Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma

Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma
Part 37


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Dengan penantian yang panjang menunggu dengan sabarnya.Wanita yang dicintai Damian yang masih terbaring koma,tanpa diduga menunjukkan keajaibannya.


Perlahan jari Widia mulai bergerak dan matanya pun mulai terbuka.


"Mas.." panggil Widia yang menyebut nama Damian dengan pelan.


Damian yang mendengar langsung menghampiri Widia.


"Sayang..Kau sudah sadar..syukur lah..Aku akan panggil dokter..sebentar." sahut Damian yang langsung keluar kamar memanggil perawat dan dokter.Karna begitu senang dan bersemangat nya,ia sampai lupa jika ada tombol untuk memanggil perawat.


Tidak berapa lama Damian pun kembali sembari menunggu kedatangan dokter dan perawat.


Damian pun tampak tidak bisa berkata apa pun,melihat wanita yang dicintainya kini sudah sadar.perasaan bahagia dan haru kini menyelimuti seluruh hati Damian.Ia begitu bersyukur melihat sang istri akhirnya dapat melewati masa tidurnya yang sangat panjang.

__ADS_1


Air mata Damian pun tidak dapat ditahan,dan seketika menetes begitu saja.Kala melihat wajah Widia yang tidak berubah sama sekali dan dapat melihat dirinya.Tidak bisa dibayangkan jika sesuatu yang tidak ia ingin kan terjadi,dan harus membuatnya kehilangan istri yang sangat ia cintai.Dan kini Damian sangat bersyukur melihat Widia bisa tersenyum sambil memandangi dirinya.


"Terima kasih sayang..kau sudah melewati tidur panjang mu..kau bisa bangun dan membuat ku bisa melihat mu dengan perasaan sangat bahagia..Terima kasih sekali lagi sayang." ungkap Damian sembari mengecup tangan dan dahi Widia dengan lembut.


Widia hanya tersenyum memandangi Damian,yang ternyata masih setia menunggu dirinya dari komanya.


...****************...


Seminggu kemudian..


Tiba dirumah,ia langsung disambut oleh Ajeng ibu mertuanya sendiri.


Ajeng memeluk Widia dengan erat sebelum mengatakan apa pun.Dan bahkan ia menangis saat ia masih memeluk Widia.Hal itu membuat Widia sedikit bingung dan menatap kearah Damian.


"Widia..Hiks..maafkan ibu nak..Maafkan ibu..hiks.." isak Ajeng yang menangis tersedu-sedu.Seakan sedang meluapkan rasa bahagia dan sedihnya

__ADS_1


"Ibu kenapa menangis??aku tidak apa-apa bu.." jawab Widia mencoba menenangkan Ajeng.


Sesaat Ajeng melepaskan pelukannya dan menatap Widia.


"Ibu menangis karna ibu sudah banyak berbuat dosa dengan mu nak..Ibu merasa sangat bersalah pada mu.." ucap Ajeng dengan masih menangis segugukan.


"kenapa ibu harus bilang gitu??ibu tidak salah,ibu jangan merasa bersalah ya.." ucap Widia sambil tersenyum sambil menyeka air mata Ajeng yang membasahi pipinya.


Ajeng kembali memeluk Widia dengan erat.Perasaan yang begitu bersalahnya pada Widia,membuatnya tidak bisa mengungkapkannya pada Widia.Yang tadinya ia ingin mengungkapkan semuanya,tapi akhirnya Ajeng memilih untuk menahan dirinya.


"Ibu janji,mulai sekarang akan memperlakukan mu lebih baik lagi..tidak akan menuntut mu lagi tentang hal kehamilan..ibu akan lebih sering mendukung mu nak..terima kasih kau sudah begitu sabar dan bersikap baik sama ibu." ucap Ajeng panjang lebar sambil menggenggam kedua tangan Widia.


Widia yang merasa bingung dan heran melihat sikap ibu mertuanya yang tidak biasa.Cuma bisa mengangguk sambil tersenyum.Ia bersyukur jika sang ibu mertuanya sekarang lebih baik dari sebelumnya.


Damian dan Clara hanya bisa tersenyum haru melihat ibunya yang sudah berubah.Seakan mendapatkan pelajaran berharga dari apa yang sudah terjadi pada keluarganya.Kini bisa sadar dan akan menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi.

__ADS_1


End..


__ADS_2