
Damian bergegas menuju rumah sakit setelah sang ibu memberi tahu nya,jika Widia mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit.
Damian tampak begitu takut dan panik,pikirannya pun kacau memikirkan keadaan Widia.
Tiba di rumah sakit,ia pun melihat sang ibu sang berdiri didepan ruang IGD.
Damian pun langsung menghampiri ibunya.
"Bu,apa yang sudah terjadi pada Widia?kenapa dia bisa kecelakaan?"tanya Damian begitu paniknya.
"Ibu juga tidak tahu,ibu hanya tahu kalau Widia mengalami kecelakaan..Tidak ada yang tahu,apa penyebab dari kecelakaannya..dokter sekarang sedang menanganinya." jawab Ajeng menjelaskan.
"Oh Tuhan..Apa yang sudah terjadi padamu Widia..kenapa kau bisa seperti ini." ujar Damian sambil menghempaskan tubuhnya ke dinding dengan perasaan khawatir dan sedih.
Tak berapa lama dokter yang menangani keadaan Widia pun keluar dari ruang IGD.
__ADS_1
Damian dengan cepat menghampiri sang dokter.
"Dokter,bagaimana dengan keadaan istri saya??"tanya Damian yang sudah tidak sabarnya.
"Anda keluarga dari pasien??" tanya dokter memastikan dulu.
"Ya dok,saya suaminya." jawab Damian.
"Begini..-" ujar sang dokter yang belum sempat mengatakan sesuatu,tiba-tiba kedua orang tua Widia pun datang.
"ibu Ajeng,Damian.. apa yang sudah terjadi pada Widia??kenapa Widia bisa kecelakaan??" tanya ibu Widia bernama Nurmala yang sangat paniknya.
"Lalu bagaimana dengan keadaannya?" tanya Bram ayah Widia yang ikut merasa terkejut dan panik setelah mendengar Widia kecelakaan.
"Dokter ini baru akan menjelaskannya pada kita bu pak" jawab Damian pada ibu Widia.
__ADS_1
"Jadi bagaimana keadaan anak saya dok..?" tanya Nurmala pada sang dokter.
"Begini,kondisi pasien saat dibawa kesini sudah dalam keadaan kritis..Karna mengalami benturan kepala yang sangat keras,dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa pasien mengalami koma." jawab sang dokter memberi tahu keadaan Widia.
Seketika membuat kedua orang tua Widia pun syok,terutama Nurmala yang langsung jatuh pingsan.Sementara Damian tak bisa berkata apa pun,dunianya pun seakan hancur saat harus menerima kenyataan jika wanita yang sangat dicintainya harus mengalami koma.
"Bu..Ibu,bangun bu..cepat bawa ibu ke ruang perawatan."ujar Bram menyuruh Damian yang sudah semakin panik.
...****************...
2 minggu kemudian..
Damian masih setia menemani Widia yang masih kondisi yang masih koma.Hari-hari nya pun begitu berat dan tidak bersemangat saat harus melihat kondisi Widia yang tidak pernah ia bayangkan.
Damian pun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menemani Widia,dan sampai harus memberikan semua pekerjaan kantornya pada Reza.Demi ia bisa berharap keajaiban datang dan membuat Widia kembali terbangun dan sadar.
__ADS_1
Damian sangat mencintai sosok Widia yang sangat perhatian dan penyayang.Sifatnya yang hangat membuat Damian langsung merasa jika Widia adalah sosok wanita yang tepat untuk hidupnya.Dengan waktu yang singkat mereka menjalani hubungan.Damian begitu nekat ingin menikahi Widia.Walau ia tahu,saat itu ia masih awal meneruskan perusahaan mendiang ayahnya.
Dengan tekad dan niat yang tulus,akhirnya Damian memberanikan diri melamar Widia pada kedua orang tuanya.Dan ia merasa sangat beruntung,saat kedua orang tua Widia menerima dan merestui pernikahan mereka.