
"Sudah Clara lebih baik kau tidak usah ikut campur..biar ibu selesaikan masalah ini dengan Sekar." ujar Ajeng mencoba menyuruh Clara untuk tidak melibatkan dirinya.
"Bagaimana aku tidak ikut campur bu,melihat dia mulai kurang ajar sama ibu." ujar Clara pada Ajeng.
"Kau memang seharusnya tidak usah ikut campur Clara..Ini bukan urusan mu,sebaiknya urus saja urusan mu sendiri.." sahut Sekar menegur Sekar.
"Heuh..Ternyata kau benar-benar sudah menunjukkan sifat asli mu ya..Berlagak jadi perempuan yang sopan dan santun ,tapi rupanya tidak ada bedanya dengan perempuan berandalan." sindir Clara dengan kata sengit nya.
"Apa kata mu..!!" seru Sekar emosi dan langsung ingin menampar balik Clara.
Tapi tanpa diduga seseorang menahan tangan Sekar yang akan menampar wajah Clara.Membuat Sekar langsung menoleh kearah seseorang yang sudah menahan tangannya.
"Sedikit saja kau menyentuh adik ku,aku tidak akan segan mengusir mu sekarang juga dari rumah ini." sahut Damian langsung menatap tajam kearah Sekar dan menghempaskan tangannya secara kasar.
"Damian..-" seru Ajeng yang kaget melihat dia tiba-tiba muncul.
Sekar pun semakin kesal melihat situasinya sekarang.Melihat mereka yang kini ingin menyerang dirinya.
"Kenapa??kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini??disini aku cuma korban,kenapa harus aku yang dibenci??sikap ku seperti ini karna aku merasa tidak dihargai sama kalian semua..huaaa..hiks.."ungkap Sekar yang tiba-tiba meluapkannya dengan histeris.
"Berhenti lah bersandiwara,aku tahu kau masuk ke keluarga ini karena kau memiliki tujuan yang sebenarnya.."sahut Damian yang kini memojokkan Sekar.
Ajeng pun mulai bingung dengan ucapan Damian.
"Apa maksud mu Damian??" tanya Ajeng.
Damian yang tidak menjawab justru menuju ke dapur dan kembali bersama bi Imah.
Semakin membuat Ajeng dan Clara semakin bingung dengan melihat Damian kembali bersama bi Imah.
"Bi Imah,aku ingin bibi mengakui satu hal." ujar Damian pada bi Imah.
"Soal apa tuan??" tanya bi Imah dengan gelagat yang gugup.
__ADS_1
"Tolong jawab pertanyaan ku dengan sejujurnya..Apa hubungan mu sebenarnya dengan perempuan ini??" tanya Damian yang sesaat melirik tajam kearah Sekar.
"Sa..Saya tidak ada hubungan apa-apa dengan nona Sekar tuan." jawab bi Imah.
"bi Imah,tolong jangan berbohong pada saya..Katakan yang sebenarnya,dari pada bibi pada akhirnya akan menyesal..karna aku sudah tahu semua kebusukan yang sudah bibi tutupi selama ini dari kami.." ujar Damian dengan menginterogasi bi Imah.
Bi Imah pun mulai terlihat ketakutan dan tidak berani menjawab pertanyaan Damian.
Bagaimana tidak,jika apa yang dituduhkan Damian benar-benar mengarah padanya.Kecurigaan Damian selama ini tentang Sekar ternyata sudah mendapatkan jawabannya,terlebih dengan bi Imah yang juga berkaitan dengan Sekar.
"Maaf tuan,bi Imah benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti apa maksud tuan.." jawab bi Imah yang masih memilih tidak mengaku.
"Baik,kalau bibi masih tidak mau mengaku..bersiap-siap saja sebentar lagi pihak polisi akan datang menangkap kalian berdua..Karna sudah melakukan percobaan pembunuhan atas kecelakaan yang menimpa Widia..Termasuk kau sendiri perempuan penipu.." ungkap Damian membongkar semua rahasia yang selama ini telah ditutupi Sekar dan bi Imah.
Seketika membuat mereka langsung terkejut setelah mendengar ungkapan Damian.
"Maaf tuan,kenapa tuan menuduh saya tanpa bukti??saya dan nona Sekar tidak memiliki hubungan apa pun..Kenapa tuan melibatkan saya,menuduh yang tidak pernah saya lakukan??saya selama ini cuma bekerja di keluarga ini tuan." ucap bi Imah yang langsung membela diri.
