
"Kalau aku diposisi kak Damian,mungkin aku akan bersikap yang sama bu..Karna ini seperti aneh buat ku,bagaimana bisa ibu ingin menikahkan Sekar dengan kak Damian..Jujur aku masih tanda tanya apa yang sebenarnya terjadi.. kak Damian sama sekali tidak mau bercerita padaku." ujar Clara.
"Panjang ceritanya,pernikahan ini tidak akan terjadi jika bukan dari campur tangan ibu sendiri." ucap Ajeng dengan serius.
"Maksud ibu??"tanya Clara yang penasaran.
"Tapi ibu minta kau merahasiakan ini semua dari kakak mu,karna cuma kau yang ibu percaya untuk jaga rahasia ini." ujar Ajeng menatap Clara.Sementara Clara hanya memandang bingung dan mengikuti arahan ibunya.
...****************...
Damian langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya sambil menarik nafas panjangnya.
"Ini benar-benar gila..kenapa semua ini bisa terjadi..aku merasa ini seperti jebakan ibu ku." ujar Damian langsung berpikir tentang ibunya.
Damian langsung mengambil ponsel di atas mejanya dan menghubungi Reza temannya.
"Halo." sahut Reza di sana.
__ADS_1
"Kau dimana??" tanya Damian.
*
*
Ajeng yang sudah berbicara ada Clara,kini berjalan ke kamar Sekar.Ia pun mengetuk pintu kamarnya.
Tok..Tok..
"Sekar,apa kau menangis nak??"tanya Ajeng langsung panik melihat raut wajah Sekar.
Sekar pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Jangan bohong sama ibu nak..Ibu tahu kau pasti habis menangis kan??" tanya Ajeng lagi yang tidak percaya.
"Maaf bu..Hiks." jawab Sekar dengan sedikit terisak.
__ADS_1
Ajeng langsung memeluk tubuh Sekar sambil mengusap punggungnya.
"Maaf kan ibu ya nak,maafkan juga Damian..sudah membuat mu seperti ini." ucap Ajeng yang merasa sedih melihat Sekar.
"Tidak apa-apa bu..Ibu jangan minta maaf padaku,memang posisi ku yang tidak pantas diterima sebagai istri tuan Damian.. terlebih tuan Damian sudah memiliki istri..Rasanya aku semakin merasa bersalah karna cuma akan menjadi duri dalam rumah tangga tuan Damian bu." jawab Sekar.
"Kau tidak boleh bilang begitu,walau pun Damian menikahi mu secara siri dan istri kedua,tapi ibu tetap menganggap mu sebagai menantu utama ibu..Jangan pikirkan tentang istri Damian,dia saat ini sudah sekarat..ibu sudah tidak menganggapnya sebagai menantu ibu." ujar Ajeng tanpa memikirkan keadaan Widia.
Sesaat Sekar terdiam.
"Fokus dan berusaha lah mengambil hati Damian..agar Damian bisa merubah perasaannya dan bisa menerima mu sebagai istrinya..Ibu pasti akan membantu mu,dengan begitu Damian pasti akan membuka hatinya untuk mu dan akan melepas istri pertamanya." ujar Ajeng memberi harapan pada Sekar.
"Bagaimana caranya agar tuan Damian akan membuka hatinya untuk ku bu??sementara aku masih merasa sangat bersalah,aku takut dianggap perusak dalam rumah tangga orang bu.." ujar Sekar yang bingung.
"Jangan pikirkan hal itu,orang tidak akan ada yang tahu Damian masih bersama istri pertamanya atau tidak..Mereka cuma akan tahu jika dia sudah menikah lagi dengan mu dan kau akan dianggap sebagai istri satu-satunya..Dan untuk membuka hatinya Damian,kau harus cepat hamil..Dengan begitu ibu yakin Damian pasti akan cepat membuka hatinya untukmu,karna kau memberikan keturunan untuknya." jawab Ajeng memberi ide pada Sekar.
"Ha..Hamil bu??" tanya Sekar terkejut.
__ADS_1