
Hari ini Tuan Rasyid kedatangan tamu istimewa yakni seorang pengusaha kaya raya yang saat ini ingin mengadakan kerjasama dengannya.
Ia begitu tampan dan rupawan. Tetapi Mala sudah memiliki firasat tak baik dengan pria yang bernama, Edi.
Entah bagaimana ceritanya, Uci tiba-tiba jatuh cinta pada pria ini dan ingin menikah dengannya. Tetapi Mala sama sekali tidak setuju dengan pernikahan yang akan di selenggarakan.
"Mba Mala, saya ingin menikah dengan adik anda tetapi kenapa tidak di izinkan? saya serius loh nggak main-main?" ucapnya pada saat itu.
"Aku bukan tidak izinkan, tetapi keputusan kalian untuk menikah itu terlalu cepat. Masa iya baru kenal langsung menikah, mana ada seperti itu?" protes Mala.
"Adalah, ini buktinya aku dan Uci. Kami baru bertemu tapi sudah saling cinta satu sama lain. Yang namanya cinta itu tidak ada yang ingin tahu sama sekali kapan datangnya. Dan cinta itu tidak bisa di tentang. Apakah mba ingat pepatah, bahwa cinta itu buta?" ucap Edi.
Namun Mala tetap saja menentang pernikahan yang akan di lakukan oleh Uci dan Edi. Anehnya lagi, sang ibu juga setuju begitu saja. Mala juga heran, bagaimana Edi bisa masuk menerobos rumah yang sudah ia mantrai.
Padahal tidak akan ada orang atau makhluk lain yang bisa dengan begitu mudahnya masuk ke dalam rumah itu. Mala semakin ingin menyelidiki pribadi Edi lebih lanjut.
Esok menjelang, terdengar suara seruling untuk mengendalikan semua ular, juga para manusia. Kebetulan pada saat di rumah tidak ada Tuan Rasyid dan Radit. Hingga beberapa orang saja yang terkena hipnotis oleh suara seruling tersebut. Tetapi tidak dengan Mala, karena ia kenal dan tak bisa di kendalikan apa pun.
__ADS_1
Namun Vikri, Mamah Ani, Anggit, Ibu ratu ular, Uci, dan beberapa orang yang ada di rumah Radit semua terkena hipnotis. Dengan paksa mereka membawa Mala pergi dari rumah mewah milik Radit.
"Heh, Vikri. Apa-apaan ini? kenapa kamu menyeretku seperti ini?"
"Kamu akan menikah dengan, Tuan kami yakni Edi."
Arak-arakan sampai di sebuah goa yang di dalamnya telah di hias sedemikian rupa oleh Edi dan para anak buahnya. Setelah sampai di dalam goa, Mala di dandanin sedemikian rupa oleh Uci dan ibu ratu ular. Mereka benar-benar sudah tidak bisa di kendalikan karena terpengaruh hipnotis oleh Edi.
"Bagaimana ini, aku di perdaya dengan daun Maja. Sehingga aku tak bisa berubah wujud sama sekali. Aneh, kemarin Edi ingin menikah dengan Uci. Kenapa sekarang ia berubah pikiran ingin menikah denganku?" batin Mala.
Dia pun mencoba mencari bantuan pada Vista lewat komunikasi dengan batinnya. Vista yang saat ini baru kembali ke rumah Radit. Baru merasakan ada hal aneh yang telah terjadi. Melihat kondisi rumah begitu sepi dan juga ia baru sadar jika Mala menghubungi dirinya.
"Astaga, siapa orang itu? bahkan saat ini Vikri bersama dengan mereka! aku harus segera mengajak Radit untuk menyelamatkan Mala dari sekspen orang itu."
Saat itu juga, Vista mencari keberadaan Radit dan lekas mengajaknya untuk mencari Mala dan yang lain. Radit mengemudikan mobilnya, sedangkan Vista terus saja memejamkan matanya dengan sesekali terbuka. Ia berperan sebagai penunjuk jalan bagi Radit.
Dan tak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah goa. Tetapi goa tersebut tertutup dan susah sekali untuk bisa di buka. Walaupun Radit dan Mala sudah sekuat tenaga mendorongnya.
__ADS_1
"Astaga, hanya satu jalan supaya aku bisa membuka goa ini yakni dengan kekuatan ularku."
Tanpa sepengetahuan Radit, Vista sejenak berubah menjadi ular dan dengan kekuatannya ia pun berhasil membuka goa itu walau tidak sepenuhnya terbuka. Setidaknya bisa untuk masuk orang.
Kedatangan Radit dan Vista sempat di ketahui oleh Edi. Dan ia pun sudah menyiapkan para pasukannya untuk menangkap Radot dan juga Vista.
Tetapi Vista juga sudah tahu akan ada bahaya yang mengancam. Diam-diam ia pergi meninggalkan Radit. Dan ia menjelma menjadi ular mencari keberadaan Mala.
Sementara saat ini Radit bertarung melawan beberapa anak buah Edi.
"Sayang, pernikahan kita sebentar lagi akan terlaksana. Setelah aku menikah dengan dirimu, aku akan menjadi kuat dan tak terkalahkan. Bahkan kita akan memiliki banyak keturunan yang sangat hebat. Satu hal lagi, pernikahan kita akan di saksikan oleh suamimu. Dia saat ini sedang bertarung melawan beberapa anak buahku," ucap Edi terkekeh.
Mala bertambah gelisah mendengar Radit saat ini dalam bahaya. Tetapi ia tak hilang akal. Ia pun meminta Edi untuk membuang daun Maja yang ada di tubuhnya. Supaya ia bisa bergerak bebas, dan ia akan bersedia menikah dengannya. Tetapi ia akan mengurus gugatan cerainya terlebih dahulu dengan Radit.
"Tolong lepaskan daun Maja ini, supaya aku bisa bergerak dan menandatangani surat ceraiku bersama suamiku."
Mala mencoba menatap tajam mata Edi, ia ingin menghipnotis Edi. Dan usahanya berhasil. Saat itu juga Edi melepaskan daun Maja. Dan Mala pun bisa berubah bentuk menjadi ular besar berkepala manusia.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama lagi, Mala menghancurkan seruling milik Edi hingga semua terlepas dari hipnotis. Dan Mala langsung melenyapkan Edi saat itu juga.
Segera ia berubah kembali menjadi manusia sebelum Radit melihatnya.