
Mala tetap saja diam, ia tidak peduli jika dirinya benar-benar mati terbakar di dalam ruangan tersebut. Air matanya terus saja tertumpah memikirkan kematian, Radit.
Dia benar-benar sudah tidak bersemangat untuk hidup. Sampai asap terus saja mengepul begitu banyaknya. Dan tak berapa lama, dirinya pingsan di dalam ruang yan telah di tutup oleh semen.
Sementara Vikri dan Vista saat ini juga tengah panik untuk mencari keberadaan Mala.
"Vikri, dimana ya Mala saat ini? kita sudah mencari kemana-mana tetapi tetap tidak kita temukan," ucap Vista kebingungan.
"Kenapa kamu nggak melihatnya dengan menerawang dengan penglihatan mata batinmu?"
Mendengar saran yang di katakan oleh Vikri, sejenak Vista menepuk jidatnya. Ia benar-benar baru sadar, dan saat itu juga ia memejamkan matanya untuk menerawang keberadaan, Mala.
Setelah sejenak menerawang keberadaan Mala, Vista pun membuka matanya dan ia memberi tahu pada Vikri tentang apa yang di lihatnya.
"Aneh, Mala di bawa oleh beberapa orang berjubah hitam dan di bawanya ke sebuah gedung kosong. Astaga...saat ini Mala sedang dalam bahaya. Ia di bakar di dalam ruangan yang di lapisi adukan semen basah!"
__ADS_1
Saat itu juga Vista menggandeng tangan Vikri dan mereka menghilang begitu saja. Kini mereka berada di sebuah gedung yang sedang terbakar dan asapnya begitu tebal.
"Mala ada di dalam sana, ayok lekas kita tolong dirinya!"
Mereka langsung masuk ke dalam gedung dimana saat ini Mala sedang di bakar. Dan pada saat mereka telah sampai, tidak menemukan adanya Mala.
"Mala sudah tidak ada, lantas kemana?" tanya Vista pada Vikri.
Vikri hanya bisa mengangkat bahunya, tandanya ia juga tidak tahu. Mereka pun kembali mencari Mala, lewat penglihatan mata batin Vista.
"Mala, bagaimana kondisimu? apakah kamu tahu siapa yang melakukan ini semua padamu?" tanya Vista panik.
Namun Mala hanya menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tak merespon dengan kata-kata. Hingga Vista menjadi penasaran. ia ingin tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada, Mala.
Vista menggenggam saksh satu tangan Mala, untuk ia mengetahui apa saja yang barusan di alaminya.
__ADS_1
"Astaga...Radit...jadi ..."
Vikri penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Vista," apa yang telah terjadi pada Radit?"
"Mamah Ani telah membakarnya di sebuah gubuk di tepi desa. Kenapa kita tidak tahu tentang hal ini? kita msksh asik tidur, sementara banyak hal yang telah terjadi pada Mala. Maafkan kami Mala, kami datang terlambat hingga tak bisa menolong nyawa, Radit."
Mala hanya diam saja, air mata tidak juga berhenti keluar dari pelupuk matanya. Tetapi seketika itu juga ia mengusap air matanya. Dan melepas dengan bpajsa selang infus yang ada di tangannya.
Tiba-tiba Mala melangkah pergi tanpa menghiraukan Vista dan Vikri.
"Mala, tunggu! kamu mau kemana, kondisimu belum pulih," trfur Vista seraya mencekal saksh satu lengan Mala.
"Lepaskan! aku akan menuntut balas atas kematian Radit! nyawa harus di bayar dengan nyawa! aku akan bunuh Ani sekarang juga!"
Tetapi Vista dan Vikri menahannya, karena mereka tahu kondisi Mala belum stabil. Lagi pula Ani begitu licik, mereka tak ingin terjadi hal buruk lagi pada Mala.
__ADS_1
Mereka berusaha memberikan pengertian pada, Mala. Hingga pada akhirnya Mala pun menuruti kemauan Vikri dan Vista. Untuk dirinya memulihkan kesehatannya terlebih dahulu.