
Untuk sesaat kehidupan Mala tidak ada halangan. Hingga pulanglah Mamah Mertuanya. Ia begitu kesal karena mutiara ular sudah bisa di rebut kembali oleh, Mala.
Namun ia belum tahu, jika saat ini Radit sudah pulih dari sakitnya berkat Mala. Hanya saja sampai detik ini, Radit masih bersandiwara seolah ia masih sakit. Ini semua untuk memperdaya Mamah Ani.
Radit dan Mala ingin tahu, apa yang akan di lakukan oleh Mamah Ani selanjutnya.
"Aku masih belum percaya, kenapa juga mamah kandungku jahat kepadaku? padahal selama ini aku selalu saja memuja dirinya," batin Radit.
Mala melihat kegelisahan yang saat ini sedang di landa oleh suaminya. Ia pun mencoba menghampiri suaminya untuk mengetahui apa yang sedang membuat resah suaminya itu.
"Mas, sebenarnya apa yang membuatmu resah seperti ini? coba ceritakan padaky, siapa tahu aku bisa memberikan solusi yang tepat untuk dirimu," tanya Mala dengan lembutnya.
"Mamah, aku sedang memikirkan mamah. Aku sampai detik ini masih juga belum percaya jika mamah tega menyakitiku. Padahal selama ini aku begitu sayang padanya dan juga selalu memujanya," ucap Radit seraya pandangan entah kemana.
__ADS_1
Mala pun mencoba memberikan nasehat pada Radit. Dan ia mengatakan jika saat ini mamahnya memang bukan sebenarnya mamahnya. Mala mengatakan bahwa saat ini Mamahnya sedang terpengaruh oleh suatu roh jahat hingga tak sadar dengan apa yang ia lakukan pada anak kandungnya sendiri.
Pernyataan Mala, malah membuat Radit terkekeh. Karena ia sama sekali tidak percaya dengan hal seperti itu. Membuat Mala merasa heran karena yang ia katakan malah di tertawakan oleh suaminya.
"Mas, apa ada yang aneh dengan apa yang aku katakan barusan? kenapa kamu malah terkekeh seperti itu?" tanya Mala merasa heran.
"Iya, aku sama sekali tak percaya dengan hal seperti itu."
Di dalam hati Mala sempat berkata. Bagaimana jika suatu saat nanti, suaminya tahu jika dirinya ini adalah seekor ular? apakah ia juga tidak akan percaya. Mala juga sempat berpikir, misalkan ia merubah wujudnya di depan Radit. Lantas apakah reaksi yang akan diberikan oleh, Radit?
Hingga pada saat menjelang pagi, di saat Mala berkunjung ke rumah di mana untuk bertempat tinggal Ibu ratu ular dan Uci. Ia pun sempat terkejut, karena saat itu Ibu ratu ular bercerita bahwa Uci pergi entah kemana. Dari semalam belum pulang.
Mala pun memejamkan matanya, ia mencoba menerawang keberadaan Uci tapi tidak begitu terlihat jelas.
__ADS_1
"Bu, terakhir Uci berpamitan akan kemana?" tanya Mala menyelidik.
"Katanya ingin ke rumahmu, terus sudah nggak ada kabar lagi."
Akhirnya Mala pun berpamitan pulang, ia ingin memutuskan untuk menyelidiki semuanya dari rumah Radit. Dan pada saat Mala baru sampai di depan pelataran rumah. Mamah Ani menghadang langkahnya.
"Hem, pasti lagi galau bukan? memikirkan kemana perginya adik semata wayangmu itu?"
Mala memicingkan alisnya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Mamah Ani.
"Oh jadi ini semua karena anda? dimana anda menyembunyikan adikku? cepat katakan!" bentak Mala.
"Hhhaaaaa....sabar menantuku tersayang. Aku pasti akan memberi tahu dimana adikmu itu kok. Tapi ada imbalannya yakni kamu berikan mutiara ular itu padaku! jika kamu ingin adikmu selamat!"
__ADS_1
Sejenak Mala hanya diam mendengar apa yang barusan di katakan oleh Mamah Ani. Karena itu adalah suatu pilihan yang sangat sulit. Mutiara ular terus saja di perebutkan oleh semua mahkluk.