"Menuduh tanpa bukti??apa bibi pikir saya bodoh..justru kalian lah yang bodoh..Berani nya mencoba membodohi kami dengan bersandiwara seolah kalian tidak ada hubungan apa pun..tapi ternyata kalian adalah seorang ibu dan anak??apa bibi masih ingin bilang tidak ada kaitannya dengan perempuan ini??" ungkap Damian lagi.
"Tutup mulut mu perempuan sialan..!!selama ini aku sudah berusaha sabar melihat tingkah mu yang sangat munafik." sentak Damian pada Sekar.
Membuat Sekar langsung tertunduk dan terdiam.
"Damian apa kau serius mereka sudah mencoba menipu kita??ibu masih tidak yakin kalau bi Imah melakukan ini semua sama kita.."tanya Ajeng pada Damian.
"Ibu tanyakan saja langsung pada dia..aku mengatakan ini bukan asal bicara,tapi aku sudah mencari tahu semua tentang mereka ..mereka pikir mereka bisa menutupi semua ini dengan mulus,mereka tidak sadar kalau sesuatu yang bau ditutupi pasti akan tercium juga." jawab Damian menyindir Sekar dan bi Imah yang sudah tertunduk diam.
"bi Imah,katakan pada saya apa benar yang dikatakan Damian??apa bibi sudah menipu saya selama ini??" tanya Ajeng yang kini bertanya pada bi Imah.
Bi Imah justru memilih tetap diam dan tidak dan tidak mau menjawab pertanyaan Ajeng.
Ajeng yang merasa tidak sabar langsung menggoyangkan kedua pundak bi Imah untum menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
"Ayo jawab bi,kenapa diam saja?" tanya Ajeng mulai emosi.
"Sekar,apa benar bi Imah adalah ibu mu??kau bilang kau adalah gadis yatim piatu,lalu bi Imah ini siapa?kenapa kau menipu kami semua ??" tanya Ajeng kini pada Sekar yang semakin emosi.
Sekar pun sama dengan bi Imah memilih diam dengan kepala menunduk.
"Tega sekali kalian menipu ku..setelah apa yang ku lakukan pada kalian..kenapa kalian membalas ku seperti ini..!!" sentak Ajeng meluapkan seluruh emosinya.
Damian dan Clara hanya bisa melihat dan membiarkan Ajeng melampiaskan emosinya pada Sekar dan bi Imah.Clara pun tidak menyangka jika bi Imah ternyata ikut menipu keluarganya.Yang padahal Clara sudah menganggap bi Imah seperti keluarga sendiri.
Tidak berapa lama pihak polisi pun datang.
"Selamat malam pak.." sapa salah satu seorang pihak polisi pada Damian.
"Selamat malam pak,silakan bapak tangkap kedua orang ini..mereka sudah menipu kami,dan dia yang sudah menyebab istri saya kecelakaan sampai saat ini mengalami koma." ujar Damian menjelaskan pada pihak polisi.
"Baik pak..brogol mereka." sahut pihak polisi menyuruh bawahannya.
Mereka pun mengangguk dan langsung memborgol Sekar dan bi Imah.
"Mas,kenapa kau melakukan ini padaku. bukan aku yang menyebabkan Widia kecelakaan..bagaimana bisa kau menuduh ku tanpa bukti..tolong lepaskan aku.." sahut Sekar yang kini memohon pada Damian.
"Kau jelaskan saja nanti pada pihak polisi,karna aku melaporkan mu sudah sesuai bukti yang jelas." jawab Damian dengan sinis.
"Tapi kau tidak bisa melakukan ini padaku mas..!!" ucap Sekar yang histeris.
begitu juga dengan bi Imah yang langsung berontak dan ketakutan saat kedua tangannya sudah diborgol.
"Nyonya,tolong jangan lakukan ini pada saya..hiks..saya bisa jelaskan nyonya..saya menyesal nyonya..tolong bebaskan saya nyonya..huaa." isak bi Imah yang mulai menangis dan memohon.
"sudah terlambat bi Imah,kau sudah mengecewakan saya..saya sudah menganggap mu sebagai keluarga saya,tapi kau justru mengkhianati dan menipu saya.." jawab Ajeng dengan nada benci.
"Bawa langsung saja mereka pak." ujar Damian menyuruh pihak polisi membawa Sekar dan bi Imah ke kantor polisi.
__ADS_1
Sekar dan bi Imah yang terus berontak akhirnya tidak bisa berbuat apa pun saat pihak polisi sudah memasukkan mereka ke dalam mobil polisi.Dan mereka pun akhirnya meninggalkan kediaman Damian dan juga dipenjara untuk waktu yang cukup lama.