
"Tidak nyonya..Saya cuma bisa pijat biasa kalau dikampung nyonya." jawab Sekar.
"Ngomong-ngomong kau belum pernah cerita tentang keluarga mu..bagaimana dengan keluarga mu??" tanya Ajeng mengalihkan topik obrolannya.
Sesaat Sekar menghentikan tangannya saat memijat.Membuat Ajeng langsung menoleh kebelakang dan menatap heran.Saat ia melihat Sekar yang tiba-tiba tertunduk dengan wajah murung.
"Ada apa Sekar??kenapa kau diam??" tanya Ajeng penasaran.
"Sebenarnya saya yatim piatu nyonya,saya tidak memiliki siapa pun..saya tinggal bersama bibi saya,tapi dia orang yang sangat kejam..Saya terpaksa kabur dari kampung karna saya tidak sanggup tinggal bersama bibi saya..Dia selalu menyiksa saya dan bahkan memaksa saya harus menikah dengan pria tua yang sudah beristri 3 nyonya." jawab Sekar menceritakan tentang kehidupan pribadinya.
"Benarkah??malang sekali nasibmu Sekar..Maaf saya tidak tahu kalau kau memiliki kehidupan yang seperti itu,saya turut prihatin." ujar Ajeng yang langsung merasa iba dengan cerita kehidupan Sekar.
"Tidak apa-apa nyonya,sudah menjadi nasib saya sebagai gadis kampung yang yatim piatu." jawab Sekar sambil tersenyum.
Kasihan sekali nasib gadis ini,seandainya aku punya anak laki-laki lagi,mungkin dia sudah ku nikahkan dan ku jadikan menantu ku ' batin Ajeng sambil menatap Sekar dengan serius.
__ADS_1
"Sekar,jika saya boleh bertanya apakah kau mau menikah di usia muda??" tanya Ajeng mencoba menguji Sekar.
Sekar pun menatap bingung dengan pertanyaan Ajeng.
...****************...
Malam harinya,Ajeng menunggu kepulangan Damian diluar teras.Tidak berapa lama sebuah mobil hitam pun memasuki garasi rumahnya.
Ajeng dengan cepat menghampiri Damian.
Damian pun menatap heran.
"Apa maksud pertanyaan ibu??bukankah aku memang selalu pulang jam segini??" tanya balik Damian dan berjalan melalui Ajeng,seolah ingin mengabaikan pertanyaan ibunya.
"Damian,apakah kau tidak pernah berniat ingin menikah lagi??daripada kau membuang waktu mu hanya menunggu Widia sampai sadar??" tanya Ajeng langsung to the point.
__ADS_1
Seketika Damian menoleh dan kembali menatap ibunya dengan heran.Ia begitu terkejut dengan pertanyaannya yang diluar bayangannya.
"Lelucon apa yang sedang ibu bicarakan??jangan main-main dengan ucapanmu bu." tanya Damian yang masih tidak habis pikir dengan ucapan ibunya.
"Ibu serius Damian..Ibu berpikir lebih baik kau berpisah saja dan cari lah wanita lain yang akan membuat hidupmu lebih bahagia..Jangan menghabiskan waktumu hanya untuk menunggu orang yang tidak tahu kapan akan kembali membuka matanya.." ujar Ajeng dengan entengnya.
"Bu, kenapa kau harus membahas itu terus..Kenapa kau memberikan contoh yang tidak mencerminkan sebagai orang tua??sudah ku bilang,aku tidak akan meninggalkan Widia sampai kapan pun..Tolong berhenti untuk omong kosong ini semua bu..!!" sentak Damian mulai kesal dengan semua perkataan Ajeng.
"Karna ibu sangat tidak bisa melihatmu seperti ini terus..ibu ingin kau bahagia,ibu ingin seorang cucu..Mau sampai kapan ibu harus menunggu kalian untuk memiliki anak??sementara istrimu bagaikan mayat hidup,makanya ibu sarankan lebih baik kalian berpisah dan kau cari lagi wanita lain yang bisa memberi ibu seorang cucu..!!" jawab Ajeng membalas perkataan Damian.
"Kalau tujuan ibu hanya ingin cucu,kenapa tidak Clara saja yang disuruh cepat menikah agar bisa memberimu seorang cucu..aku lelah,aku tidak mau berdebat terus dengan mu bu." jawab Damian langsung masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan Ajeng begitu saja.
Ajeng hanya menatap tajam pada Damian.
Anak keras kepala,aku akan berusaha membuat kalian berpisah..!!! batin Ajeng yang begitu kesal dengan sikap Damian.
__ADS_1