
Sementara Ani merasa kesal karena ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan yakni mutiara ular. Apa lagi tahu jika saat ini Kuku telah membakar Mala.
"Kuku, jika Mala mati bagaimana aku bisa mengetahui dimana saat ini ia menyembunyikan mutiara ularnya?" tanya Ani menahan rasa kesalnya.
"Dia tidak akan mati, aku pastikan dia masih hidup dan saat ini juga aku dan seluruh anak buahku akan datang ke gedung kosong itu, untuk menolongnya."
Saat itu juga Kuku beserta anak buahnya dan juga Ani ke gedung kosong dimana ia membakar Mala. Tetapi mereka terkejut karena Mala sudah tidak ada, dan tembok buatan dari para anak buah Kuku sudah di jebol.
"Kuku, lihatlah! Mala sudah tidak ada, lantas ia kemana?" tanya Ani heran.
"Nggak mungkin, mana mungkin Mala bisa keluar sendiri. Mana mungkin juga ada yang tahu aku menyekap Mala di sini!"
Ani pun berlalu pergi begitu saja dari hadapan Kuku, sementara Uku atasan Kuku begitu kesal pada saat tahu Mala kini entah ada dimana.
Dia datang di hadapan Kuku dan langsung saja memukulnya.
__ADS_1
"Dasar bodoh!? mana Mala, jika seperti ini aku bisa gagal menikahinya!"bentak Uku.
"Uku, aku yakin aku dan anak buahku akan segera bisa menemukan keberadaan Mala. Tolong anda jangan panik dan jangan khawatir," ucap Uku menenangkan hati bos-nya.
"Baiklah, kali ini aku akan memberimu kesempatan. Tapi awas ya, jika kamu gagal! aku akan menghabisimu!" bentak Uku saat itu juga ia berlalu pergi menghilang dari hadapan Kuku.
Saat itu juga Kuku meminta seluruh anak buahnya untuk segera mencari keberadaan, Mala.
Berbeda dengan Ani yang terus saja marah dan emosi. Ia juga sedang mencari keberadaan, Mala.
"Ngakunya hebat! tapi nyatanya mana? hah, malah jadi seperti ini! aku nggak dapat apa-apa setelah bantu si Kuku sialan itu!" gerutu Ani di dalam hatinya.
Mala saat ini bersembunyi di rumah Radit yang saat ini di tempati oleh Ibu ratu ular dan juga Uci.
"Mala, ibu dan Uci sempat khawatir memikirkan kondisimu sab keberadaan dirimu."
__ADS_1
Ibu ratu ular langsung saja memeluk Mala.
Mala mengatakan pada ibu dan juga Uci, bahwa kondisi dirinya saat ini baik-baik saja. Tetapi dirinya meminta pada Ibunya dan adiknya supaya tidak memberi tahu pada siapa pun tentang keberadaan dirinya di rumah tersebut.
Selagi mereka adik mengobrol, tiba-tiba datang guru. Ia sengaja datang untuk menemui, Mala. Karena ada hak yang penting yang harus ia sampaikan pada, Mala.
"Ratu ular, ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan. Jika seseorang yang sempat menyekapmu itu punya rencana yang sangat jahat padamu," ucap gurunya.
"Maksud guru, para manusia yang berjubah hitam itu?" tanya Mala untuk memastikan.
"Benar sekali, ratu ular. Para manusia berjubah hitam itu mempunyai seorang atasan. Dimana atasan itu inginksn dirimu menjadi istrinya. Dan ia ingin kamu melahirkan keturunan darimu. Dan menurut firasat ku, jika kamu berhasil di perdaya. Dan memiliki anak darinya. Ini akan sangat berbahaya bagi dunia ini. Intinya kamu harus bisa menjauh darinya."
Guru memberikan peringatan dan nasehat pada, Mala.
"Guru, lantas bagaimana caranya saya bisa melawannya? apakah ia punya satu kelemahan?" tanya Mala.
__ADS_1
"Dia tidak terkalahkan sama sekali, untuk saat ini aku belum tahu kelemahan dia dan asal dia dari mana. Tapi intinya dia mampu melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan yang ia mau. Kamu harus benar-benar waspada."
Setelah mengatakan banyak hal, guru menghilang begiru saja. Sementara Mala bingung dan belum paham dengan apa yang di katakan oleh gurunya.