
Nurmala hanya memandang Damian dengan bingung,tapi tidak bicara apa pun.
"Ibuku sepertinya sudah menjebak ku,karna dari awal memang dia sangat ingin aku menikahi wanita itu." sambung Damian masih dengan kepala menunduk.
"Memangnya siapa wanita itu??kenapa ibu mu sampai ingin kau menikahinya??"tanya Nurmala ingin mendengar cerita Damian lebih dulu,dengan mencoba menenangkan amarahnya.
Damian sesaat menarik nafas panjangnya dan menceritakan tentang Sekar pada ibu mertuanya.
Setelah Damian menceritakan semuanya,Nurmala yang kini menarik nafas panjangnya.
"Jadi seperti itu,apa kau mengatakannya dengan jujur??bukan karna mencoba membela diri??"tanya Nurmala yang tidak begitu saja percaya.
"Aku mengatakan yang sebenarnya bu,aku tidak mau berbohong lagi,aku berbohong juga karena terpaksa,bukan karena keinginan ku..aku berani sumpah,aku menikahi wanita itu terpaksa." jawab Damian berani bersumpah didepan ibu mertuanya.
"Jadi kau ingin tetap mempertahankan Widia atau wanita itu??biar bagaimana pun,ibu tetap tidak terima jika kau memiliki dua istri..sangat tidak dibenarkan dalam keluarga kami..dan bagaimana perasaan Widia,jika dia sadar dan mengetahui kau sudah menikah lagi??" tanya Nurmala meminta kepastian.
__ADS_1
"Kasih aku waktu bu,aku akan membereskan ini semua..aku akan menceraikan wanita itu bagaimana pun caranya." jawab Damian meyakinkan Nurmala.
"Apa kau bisa menjamin itu semua??"tanya Nurmala menguji Damian.
"Aku akan berusaha bu,aku tidak mau berpisah dari Widia..aku sangat mencintainya ..tolong kasih aku kesempatan untuk membuktikannya.." ucap Damian kembali meyakinkan Nurmala.
"Tapi bagaimana dengan ibu mu?? ibu mu sangat ingin kalian berpisah,ibu pikir karena memang memikirkan kebahagiaan mu..tapi ibu tidak menyangka jika ibu mu ternyata memihak istri kedua mu.." ucap Nurmala menyindir Ajeng ibu Damian.
"Hal itu ibu jangan khawatir,biar ini menjadi urusan ku.." jawab Damian.
Damian pun hanya bisa mengangguk dan terdiam dengan peringatan ibu mertuanya.
"Kau boleh pulang,untuk hari ini ibu tidak mengijinkan mu menemani Widia..karna ibu ingin menemani Widia malam ini." ujar Nurmala menyuruh Damian pulang.
Damian dengan berat hati menuruti perkataan ibu mertuanya.
__ADS_1
"Baik bu,aku mengerti..aku pamit."jawab Damian mengangguk dan meninggalkan ruang perawatan Widia.
Saat keluar dari ruang perawatan,ia melihat sang ayah mertua Surya sedang duduk diruang tunggu.
Damian yang hanya bisa menghela nafas panjangnya karna harus memberi penjelasan kembali pada sang ayah mertua.
Diluar rumah sakit..
"Kenapa kau melakukan itu??Kau tahu,Widia adalah putri satu-satunya yang kami miliki..dan kami hanya mengharapkan dia bisa hidup bahagia bersama orang yang bisa menjaganya..Lalu,bagaimana kau akan melakukannya??jika ada wanita lain yang harus kau jaga juga??" tanya Surya ayah mertua Damian dengan sikap tenangnya tanpa emosi.
Walau sebenarnya ia sedang menahan amarahnya dan memilih untuk tetap tenang.Agar ia dapat mendengar semua penjelasan dari Damian sendiri.
"Maafkan aku pak,mungkin jika aku menjelaskannya bapak tidak akan mempercayaiku..Tapi aku sudah menjelaskannya pada ibu,dan penjelasan ku bisa diterima oleh ibu..bapak bisa tanyakan langsung pada ibu.." jawab Damian.
Surya pun menatap Damian dengan tatapan dingin.
__ADS_1