
"Maaf,kau siapa??" sahut Nurmala menegur seseorang tersebut.
Yang seketika membuat seseorang itu terkejut dan menoleh kearah Nurmala.
"Ah..Selamat siang nyonya." sapa seseorang itu dengan ramah pada Nurmala.Dan membatalkan rencana nya untuk melepas alat pernafasan pada Widia.Karna terlanjur Nurmala yang sudah melihat dirinya.
"Ya siang..Kau siapa??apakah kita saling kenal??" tanya Nurmala.
"Perkenalkan saya adalah teman lama Widia,saya kesini hanya untuk menjenguk Widia..tapi saya harus pergi sekarang,dan saya turut prihatin dengan musibah yang terjadi pada Widia ." kata seseorang itu sebelum pergi.
"terima kasih untuk perhatian kamu,tapi kalau boleh tahu nama kamu siapa??sepertinya saya baru melihat mu??" tanya Nurmala gang merasa penasaran dengan seseorang itu.
"Saya cuma teman masa SMA Widia dulu,maaf saya harus pergi sekarang..saya tidak bisa mengobrol lama dengan anda..permisi." jawab seseorang itu langsung pergi.
Membuat Nurmala menatap heran dan bingung dengan gelagat seseorang yang pergi dengan terburu-buru nya.
"Siapa wanita itu??sepertinya aku tidak pernah melihatnya.." ujar Nurmala yang merasa penasaran dengan sosok asing yang tidak pernah Nurmala lihat sama sekali.
Sementara seseorang itu pergi dengan perasaan yang sangat kesal.
"Sial..kenapa ibunya harus muncul..padahal sedikit lagi aku bisa menyingkirkan Widia .Brengsek..!! umpat ia yang begitu jengkel.
Damian yang akan menuju rumah sakit,lagi-lagi tanpa sengaja melihat sosok wanita yang tidak asing baginya.
__ADS_1
"Dia..-" seru Damian yang sesaat menghentikan langkah kakinya.
Merasa tidak begitu yakin dengan yang ia lihat,Damian mengejar sosok orang itu untuk menegur dan menahannya agar tidak pergi.
"Hei.. tunggu.." seru Damian menyuruh sosok orang itu untuk berhenti.
Seketika membuat seseorang itu menghentikan langkahnya dan diam mematung.Karna ia begitu terkejut saat mendengar suara Damian yang sangat tidak asing untuknya.
"Kau,kenapa bisa disini.??" tanya Damian pada sosok orang itu yang tidak lain adalah Sekar sendiri.
Sekar yang merasa terjebak dengan situasi yang tidak tepat,dengan terpaksa menoleh kearah Damian.
"Mas Damian.." ujarnya sambil menunjukkan senyuman datar.
"Aku,aku hanya sedang menjenguk teman ku disini." jawab Sekar terpaksa berbohong.
"Teman katamu??" tanya Damian memastikan lagi.
"I..Iya mas..teman ku sedang di rawat disini." jawab Sekar dengan gelagat yang gugup.
"Heuh..Apa kau sedang bercanda??" tanya Damian dengan nada tidak percaya.
Sesaat Sekar menatap Damian.
__ADS_1
"tidak mas,teman ku memang sedang dirawat disini." jawab Sekar.
"Kau mau berusaha mengelabuhi ku??kau pasti di suruh ibu bukan??atau kau tahu Widia dirawat disini dari ibu ku??" tanya Damian menebak.
"Tidak mas,aku benar-benar menjenguk teman ku disini." jawab Sekar yang masih berusaha berbohong dan menutupi semuanya.
"Jangan bohong..!!" sentak Damian dengan nada tinggi.
Membuat Sekar sesaat terkejut dengan bentakan Damian yang cukup keras.
"kau pikir aku bodoh..!! kau bilang kau datang dari kampung,apa mungkin kau punya teman yang dirawat di rumah sakit ternama??jawab dengan jujur,atau aku akan memberi mu perhitungan..!!" ucap Damian memberi peringatan.
Sekar pun menjadi ketakutan dengan kepala menunduk.
Ia pun mulai bingung harus bicara apa,karena Damian mencurigai dirinya.
"Cepat jawab..!!jangan berpura-pura seperti orang bodoh..!!" sentak Damian lagi.
Ah sial..bagaimana aku menjawabnya..dia pasti akan marah jika aku mengatakan yang sebenarnya..'batin Sekar yang bingung.
"Maaf mas,aku buru-buru..nanti saja di rumah aku jelaskan ..aku pergi.." jawab Sekar yang justru memilih kabur dan meninggalkan Damian begitu saja.
"Kau..-" seru Damian yang tidak bisa berkata apa pun dan tidak berniat untuk mengejar Sekar yang sudah pergi dengan cepat.
__ADS_1
"Tunggu saja,aku tidak akan melepas mu gadis penipu.." ujar Damian memilih menuju kedalam rumah sakit.