dengan kinerjanya, karena sudah begitu lama tetapi Vikri tidak juga mendapatkan mutiara ular.


Nyonya Ani juga sangat kesal padanya, saat tahu Vikri malah menikah dengan, Vista.


"Dasar anak tidak berguna, tidak bisa memberikan kebahagiaan kepadaku! percuma saja aku memberimu tugas tetapi pada akhirnya kamu membuat kecewa ibumu ini!" bentak Nyonya Ani.


"Ibu kenapa mengatakan seperti itu padaku? sudah aku katakan barusan, bersabarlah sedikit lagi. Aku pasti bisa mendapatkan mutiara ular, tetapi ibu yang tidak sabaran hingga memutuskan untuk bekerjasama dengan burung pemakan bangkai," ucap Vikri.


"Bodoh, kenapa bisa kamu menikahi Vista bukan menikah dengan Ruhi? dan kenapa juga kamu gagal menghipnotis Ruhi untuk membunuh Radit?"


Ternyata Nyonya Ani juga yang telah memerintah Vikri untuk menghipnotis Ruhi supaya Ruhi membunuh Radit.


"Ibu, sebenarnya apa sih tujuan ibu kenapa juga menginginkan Radit binasa? bukankah tujuan ibu untuk mendapatkan mutiara ular?" tanya Vikri penasaran.


"Aku bukan hanya ingin menguasai negeri ular tetapi aku juga ingin menguasai alam manusia. Dan untuk bisa mendapatkan hal itu aku butuh uang dan harta yang banyak."


"Makanya aku membunuh ibunya Radit dan memakai raganya supaya aku bisa menguasai Rasyid."


"Tetapi aku salah, ternyata semua harta warisan Rasyid telah di alihkan pada Radit. Dan jika Radit binasa harta itu akan di berikan ke yayasan panti asuhan dan yayasan panti jompo."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Ani, Vikri sudah tidak bisa berkata lagi. Ia sama sekali tidak menyangka jika ibunya ternyata bukan hanya menginginkan mutiara ular Tetapi ia juga gila harta dan menginginkan menguasai alam manusia.

__ADS_1


Vikri paling tidak bisa berkata tidak pada ibunya. Hingga ia pun di larang membantu Ruhi melawan burung pemakan bangkai. Walaupun di dalam hatinya, Vikri mulai menentang keinginan ibunya.


__ADS_2