Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma

Pembantu Pengganti Istriku Yang Koma
Part 32


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Pada saat Ajeng dan Sekar sedang pergi keluar.Damian yang kebetulan sedang ke kantor,berniat ingin menemui bi Imah di belakang.


"Bi Imah,aku perlu bicara dengan mu." ujar Damian dengan nada serius dan meninggalkan bi Imah menuju ruang depan.


Bi Imah pun langsung menoleh dan mengangguk.


"Baik tuan." jawab bi Imah meninggalkan pekerjaan nya sesaat.


Ia pun menemui Damian diruang tengah.


"Ada apa tuan??" tanya bi Imah.


"Duduk ." ujar Damian memberi perintah.


Bi Imah pun menurutinya dan duduk didepan hadapan Damian,yang sedang menatap dirinya dengan tajam.


"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan pada mu." ujar Damian.


"Tentang apa tuan?'' tanya bi Imah ingin tahu.

__ADS_1


"Apa hubungan mu dengan Sekar?"tanya Damian.Karna ia merasa curiga dengan bi Imah,karna ia sempat melihat Sekar bersamanya.


"Ma..maksud tuan??" tanya bi Imah yang merasa tidak mengerti.


"Jawab saja bi,jangan buat aku mencari tahu tentang hubungan kalian.. Dan membuat kalian akan menyesalinya.. Bukankah bibi sudah lama bekerja dengan keluarga ku??" kata Damian berusaha bersikap tenang dan tidak ingin membuat bi Imah merasa takut.


Bi Imah pun membalasanya dnegan sikap tenangnya juga.


"Maaf tuan,saya dan nona Sekar tidak memiliki hubungan apa pun..saya baru mengenal nona Sekar saat nyonya membawanya kesini dan bekerja disini sebelumnya.'' jawab bi Imah menjelaskan.


"Lalu apa yang kalian bicarakan tempo hari di luar sana??kalian terlihat seperti sangat akrab..bagaikan anak dan ibu..'' tanya Damian yang masih mencurigai bi Imah.


"Oh itu,kami hanya mengobrol biasa tuan..kami kebetulan pergi keluar bersama-sama,karena nona Sekar merasa bosan,jadi meminta saya untuk menemaninya.'' jawab bi Imah menjelaskan lagi.


"Ya tuan,saya sudah mengatakan yang sebenarnya.jika tuan tidak yakin silakan tuan tanyakan langsung oleh nona Sekar.'' jawab bi Imah.


"kau boleh pergi.'' kata Damian memberi perintah.


Bi Imah hanya mengangguk dan langsung meninggalkan Damian.


Sementara Damian hanya memandang bi Imah yang sudah pergi dengan perasaan yang masih mencurigainya.

__ADS_1


Aku yakin bi Imah pasti ada hubungannya dengan gadis itu..jangan pikir kalian bisa membodohi ku.' gumam Damian.


Damian pun beranjak bangkit dan pergi menuju suatu tempat.


**********


Rumah sakit..


Nurmala masih menemani Widia sendirian tanpa ditemani oleh sang ayah Widia atau Damian.


Dan sesaat Nurmala meninggalkan Widia sejenak untuk keluar sebentar.Saat Nurmala sudah meninggalkan kamar perawatan Widia.Seseorang pun memasuki kamar perawatan Widia,tanpa sepengetahuan siapa pun.


Seseorang itu berjalan dengan pelan menghampiri Widia yang masih terbaring koma.


''Bagaimana bisa kau bisa selamat Widia??seharusnya kau sudah mati dan tidak harus menyiksa hidup mu dengan seperti ini." ucap seseorang dengan suara yang pelan sambil menatap Widia dan tersenyum miring.


"Karna mu aku jadi sulit mendapatkan apa yang selama ini sudah ku inginkan.. Jadi bagaimana jika aku membantu mu untuk lepas dari penderitaan dengan alat-alat ini.'' ujarnya sesaat melirik ke arah alat ventilator yang menyambungkan dan membantu Widia untuk bernafas dalam kondisi yang masih koma.


Seseorang itu yang tadinya tersenyum miring kini berubah menjadi tersenyum sinis dan menatap tajam.


Tanpa berkata apa-apa lagi,ia berniat ingin mencabut alat pernafasan yang terpasang di mulut Widia.Dengan tujuan agar Widia mati secara perlahan dan tanpa ada yang tahu.

__ADS_1


Tapi..


__ADS_2