
Saat jam makan siang,Damian dan Reza makan siang bersama.
"Bagaimana hubungan mu dengan istri kedua mu??" tanya Reza tiba-tiba membahasnya.
"Jangan menyebut dia istri ku..Karna bagiku istri ku cuma Widia." jawab Damian dengan ketus.
"Haha..Maaf,ku pikir kau sudah menganggap dia sebagai istri kedua mu." ujar Reza tertawa kecil.
"Sampai kapan pun dia bukan istri ku,aku menikahinya karna ibuku.." jawabnya.
"Jadi bagaimana sekarang??apa kau masih bersikap dingin padanya??" tanya Reza ingin tahu.
"Jelas,aku tidak pernah sedikit pun bersikap ramah padanya.Karna melihatnya sebentar saja sudah membuat ku muak." jawab Damian.
"Aku penasaran seperti apa wajah gadis itu..saat ini aku sudah menyuruh orang mencari tahu latar belakang gadis itu..jika ternyata dia memang gadis baik-baik,apa kau akan menerima nya??"
"Tidak..Walau pun dia tidak memiliki niat apa pun,aku tetap tidak akan memberi dia celah sedikit pun..jangan dia pikir dia bisa mendekati ku." jawabnya.
"Lalu bagaimana dengan sikap ibumu?melihat sikap mu dingin pada gadis itu??"
__ADS_1
"Tentu saja dia selalu protes..dan terus menuntut ku untuk memiliki anak dari gadis itu..ibu ku benar-benar sudah gila." gerutunya.
"aku masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran ibu,kau masih memiliki istri sah dan memaksa mu menikah lagi..setelah menuruti permintaannya,sekarang malah nuntut anak dari mu..Ck..ibumu sepertinya sangat terlalu berambisi ingin memiliki cucu." ucap Reza mengomentari ibu Damian.
"Begitu lah,rasanya aku hampir gila menghadapi sikap ibu ku.."
"Kenapa kau tidak memilih pindah saja??sejak dulu kau terus bertahan tinggal bersama ibumu,sementara kau tahu jika hubungan Widia juga tidak begitu baik dengan ibu mu..Sekarang kau malah harus juga menghadapi istri siri mu itu..itu pasti akan lebih menyulitkan mu."
"Bukan aku tidak mau pindah,tapi Widia memang tidak mau..karna ia ingin terus berusaha mendekati ibu ku agar hubungannya bisa lebih dekat.Tapi siapa sangka situasinya jadi seperti ini.."
"Pikirkan saja apa yang terbaik untuk mu..Ku harap semua bisa kau lalui..Tapi aku mengkhawatirkan jika suatu saat Widia sadar."
"Apa kau tidak memikirkan bagaimana jika Widia sadar dan mengetahui kalau ternyata kau sudah menikah lagi..Yang ternyata di dukung juga oleh ibu mu.."
Sesaat Damian terdiam,karna dari awal memang dia sudah memikirkannya.Namun,dia juga tidak bisa berbuat banyak,karna Ajeng yang memaksanya untuk menikahi Sekar.
...****************...
Malamnya..
__ADS_1
Damian baru saja pulanh,Ajeng seperti biasa menyambut kedatangan Damian.
"Kau sudah pulang nak." sapa Ajeng dengan nada ramah.
Damian hanya membalas dengan tatapan datar.Sebab ia sudah malas jika sudah bertatap muka dengan sang ibu.
"Ibu mau minta maaf soal tadi pagi..ibu sadar ibu sudah kelewatan."ungkap Ajeng membuat Damian merasa heran.
Karna tidak biasanya Ajeng mengakui kesalahan.Ajeng yanv memiliki ego yang tinggi dan posisinya sebagai seorang ibu,tidaja akan pernah berpikir untuk mengalah dari Damian sang anak.
"Iya." jawab Damian singkat yang tidak begitu saja percaya dengan penyesalan ibunya.
"Apa kau sudah makan nak?"tanya Ajeng basa-basi.
"Aku sudah makan di luar,aku lelah..aku mau istirahat." jawab Damian yang akan berjalan melalui Ajeng.
"Tunggu nak,minuman lah teh ini..Supaya rasa lelah mu hilang..Ibu membuatkannya untukmu." ujar Ajeng memberikan minuman digelas pada Damian.
Damian yang tanpa merasa curiga,langsung meneguk minuman itu dan mengembalikan gelasnya pada Ajeng.Damian pun meninggalkan Ajeng menuju kamarnya.
__ADS_1
Ajeng hanya tersenyum miring saat Damian sudah menghabiskan minuman yang ia buat tadim