Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma

Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma
Part 27


__ADS_3

Siangnya Ajeng mengunjungi kediaman orang tua Widia.Tidak tahu apa tujuannya,tapi Ajeng sepertinya sangat ingin bertemu dengan Nurmala ibu Widia.


Ajeng pun langsung disambut oleh Nurmala.


"Ibu Ajeng,tumben datang kesini tanpa memberitahu saya dulu..silakan masuk." ujar Nurmala menyambut Ajeng.


Ajeng hanya memasang wajah datar tanpa senyuman ramah.


"aku mau langsung saja,tidak perlu berbasa-basi lagi.." ujar Ajeng dengan raut wajah ketus.


Membuat Nurmala sesaat memandang Ajeng dengan bingung.


"Aku ingin Damian dan Widia berpisah." ungkap Ajeng dengan tegas.

__ADS_1


Sontak membuat Nurmala terkejut dengan ucapan Ajeng.


"Berpisah??kenapa??apa yang terjadi??kenapa ibu tiba-tiba mengatakan hal ini??"tanya Nurmala yang bingung.


"Karna aku tidak mau Damian terus hidup bersama anak mu yang sudah koma itu.."jawab Ajeng dengan tegas.


"Tunggu bu,kenapa harus ibu yang mengatakan ini??sementara Damian tidak bicara apa pun pada saya tentang hal ini."


"Karna aku yang ingin Damian berpisah dari anak mu..aku merasa kasihan pada Damian,karena harus mengorbankan semuanya hanya demi menunggu Widia yang tidak tahu kapan akan sadar..Untuk apa Damian menghabiskan waktu yang tidak tahu kapan menunggu anak mu bangun dari komanya.."


"Tapi tetap saja aku tidak terima dengan ini semua..aku ingin mereka berpisah..!!"


"Maaf bu Ajeng..untuk hal ini saya tidak bisa ikut campur..Semua keputusan ada ditangan Damian,kita sebagai orang tua tidak berhak mengatur atau pun ikut campur..jika memang ini kemauan Damian,seharusnya Damian sendiri yang mengatakannya langsung pada kami..Bukan melalui ibu..Jadi saya harap ibu jangan memaksa saya untuk menyuruh Damian berpisah dengan Widia..Karna saya tahu Damian orang yang tulus pada Widia.." jelas Nurmala dengan tegas.

__ADS_1


"justru Damian tidak akan mau,makanya aku sendiri yang ingin mengatakan langsung pada anda..biarkan Damian berpisah dengan Widia,karna Damian berhak bahagia dengan kehidupannya dari pada membuatnya terus terpuruk menunggu anak mu yang tidak tahu kapan akan sadar.."


"Kalau menurut ibu begitu,saya ingin Damian yang mengatakan langsung pada saya..Saat Damian melamar Widia,dia secara langsung meminta ijin pada kami untuk menikahinya,dan jika ingin mengakhiri pernikahannya dia juga harus katakan sendiri pada kami..saya tidak akan menerima jika hanya dari ibu Ajeng sendiri.."


"Seharusnya ibu tahu,pernikahan itu sakral yang tidak boleh berpisah tanpa alasan.Saya tahu Damian sangat mencintai Widia,jadi saya yakin Damian tidak akan mengakhiri pernikahannya,setelah apa yang mereka lalui selama menjalin hubungan sebelumnya." jelas Nurmala dengan tegas.


"Oh,menurut mu begitu..Kalau pun Damian tidak mau,tapi aku yakin anda sendiri yang pasti akan menyuruh Damian untuk berpisah dengan Widia..Jika aku memberitahukan satu hal yang tidak kau ketahui."


Nurmala pun mengernyitkan tatapannya.


"Apa maksud anda??" tanya Nurmala penasaran.


"Jadi ternyata Damian selama ini masih menyembunyikannya dari anda." ujar Ajeng sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Nurmala pun menatap tajam dan penasaran.


"Kau pasti tidak akan menyangka jika Damian tidak seperti yang kau banggakan." ujarnya lagi.


__ADS_2