
Beberapa hari kemudian...
Mala sudah pulih dan dinyatakan sembuh. Ia pun akan melancarkan aksinya untuk membalas dendam pada, Ani. Atas apa yang di lakukan Ani pada Radit.
Pada saat Mala sedang melangkah dan akan menuju ke rumah Ani. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir saja menabrak dirinya.
CCCRREETT!!!
Sang pengemudi langsung saja menginjak rem mobilnya.
Mala pun tertelungkup, dan menutup mukanya. Ia pikir hidupnya akan berakhir saat itu juga. Dan si pengemudi mobil turun, menghampiri Mala.
"Maaf, kamu nggak apa-apa kan? aku sedang buru-buru jadi...maaf ya.
Sejenak Mala terdiam mendengar apa yang barusan pria itu katakan.
"Suara itu???"
__ADS_1
Mala perlahan membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya dan ia bangun.
"Radit?"
"Siapa? maaf namaku bukan Radit, tapi Ali," ucapnya.
Mala terus saja menatap pria yang ada di depannya itu. Karena pria itu benar-benar mirip dengan Radit," masa iya pria ini bukan Radit? wajahnya sangat mirip tapi gayanya beda sekali.
Pria yang ada di hati Mala memang sangat mirip Radjt, tetapi di salah satu telinganya memakai anting dan gaya berpakaiannya juga tak rapi mirip preman serta memakai kaca mata hitam dan topi.
"Hello... kenapa kamu menatapku seperti itu? hem...aku tahu jika kamu ini jatuh cinta pada pandangan pertama dengan diriku. Yah aku sadar secara aku ini memang pria yang sangat tampan dan banyak wanita yang tergila-gila ingin menjadi pacarku. Apa kamu juga ingin mendaftar pula, cantik? pasti kamu akan aku terima dengan senang hati, secara kamu ini cantik sekali."
"Apa yang barusan kamu katakan?"
"Nggak apa-apa, lupakan saja. Maaf aku harus segera pergi."
Namun pada saat Mala akan pergi, pria ini menceksl lengannya," hey nona, kita kan belum berkenalan."
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu ya, jangan kurang ajar!" Mala menepisnya seraya berlalu pergi begitu saja.
Pada saat Mala akan pergi, tiba-tiba datang Vikri dan Vista," Mala, bukankah itu Radit? kenapa kamu malah pergi? seharusnya kamu senang karena Radit ternyata masih hidup."
"Dia bukan Radit, kalian salah orang. Aku pikir awalnya memang seperti itu, tetapi ternyata ia itu Ali katanya. Gaya bicara dan cara berpakaiannya juga sangat berbeda dari, Radit," ucap Mala meyakinkan Vikri dan Vista.
Tetapi Vikri dan Vista merasa tak yakin, mereka menghampiri pria yang mirip Radit tersebut.
"Tunggu! tolong jangan pergi dulu, Radit!" pinta Vista.
Pria yang mengaku bernama Ali tersebut, sejenak berhenti pada saat dirinya akan membuka pintu mobil.
"Heh, Aku Ali. Kenapa kamu juga seperti wanita itu yang memanggil aku dengan sebutan Radit? apakah kalian berdua ini telah terobsesi dengan, pria yang bernama Radit itu?" ucapnya terkekeh.
Dan ia pun tak menghiraukan Vista da Vikri. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukannya.
"Kamu percaya jika tadi itu bukan Radit?" tanya Vista pada Vikri.
__ADS_1
"Yah, bisa jadi seperti itu. Bukankah di dunia begitu banyak orang yang mirip-mirip tetapi bukan sanak saudara? jadi mungkin saja memang tadi itu bukan Radit. Dari cara bicara dan berpakaian memang sangat berbeda," ucap Vikri.
Kini Vikri dan Vista menghampiri Mala kembali. Mereka bertiga berjalan beriringan, seraya terus bercengkrama tentang bagaimana cara mereka untuk bisa melawan Ani dan manusia berjubah hitam.