
"Tapi kau sudah ketangkap basah Damian..Kau sudah membuat malu Ibu..dimana ucapan kata-kata mu kalau kau mencintai istri mu??ini apa??kau justru masuk ke kamar Sekar..kau bilang kau tidak suka padanya,tapi kenyataannya kau malah sudah melakukan sesuatu di kamar Sekar." ujar Ajeng menyinggung ucapan Damian.
"Tapi aku berani bersumpah bu,aku tidak melakukan apa pun pada Sekar..Aku tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi.." jawab Damian masih berusaha membela dirinya dengan menjelaskannya pada Ajeng.
"Ibu tetap tidak percaya padamu.. kau ternyata tidak berpendirian..kau sudah mempermalukan ibu. " ucap Ajeng tetap tidak percaya dengan penjelasan Damian.
"Lalu bagaimana aku harus membuktikan kalau aku memang tidak berbuat apa pun dengan gadis itu??"
"Semua sudah terlambat Damian,kau bilang tidak melakukan apa pun..lalu bagaimana perasaan Sekar??dia pasti juga merasa syok..Dia itu gadis baik-baik,ibu justru merasa kasihan padanya."ujar Ajeng.
"Tapi dia juga tidak merasa aku melakukan apa pun padanya bu."
"Tapi tetap saja ibu kasihan padanya."
__ADS_1
"Jadi aku harus bagaimana??aku akan minta maaf padanya dan kasih dia uang agar masalah ini bisa dilupakan." ujar Damian memberi ide.
Plak..
Dengan reflek Ajeng menampar wajah Damian cukup keras.
"Bu..kenapa menampar ku??" tanya Damian terkejut dengan tindakan Ajeng.
"Miris sekali ibu melihat sikapmu seperti ini..Sejak kapan kau merendahkan harga diri wanita??sama saja kau sudah merendahkan harga diri ibumu,apa kau pikir dengan uang semua masalah bisa selesai..!" sentak Ajeng yang emosi.
"Tapi ibu tetap tidak terima kalau kau memandang rendah Sekar..Sekar sudah seperti anak ibu,bagaimana ibu memperlakukan Clara,seperti itu lah ibu memperlakukannya..Jaga ucapan mu.."
Damian pun memandang ibunya tatapan heran.Karna tidak pernah ia melihat sikap ibunya sampai begitu peduli dengan orang yang baru ia kenal.
__ADS_1
"Jadi apa yang ibu inginkan,agar masalah ini bisa dilupakan?" tanya Damian.
"Ibu ingin kau menikahi Sekar." jawab Ajeng dengan tegas.
Seketika Damian begitu terkejut saat mendengar jawaban ibunya.Bak seperti tersambar petir di siang bolong.Sang ibu begitu mudahnya mengatakan jika ingin dirinya menikah dengan Sekar.
"Bu..jangan bercanda..Ini cuma masalah sepele,yang bisa diselesaikan secara mudah..Bagaimana bisa ibu bilang aku harus menikah dengan gadis itu??apa ibu sadar dengan ucapan ib?"
"Ibu tidak bercanda Damian,ibu serius..dari awal ibu sudah bilang,ibu menyukai Sekar..dan tidak keberatan jika kau menikah lagi,terlebih jika menikahi Sekar." jawab Ajeng.
"Jangan bicara omong kosong bu,aku masih memiliki Widia..Widia masih istri sah ku,kenapa kau tega sekali menyuruh ku untuk mengkhianati Widia bu??bukankah ibu sesama wanita??kenapa ibu bisa berkata seperti itu.?" tanya Damian yang begitu heran dan tidak menyangka jika Ajeng bisa menyuruhnya untuk menikahi Sekar.
"Kalau kau tidak bisa meninggalkan Widia,ya sudah kau menikah siri saja dengan Sekar..menikah memiliki dua istri,itu sudah umum terjadi..Yang penting kau adil membagikan waktu mu untuk mereka." ujar Ajeng dengan entengnya mengatakan hal ini.
__ADS_1
Damian kembali terkejut dengan ucapan sang ibu yang begitu meremehkan pernikahan sakralnya dengan Widia,dan menyuruhnya untuk menikah lagi.