
Selama Mamah Ani masih hidup, musuh Mala akan selalu berdatangan dan tak akan pernah habis. Karena ia selalu saja mencari bantuan dari beberapa alam lain. Seperti kali ini Mamah Ani kembali lagi meminta bantuan pada seorang yang begitu hebat melebihi dirinya.
Dia adalah seorang wanita yang selalu memakai cadar hitam. Biasa di sebut dengan, Kuku.
"Kuku, bagaimana caramu untuk bisa melawan Mala? karena selama ini aku selalu gagal dalam melawan dirinya. Dan apakah Kuku benar akan membantuku mendapatkan mutiara ular?" tanya Mamah Ani.
"Jadi kamu meragukanku? pergi saja sama, cari bantuan dari pihak lain saja! tanpamu aku juga bisa melumpuhkan Mala. Apa lagi Huku tidak menginginkan mutiara ular, tetapi ia menginginkan diri Mala. Untuk di jadikan istri baginya," ucap Si Kuku kesal.
"Maafkan saya, Kuku. Saya percaya kok, baiklah apa yang harus saya lakukan jika seperti itu?" tanya Mamah Ani.
Sesaat Kuku mengatakan bagaimana caranya supaya dapat melumpuhkan Mala. Dimana Mamah Ani akan mendapatkan tahta ular dan mutira ular. Sementara Buku atasan Kuku akan bisa menikahi Mala.
Setelah mendapatkan saran dari Kuku, Mamah Ani pun setuju untuk menjalankan rencana tersebut. Di dalam hati Kuku, mengumpat tindakan bodoh dari Mamah Ani.
"Katanya jelmaan ular, tapi kok bodohnya minta ampun. Seharusnya ular itu cerdik dan banyak akal atau licik, bukan bodoh seperti Ani! pantas saja segala usahanya tidak pernah berhasil. Selalu saja kalah oleh, Mala. Pantas saja Huku ingin menikah dengan, Mala. Karena ia begitu pintar dan cerdik," batin Kuku seraya tersenyum sinis dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sementara saat ini Mamah Ani sudah mengatur rencana. Dia di bantu oleh salah satu ular, untuk menjelma menjadi Uci. Dan mengecohnyya, sementara dirinya akan menyingkirkan Radit untuk selamanya.
Perasaan Radit begitu peka, ia tiba-tiba sedih hingga matanya berkaca-kaca.
"Mala, aku takut sekali."
Radit memeluk erat istrinya itu.
"Astaga, memangnya apa yang membuat mu takut mas?" tanya Mala heran.
Mala menggelengkan kepalanya mendengar apa yang di katakan oleh Radit," mas, kamu jangan berkata seperti itu. Kita akan selamanya bersama karena kisah kita belum usai."
Mala heran pada cara pemikiran Radit, kenapa tiba-tiba ia berpikir jika akan pergi untuk selamanya. Selagi mereka asik bercengkrama, tiba-tiba datang Uci palsu dan mengatakan pada Mala jika ada hal yang telah terjadi kepada ibu mereka.
"Mba Mala, cepatlah ikut denganku karena sesuatu terjadi pada ibu."
__ADS_1
Uci palsu menarik Mala menjauh pergi dari Radit.
"Uci.. sebentar dulu. Aku belum pamit pada Mas Radit. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada, ibu?"
Namun Uci palsu tidak mengatakan apapun, ia terus saja memaksa Mala pergi bersama dirinya. Hingga Mala tak bisa lagi menolak. Ia hanya bisa melambaikan tangannya seraya tersenyum pada, Radit.
"Mala, padahal aku ingin kita selalu bersama. Apa lagi saat ini aku sedang berpikir buruk tentang diriku sendiri. Aku merasa akan terjadi hal buruk padaku, tetapi entah apa?"
"Haaa... ternyata feeling mu tajam dan peka ya, Radit. Memang akan terjadi hal buruk pada dirimu saat ini juga."
Radit menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Mamah Ani.
"Kenapa mamah berubah jahat? padahal dulu mamah adalah orang baik?"
Radit heran dengan sikap perubahan yang telah terjadi pada, Mamah Ani.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Radit, jika memahnya yang asli telah meninggal. Dan jazadnya di pakai oleh jelmaan ular yang saat ini bersemayam di jazad Mamah Ani.