Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma

Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma
Part 13


__ADS_3

Menjelang pukul 10 malam..


Sekar dengan ragu berjalan kearah kamar Damian.Perasaannya yang takut karna akan harus menghadapi sikap Damian yang dingin dan ketus.Sampai akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Damian.


Tok..Tok..


Sekar pun mengetuk pintu dengan pelan.


Pintu pun terbuka dan terlihat Damian yang berdiri dihadapannya.Membuat Sekar sesaat terhanyut akan ketampanan yang dimiliki Damian.Karna dapat melihatnya dengan jarak yang begitu dekat dan bisa memperhatikannya.


"Ada apa?" tanya Damian langsung menunjukkan sikap dinginnya.


"Ma..maaf tuan kalau saya menganggu waktu istirahat tuan..Saya kesini cuma ingin mengambil pakaian kotor tuan saja..Kata bi Imah setiap malam saya harus memintanya pada tuan." jawab Sekar dengan gugup dan menunduk.


Damian pun langsung menutup pintu kamarnya.Dan beberapa saat ia membukanya kembali sambil memberikan keranjang baju kotornya pada Sekar.

__ADS_1


Sekar pun langsung menerimanya dan ingin mengatakan terima kasih pada Damian.


"Te..terima ka -" ucap Sekar yang belum sempat melanjutkan kalimatnya,Damian langsung menutup pintu kamarnya.Membuat Sekar langsung terkejut sambil menghela nafas.Ia tidak mengira jika akan menghadapi sikap Damian yang begitu dingin padanya.


Seakan Sekar pernah berbuat salah padanya,tapi kenyataannya sikap Damian sama sekali tanpa alasan harus bersikap begitu padanya.


Sekar pun berjalan kebelakang dengan kepala menunduk.


...****************...


Damian kebetulan sedang libur dan memilih ingin ke rumah sakit untuk menemani Widia.


Tapi Ajeng yang tahu dengan kebiasaan Damian,langsung menghampirinya.


"Apa kau mau pergi kerumah sakit lagi??"tanya Ajeng pada Damian.

__ADS_1


"Menurut ibu??ini hari libur ku,kesempatanku untuk menemani Widia seharian." jawab Damian sambil bersiap-siap.


"Apa kau tidak bisa meluangkan waktumu untuk ibu atau untuk Clara??kami ini kan juga keluarga mu,bukan cuma Widia saja yang harus kau perhatikan..Dia hanya terbaring koma,tidak harus menemaninya sampai seharian Damian..dan lagi pula,dia masih punya orang tua,biarkan saja orang tuanya yang menemaninya."ucap Ajeng yang protes.


Dan tanpa sengaja Sekar pun mendengarkan semua apa yang dikatakan Ajeng dari kejauhan.


"Bu..Tolong berhenti mengatakan seolah Widia itu bukan istriku lagi..Kenapa sikap mu jadi seperti ini??kenapa seolah ibu ingin menyalahkan Widia..Dia itu istriku bu,menantu mu bukan orang lain..Sudah pasti dia lebih ku utamakan.. jangan menganggap apa yang terjadi pada Widia adalah beban untuk kita..Kalau ibu tidak bisa membuatnya tersadar,setidaknya jangan mempengaruhi pikiran ku untuk menjauhinya.." jawab Damian langsung menentang perkataan Ajeng dan lebih memihak pada Widia.


"Jelas saja,dia sudah seperti mayat hidup..apa lagi yang kau harapkan dari nya??dia bahkan tidak bisa memberikan mu keturunan..Lebih baik kau melepaskannya dari pada kau bertahan dengan istri yang hanya akan menjadi beban mu selamanya.."


"Kau harus ingat juga,kalau suatu saat dia akan sadar,belum tentu dia akan mengingatmu..Sebelum kau menyesal lebih baik kau pikirkan dari sekarang Damian..Ibu tidak mau perjuangan mu mempertahankannya akan berujung sia-sia. ibu mengatakan ini semua karna ibu mengkhawatirkan mu." ucap Ajeng panjang lebar dengan menasehati Damian.


Damian pun mengucap wajahnya dan menarik nafas panjangnya.


"Ibu tidak perlu mengkhawatirkan ku,sampai kapan pun Widia tetap wanita yang sangat ku cintai..dan tidak akan mengubah rasa cinta ku padanya..ini peringatan terakhir ibu,tolong berhenti mencampuri rumah tangga ku apa lagi berkomentar tentang Widia." jawab Damian dengan tegas dan langsung pergi.

__ADS_1


Ajeng yang melihat hanya mendengus kesal.Sementara Sekar yang sudah mendengar semua perdebatan mereka,memilih kebelakang tanpa Ajeng tahu.


__ADS_2