
Malam harinya..
Ajeng dan Clara sudah berkumpul diruang makan untuk menikmati makan malamnya.
Sekar dan bi Imah pun langsung bersiap-siap menghidangkan makan malam di atas meja makan.Ajeng dan Clara pun langsung menyantap makan malam mereka.
Ajeng yang baru beberapa suap menikmati makan malam langsung menunjukkan senyuman yang lebar.
"Makan malam hari ini tumben enak sekali??tidak biasanya..apa bi Imah juga yang masak ini??" tanya Ajeng yang begitu bersemangat nya menyantap makan malamnya.
"Bukan nyonya,tapi hari ini Sekar sendiri yang mencoba memasaknya." jawab bi Imah sambil menunjuk kearah Sekar.
Sekar hanya menunduk malu.
"Oya??jadi kau juga bisa masak Sekar??"tanya Ajeng yang kaget dengan Sekar.
"Iya nyonya..tapi saya tidak tahu apakah masakan saya cocok atau tidak untuk keluarga ini nyonya." jawab Sekar masih tertunduk.
__ADS_1
"Tidak..Ini justru sangat enak dan cocok untuk keluarga kita..Saya tidak menyangka kalau kau bisa masak makanan seenak ini..benar kan sayang??" puji Ajeng dan sesaat bicara pada Clara.
Clara hanya mengangguk sambil tersenyum karena juga menikmati masakan Sekar.
"Terima kasih nyonya..kalau masakan saya bisa diterima di keluarga nyonya." jawab Sekar membalas dengan senyuman
"Saya salut dengan kemampuan mu Sekar..Selain rajin kau juga pintar memasak,kalau begitu urusan masak saya percayakan padamu ya Sekar..Tidak apa-apa kan bi Imah??" ucap Ajeng langsung mempercayai masakannya pada Sekar dan sesaat bicara pada bi Imah.
"Iya,tidak apa-apa nyonya..saya justru senang ada yang bantuin saya sekarang.." sahut bi Imah ikut tersenyum.
"Sama-sama..saya suka kegigihan mu,itu makanya saya menerima mu bekerja disini karna saya tahu kau orang yang bertanggung jawab dalam bekerja." puji Ajeng lagi pada Sekar.
Sekar hanya memilih tersenyum mendengar pujian Ajeng untuknya.
Dan disaat Ajeng kembali menikmati makan malamnya,tanpa sengaja ia melihat Damian yang baru saja pulang dari kantornya.
"Damian,kau sudah pulang nak..ayo kesini kita makan malam bersama ." sahut Ajeng menoleh memanggil Damian.Sekar pun ikut menoleh kearah Damian.
__ADS_1
Damian pun menoleh dan menghampiri ibunya.
"Ayo nak,kita makan bareng..Kau tahu ini semua Sekar yang masak..dan masakannya sangat enak..lebih enak dari makanan restoran,duduk lah kau harus mencobanya."ujar Ajeng mengajak Damian untuk mencoba makanan yang dimasak Sekar.
Seketika membuat Damian memasang wajah datar.Dan beberapa saat ia melirik kearah Sekar hanya menundukkan kepalanya
"Tidak kalian saja,aku sudah makan..nikmati saja makanan kalian." ujar Damian dengan nada dingin dan langsung pergi.
Membuat Ajeng sedikit kesal melihat sikap Damian yang begitu dingin saat menyebut nama Sekar atau memuji nya.
"Susah sekali kakak mu itu kalau diajak makan bersama." gerutu Ajeng.
"Sudah biarkan saja bu,mungkin kakak memang sudah makan diluar..Dan mungkin saja kakak sudah menjenguk kak Widia,jadi pasti sudah makan di sana." sahut Clara.
"Heuh..Selalu saja dia yang diutamakan,tidak pernah keluarganya sendiri..Ibu jadi semakin kesal dengan sikap kakak mu..kenapa begitu mempertahankan dia.." gerutu Ajeng lagi tidak sadar sudah meluapkan kekesalannya dan didengar oleh Sekar.
Sekar hanya diam dan tidak ikut campur untuk berkomentar.
__ADS_1