
Mala kembali ke salah satu rumah milik Radit, yang di tempati oleh Ibunya dan juga Uci.
Dia sengaja tidak kembali ke rumah mertuanya karena tak ingin bertemu dengan Ani, di tengah kondisi dirinya yang belum begitu pulih.
Mala melamun sendiri memikirkan bagaimana cara menghadapi musuh barunya tersebut. Karena ia juga tidak tahu dari mana asal musuh barunya yang memakai jubah hitam dan tak melihatkan wajahnya.
Sementara saat ini Ali berada di sebuah rumah mewah," pah, terima kasih ya telah menolongku. Jika tidak ada papah waktu itu pasti aku sudah benar-benar tiada."
"Ya, Radit. Tapi ingat ya, sekarang kamu harus benar-benar memakai identitas palsumu sebagai Ali dan juga cara berpakaian serta tingk lakumu kamu rubah. Papah nggak ingin jika suatu saat nanti, si jahat Ani melakukan kejahatan padamu," ucap Papah Rasyid.
"Hem.. tapi aku heran. Dari mana papah waktu itu tahu jika aku di bawa pergi oleh, Mamah Ani?" tanya Radit memicingkan alisnya.
__ADS_1
"Jangan panggil dia, mamah! karena ia bukan mamahmu, ia justru yang telah melenyapkan mamahmu dan jasad mamahmu di pakai olehnya! awalnya papah nggak percaya, tetapi waktu itu papah dengar sendiri apa yang ia katakan. Entah jelmaan apa wanita itu, intinya kamu harus selalu berhati-hati padanya. Ingat selalu pesan papah, karena papah sendiri tidak bisa menghadapinya. Ia bisa melakukan segala cara demi tercapainya keinginan dirinya," ucap Papah Rasyid.
"Baiklah, pah. Aku juga heran dengan Ani yang terobsesi dengan mutiara ular. Dan yang aku herankan, Mala selalu di kejar olehnya. Aku nggak tahu apa hubungan Mala dengan mutiara ular itu. Dan aku juga nggak paham apa kegunaan mutiara ular itu hingga Ani begitu terobsesi," ucap Radit.
Radit hingga kini belum tahu siapa sebenarnya Mala. Hingga ia merasa aneh dengan perebutan mutiara ular tersebut.
"Seharusnya waktu kamu tanyakan hal itu padanya, temui dia dan tanyakan hal itu," ucap Papah Rasyid.
Radit sengaja diam tak bercerita tentang pertemuannya dengan Mala waktu itu. Dia sengaja melakukan itu, karena menurut dia saat ini belum waktunya untuk bercengkrama dengan Mala.
Saat ini Radit tinggal di salah satu rumah mewah milik aset Papah Rasyid yang tidak di ketahui oleh Ani. Ia waktu itu diam-diam mengikuti Ani, dengan deteksi dari ponsel Ani bisa di lacak oleh Papah Rasyid, jika ia pergi kemanapun.
__ADS_1
********
Saat ini Ani sedang mencari keberadaan Mala, karena ia tahu jika Mala masih hidup. Obsesi dia untuk mendapatkan mutiara ular masih saja tinggi. Dia tidak akan menyerah begitu saja, sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Dimana saat ini Mala berada, bersembunyi dimana sebenarnya dia? aku tak dapat menjangkau tempat persembunyian dirinya saat ini. Semua anak buahku sangat bodoh!"
Terus saja Ani bergumam kesal karena tak juga mengetahui keberadaan Mala. Begitu pula dengan Uku yang terus saja marah-marah pada Kuku.
"Kenapa kamu belum juga tahu dimana saat ini Mala berada? waktu kita terbatas, jika aku tak juga menemukan Mala sebelum malam purnama, semua impian dan usahaku akan sia-sia saja!" bentak Uku pada Kuku.
"Uku, tolong sabar sebentar karena aku juga sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari keberadaan, Mala," ucapnya tertunduk ketakutan.
__ADS_1