
Seharian menyelesaikan pekerjaannya di kantor,Damian bergegas meninggalkan kantor dan menuju rumah sakit.Ia berniat ingin menemani Widia malam ini dan tidak berminat untuk pulang ke rumah.Rasa amarah dan kekesalan yang masih terbayang di pikiran nya,sulit untuk memaafkan atas ulah Ajeng dan Sekar padanya.
Tiba di rumah sakit,ia melihat sang ibu mertua Nurmala dan ayah mertuanya sedang duduk menemani Widia seperti biasa.Melihat kedatangan Damian,Nurmala pun langsung bangkit dan menatap tajam kearah Damian.
Tanpa menyapa sebuah tamparan mendarat ke pipi Damian dengan cukup keras.
Plak..
Sontak membuat Damian sangat terkejut dengan tindakan ibu mertuanya.Sementara ayah mertuanya hanya menghela nafas panjang dan memilih meninggalkan mereka berdua.Karna dia tahu,jika Nurmala sudah menunjukkan kemarahannya,akan sulit ditenangkan olehnya.Tapi dia berharap amarah Nurmala tidak melewati batas pada Damian.
"Ibu..Kenapa menampar ku??"tanya Damian bingung dan kaget.
__ADS_1
"Beraninya kau menyembunyikan hal ini dari kami..untuk apa kau memberi harapan pada kami,kalau ternyata kau tidak bisa menahan perasaanmu..!!" ucap Nurmala mulai membuka suara.
"Apa maksud ibu??aku tidak mengerti." tanya Damian semakin bingung.
"Tidak usah berlagak bingung,kalau sandiwara mu itu sudah berhasil menipu kami..ibu sangat kecewa dengan semua kata-kata omong kosong mu selama ini.." tutur Nurmala meluapkan kekesalannya.
"Sandiwara apa bu??aku sama sekali tidak mengerti..Tolong jelaskan padaku,apa maksud ibu??" tanya Damian yang semakin bingung dengan semua ucapan ibu mertuanya.
Nurmala begitu terkejut saat harus mengetahui,jika Damian sudah menikah lagi dengan gadis lain yang adalah Sekar.Dan ia dengar langsung dari mulut Ajeng sendiri.
Sebelumnya..
__ADS_1
"*Damian sudah menikah lagi tapi masih secara siri..itu sebabnya kenapa aku memintamu menyuruh mereka berpisah..karna Damian sudah menemukan wanita yang lebih baik lagi,yang akan bisa membuat Damian bahagia.." ungkap Ajeng saat masih berdebat dengan Nurmala sebelumnya.
Hal itu membuat Nurmala seakan tidak percaya jika Ajeng mengungkapkan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan.Karna melihat Damian yang benar-benar tulus mencintai Sekar.
Nurmala pun begitu syok hingga tidak bisa berkata apa-apa.Tapi dia justru ingin memastikan kembali dengan meminta penjelasan dari Damian sendiri*.
"Siapa yang mengatakan hal ini pada ibu??"tanya Damian memastikan dulu.
"Tidak perlu kau tahu dari mana ibu mengetahuinya..Jawab saja kenapa hal ini kau sembunyikan dari kami??kalau kau memang sudah tidak mencintai Widia lagi,katakan saja terus terang..jangan menipu kami seperti ini..!!" jawab Nurmala meluapkan emosinya,tanpa peduli bahwa dia sedang berada di samping Widia.
Merasa rahasia telah terbongkar dan bisa menebak jika hal ini pasti ulah ibunya.Damian seketika berlutut dihadapan Nurmala sambil kepala menunduk.Seolah ia ingin mengakui kesalahannya dan menyesal telah melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia inginkan.
__ADS_1
"Maafkan aku bu,aku tidak bermaksud menutupi hal ini dari kalian..karna apa yang sudah terjadi sebenarnya bukan lah keinginan ku..semua terjadi diluar kendali ku dan membuatku tidak bisa mengelak karna ibuku." ungkap Damian dengan berkata apa adanya.