Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma

Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma
Part 4


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit,Damian melihat ibu dan sang dokter berada dikamar perawatan Widia.Terlihat sang dokter sedang memeriksa keadaan Widia yang masih dalam keadaan koma.


Damian pun menghampiri ibu Widia dan sang dokter.


"Bagaimana keadaannya dok??apakah masih sama saja??" tanya Damian penasaran.


"Yah..kondisinya masih sama,tidak ada menunjukkan perkembangan sama sekali..banyak berdoa saja,semoga keajaiban datang pada istri anda." jawab dokter menjelaskan.


"Tapi istri saya masih bisa sembuh kan dok?masih ada kesempatan untuk sadar kan??"tanya Damian semakin ingin tahu.


"Serahkan saja sama yang di atas,kami hanya bisa melakukan sesuai kemampuan kami..selebihnya kita hanya bisa berharap pada Tuhan untuk kesembuhan istri anda.." jawab sang dokter.


"Begitu..baik dok terima kasih.." ucap Damian pada sang dokter.


Sang dokter mengangguk dan meninggalkan mereka.Damian pun menarik nafas panjangnya sambil menatap Widia dengan penuh prihatin.


Nurmala yang melihat juga ikut menghela nafas melihat kesabaran Damian yang selalu ingin tahu keadaan anaknya.

__ADS_1


"Damian,ibu harap kau tetap kuat nak..Ibu sangat berterima kasih karena kau begitu sabar menemani Widia selama disini."sahut Nurmala.


Damian langsung menoleh kearah Nurmala.


"Sudah seharusnya bi,dia adalah istri ku..Aku akan selalu mendampinginya biar bagaimana pun keadaannya." jawab Damian.


"Tapi ibu juga merasa kasihan padamu,kau sudah banyak mengorbankan semuanya demi Widia.. Ibu sangat merasa tidak enak melihat mu terus berharap untuk kesembuhan Widia.." ujar Nurmala.


"Bukankah sebuah pernikahan harus menjalaninya dalam suka mau pun duka bu??jadi ini lah yang harus ku jalani,dan aku merasa tidak keberatan jika selalu disisi Widia,walau Widia saat ini masih dalam keadaan koma..Sampai kapan pun aku akan tetap selalu bersamanya bu..Dia adalah wanita pertama dan terakhir ku bu bagaimana pun kondisinya." ungkap Damian panjang lebar.


"Ibu bersyukur memiliki menantu baik seperti mu dan merasa beruntung Widia bisa memiliki suami yang sangat menyayangi dirinya..Semoga semua ucapan mu dapat didengar Widia..Dan membuat Widia segera sadar." kata Nurmala memuji Damian.


...****************...


Ajeng tanpa gusar dengan punggungnya yang merasa sangat sakit.Sekar yang akan berjalan kedepan,tanpa sengaja melihat Ajeng yang sedang memegangi punggungnya.


"Nyonya..Apakah nyonya tidak apa-apa??saya lihat nyonya sepertinya sedang tidak baik-baik saja??" tanya Sekar yang menghampirinya.

__ADS_1


Ajeng pun menoleh kearah Sekar.


"Ah..iya Sekar..punggung saya hari ini sakit sekali..Mungkin salah tidur..sepertinya saya harus panggil tukang pijat refleksi kerumah."ujar Ajeng memberitahu Sekar.


"Kalau nyonya tidak keberatan,apakah saya boleh memijat punggung nyonya??" tanya Sekar menawarkan dirinya untuk memijat Ajeng.


Ajeng pun seketika heran mendengar ucapan Sekar.


"Kau bisa memijat??" tanya Ajeng memastikan dulu.


"Bisa nyonya,tapi saya tidan tahu apakan pijatan saya enak apa tidak di nyonya." jawab Sekar sambil mengangguk.


"Ya sudah dicoba saja dulu,saya juga ingin tahu bagaimana rasa pijatan mu..Ayo,silakan pijat punggung saya." ujar Ajeng menyuruh Sekar untuk memijat punggungnya.


"Baik nyonya,akan saya coba." jawab Sekar langsung duduk dibelakang Ajeng dan mulai memijatnya.


Beberapa saat dipijat,Ajeng pun dapat menikmati pijatan Sekar yang ternyata nyaman dirasakannya.

__ADS_1


"Sekar,ternyata pijatan mu cukup nyaman juga..Rupanya kau punya bakat memijat juga ya." sahut Ajeng memuji Sekar.


__ADS_2