
Seminggu kemudian..
Damian dan Sekar akhirnya menikah secara siri.Damian tidak bisa menentang dan menolak permintaan Ajeng.Karna selain kesalahan yang tanpa sengaja dia buat,dan keinginan Ajeng yang ingin memiliki seorang cucu menjadi tuntutan utama darinya.
Damian dengan berat hati harus menuruti keinginan Ajeng.Walau dari dalam hatinya ia sangat menolak pernikahan siri yang diminta ibunya.
Damian pun semakin menunjukkan sikap dinginnya terhadap Sekar.Ia merasa sangat membenci sosok Sekar.Sebab sejak kedatangannya di rumah mereka,membuat ibunya jadi terus berpihak padanya.Dan mengabaikan posisi Widia yang saat ini masih menjadi istri sah Damian.
......................
Damian dan keluarga nya terlihat sedang makan malam bersama,dan Sekar pun kini ikut makan malam bersama mereka.Karna posisinya yang sudah menjadi istri siri Damian.
"Sekar,kau harus makan yang banyak..jangan sungkan pada kami..karna sekarang kau sudah menjadi anggota keluarga ibu..oke." sahut Ajeng dengan nada yang begitu ramah dan perhatian pada Sekar.
Sekar langsung mengangguk dan tersenyum.
"Iya bu."jawab Sekar singkat.
__ADS_1
Damian sesaat melirik dingin kearah Sekar.Sementara Sekar tetap menikmati makan malamnya.
Selesai makan malam,Damian langsung kekamar tanpa bicara sepatah kata pun.
"Damian." panggil Ajeng ada Damian sebelum meninggalkan mereka.Membuat Damian sesaat terdiam tanpa menoleh.
"Ajak Sekar juga ke kamar,mungkin Sekar juga mau istirahat." ujar Ajeng.
Damian pun langsung menoleh kearah Ajeng ibunya.
"Tentu..kalian kan sudah sepasang suami istri,sudah sewajarnya jika Sekar sekarang sekamar dengan mu." ujar Ajeng dengan santai nya.
"Walaupun aku sudah menikahinya,bukan berarti dia layak tidur seranjang dengan ku..bahkan dia tidak layak menggantikan posisi Widia dikamar itu." ujar Damian langsung pergi dengan nada dingin.
"Apa katamu..!!" sentak Ajeng yang kesal.Tapi dengan cepat Clara menahan tangan Ajeng.
"Sudah bu,biarkan saja kakak begitu..Kak Sekar,sebaiknya kakak tinggalkan kami dulu..Aku perlu bicara dengan ibu ku." ujar Clara dan menyuruh Sekar untuk pergi.
__ADS_1
"Iya,baik."jawab Sekar langsung beranjak bangkit dan meninggalkan mereka dengan kepala menunduk.
"Sekar,maafkan sikap Damian tadi ya." kata Ajeng pada Sekar sebelum meninggalkan mereka.
Sekar pun menoleh sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa bu,Sekar mengerti ..Sekar ijin ke kamar dulu." jawab Sekar.
"Iya nak,beristirahat lah." jawab Ajeng yang merasa khawatir memikirkan perasaan Sekar.
Sekar pun akhirnya meninggalkan Ajeng dan Clara berdua diruang makan.
"Clara kenapa kau menahan ibu??kau tidak lihat bagaimana sikap kakak mu tadi??" tanya Ajeng yang protes pada Clara.
"Maaf bu,bukan aku mau memihak kak Damian..Tapi aku paham kenapa sikap kakak begitu..Seharusnya ibu memahami sikapnya,kenapa kakak jadi bersikap dingin pada Sekar sekarang..Pernikahan dia dengan Sekar ini keterpaksaan,bukan kemauan kakak..Karna kak Damian masih sangat mencintai kak Widia,bahkan dia tidak mau berpisah walaupun keadaan keadaan kak Widia masih koma sampai saat ini..Harusnya ibu memberi waktu pada kak Damian,tidak mudah menerima seseorang dalam kehidupannya selain orang yang dicintainya bu." ucap Clara panjang lebar.Yang mencoba memberi pengertian pada Ajeng sang ibu.
"Tapi dia tidak harus bersikap seperti itu,dia sama sekali tidak menghargai Sekar sebagai istrinya juga." jawab Ajeng masih protes.
__ADS_1