
Damian kembali ke ruang makan dan menghampiri Clara.
"Ayo Clara,kita berangkat.." ujar Damian mengajak Clara dan sesaat melirik datar kearah Sekar.
"Ah..iya kak." jawab Clara langsung beranjak bangkit dan mengikuti Damian dari belakang.
Sekar hanya memandang mereka dengan heran,dan Ajeng pun menghampiri Sekar.
"Sekar.." panggil Ajeng.
Sekar pun langsung beranjak bangkit dan menundukkan kepalanya,seolah memberi hormat pada Ajeng.
"Iya nyonya." jawab Sekar.
"Mulai sekarang,kau sudah boleh bekerja disini..Saya harap kau betah bekerja disini..Dan jangan sungkan untuk bertanya,kalau ada hal yang tidak kau mengerti..Kau bisa bertanya pada bi Imah atau sama saya sendiri..apa kau mengerti??" ucap Ajeng menjelaskannya panjang lebar.
Sekar pun langsung tersenyum mengangguk.
"Iya nyonya..terima kasih sudah memberi saya pekerjaan..Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang baik seperti nyonya..terima kasih nyonya.." ucap Sekar langsung menunjukkan sikap bahagianya.
Ajeng pun membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Saya lah yang seharusnya berterima kasih dan bersyukur padamu..karena jika tidak bertemu denganmu mungkin saya tidak akan hidup sehat sampai saat ini.." balas Ajeng berterima kasih padar Sekar.
"Itu semua sudah diatur sama Tuhan nyonya..Dan saya pun merasa bersyukur karena akhirnya saya mendapatkan pekerjaan..tadinya saya sudah merasa putus asa dan ingin kembali ke kampung kalau saya tidak ada pekerjaan nyonya.." jelas Sekar.
"Ya,ini keberuntungan mu dan balasan untuk orang baik seperti mu..Kalau begitu,ayo saya antar kan ke kamar mu,sekalian kau bisa melihat setiap tempat di rumah ini." ujar Ajeng mengajak Sekar ke kamar belakang.
Sekar langsung mengangguk dan menuruti ajakan Ajeng.
...****************...
Tiba dikantor,Damian langsung menghempaskan tubuhnya dikursi kerjanya dengan kasar.
"Kau kenapa??" tanya Reza penasaran.
Damian yang melirik langsung menarik nafas panjangnya.
"Pagi-pagi ibuku sudah membuat mood ku buruk." jawab Damian datar.
"Kenapa??apa yang sudah dilakukan ibumu??"tanya Reza makin penasaran.
"Dia menerima orang asing bekerja di rumah kami sebagai pembantu,dan orang itu ternyata orang yang pernah menolong ibuku." jawab Damian menjelaskan..
__ADS_1
"Lalu apa yang membuatmu kesal??"tanya Reza lagi.
"Aku menentangnya,kenapa harus orang itu yang bekerja dirumah kami..karena aku tidak suka dengannya."jawab Damian lagi.
"Kau tidak suka,karena kau mencuriganya??" hanya Reza menebak.
"Bukan mencurigainya,hanya saja melihat wajahnya membuatku tidak suka..Aku seperti pernah melihatnya tapi aku lupa..dan aku pernah bertanya dengannya,tapi dia jawab tidak pernah bertemu denganku..hal itu membuatku tidak suka." jelas Damian.
"Hanya begitu saja kau tidak suka??apa bedanya dengan curiga??itu sama kau sedang mencurigai dia..Apa ibumu menyukai orang itu??"
"Ya..ibu ku seolah merasa berhutang budi padanya."
"Dia seorang gadis kan??"tanya Reza menebak lagi.
"Ya." jawab Damian singkat.
"Pantas saja ibumu menerima gadis itu,karena pertemuan nya yang sudah menyelamatkan nyawa ibumu.. tapi tidak ada salahnya kalau ibumu membalas hutang budinya dengan menerima gadis itu sebagai pembantu,kenapa kau harus menentangnya??apa ada yang kau khawatirkan??selain alasan itu??" tanya Reza memastikan.
Sebab Damian sudah pernah menceritakan siapa Sekar.
Sesaat Damian terdiam dan menoleh kearah Reza tanpa menjawab.
__ADS_1