Pembalasan Ratu Ular

Pembalasan Ratu Ular
Berhasil Menyelamatkan Uci Kembali


__ADS_3

Melihat Mala hanya diam saja, membuat Mamah Ani merasa geram. Ia pun kembali mengancam Mala, akan tetapi tidak berhasil juga.


Saat ini Mala sedang memikirkan cara supaya bisa menyelamatkan Uci tanpa harus memberikan mutiara ular pada, Mamah Ani.


Selagi terus diam, Adi menghampiri Mala.


"Kamu lihat kan, aku berhasil menangkap adikmu lagi hanya dalam waktu sekejap mata saja. Untuk kali ini kamu sudah tidak bisa mengelak lagi untuk memberikan mutiara ular pada kami," bisik Adi jelmaan dari burung pemakan bangkai.


Selagi Mamah Ani dan Asi terus membujuk Mala, datanglah Radit dengan tingkahnya masih tak kenal dengan Mala. Ia pun menghampiri Mamah Ani dan meminta Mamah Ani untuk membantunya memulihkan baju untuk dirinya berganti pakaian.


"Mah, aku mencarimu kemana-mana ternyata ada di sini. Mah, Ayuk ikut aku sebentar."


Radit menarik paksa tangan Mamah Ani seraya sejenak melirik ke arah Mala dan mengedipkan matanya tanpa sepengetahuan Adi dan Mamah Ani.


Selepas kepergian Mamah Ani, Mala pun mengajak Adi untuk menunjukkan di mana dirinya menyembunyikan Uci.


"Adi, apa kamu tak ingin memiliki mutiara ular hanya untuk dirimu saja? ayok lekas tunjukkan dimana keberadaan Uci, bila kamu ingin mutiara ular,' ucapnya.


Tanpa sepengetahuan Adi, dirinya saat ini sedang di pengaruhi sihir oleh Mala. Supaya mau menunjukkan dimana saat ini Uci di sembunyikan. Bagai kerbau di cucuk hidungnya, Adi pun bersedia menuruti kemauan Mala.

__ADS_1


Mereka saat itu juha pergi ke sebuah goa dimana Adi menyembunyikan Uci sesuai dengan perintah Mamah Ani. Tanpa Mamah Ani tahu, jika dirinya sedang di kelabui oleh Radit.


Dia sengaja memperdaya Mamah Ani dengan berpura-pura masih hilang ingatan dan sifatnya seperti idiot. Untuk mengecohnya supaya menjauh dari Mala.


Mala juga sudah menghubungi Vista dan Vikri supaya membantu dirinya menyelamatkan Uci yang saat ini ada di tempat persembunyian.


Tak berapa lama, Mala telah sampai di dalam goa bersama dengan Adi. Di dalam goa tersebut, Uci di ikat dengan jaring laba-laba dan di beri daun Maja supaya tidak bisa berubah wujud menjadi ular.


Vista dan Vikri juga sudah ada di belakang Mala. Mereka yang akan membawanya Uci pergi. Sementara Mala akan mengurus Adi.


"Itu adikmu, sekarang berikan mutiara ular itu padaku sesuai dengan janjimu," ucap Adi yang tak sadar jika dirinya saa ini sedang di perdata oleh Mala.


"Baiklah, aku akan memberikannya padamu. Tapi tidak di sini, aku menyembunyikan di tempat lain. Jika kamu inginkan mutiara ular itu, sebaiknya ikutkah dengan diriku sekarang juga."


Mala sengaja membawa Adi pergi jauh dari goa itu, ia membawa ke goa perbatasan antara alam manusia dan negeri ular.


Di dalam goa tersebut, Mala langsung mematuk kening Adi hingga ia pun terkapar mati dan mayatnya di tinggalkan di dalam goa tersebut. Adi mati dan berubah ke wujud aslinya yakni burung pemakan bangkai.


"Hem, sebenarnya aku tak ingin memangsa dirimu. Tetapi ksnu sendiri yang menantang diriku dan mencari mati!"

__ADS_1


Mala langsung menghilang dari goa tersebut, dan kolini dirinya sudah ada di rumah dimana ibu ratu ular tinggal.


"Vista, Vikri. Terima kasih atas bantuan kalian berdua."


Saat itu juga Vista dan Vikri segera berlalu pergi kembali ke rumah mewah Radit.


"Ibu, tak usah takut lagi ya? aku sudah memberikan mantra di sekitar rumah ini. Jadi tidak akan ada kejahatan yang bisa masuk ke dalam rumah ini. Aku akan segera kembali ke rumah Radit, karena tak ingin Mamah Ani curiga padaku."


Saat itu juga, Mala segera pergi dengan rumah itu. Dia pun kini sudah berada di kamarnya, dimana saat ini Radit sudah menunggu dirinya.


"Sayang, bagaimana? apakah kamu sudah berhasil menyelamatkan adikmu?". tanya Radit penasaran.


"Sudah, mas. Terima kasih ya, kamu telah membantuku mengecoh Mamah Ani. Hingga aku bisa menyelamatkan Uci. Dan saat ini Uci sudah aman bersama Ibuku," ucap Mala.


Sementara saat ini Mira dan Nona sedang kebingungan mencari keberadaan Adi. Mereka berdua mondar mandir dan sempat di lihat oleh Mamah Ani.


"Kenapa kalian berdua seperti sedang gelisah?" tanya Mamah Ani menyelidik.


"Ya, kami gelisah memikirkan Adi yang tak kunjung pulang," ucap Mira.

__ADS_1


Mamah Ani menceritakan semua rencananya pada Mira dan Nina. Mereka merasa kesal karena Mamah Ani terlalu berani dengan memeeint Adi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Mira.


"Kenapa kamu tak mengatakan rencanamu ini pada kami? sehingga kami tidak panik seperti ini dengan kondisi Adi," ucap Mira ketus.


__ADS_2