
Damian menuju masuk ke rumah sakit dan menemui ibu Widia.
"Oh kau sudah datang." ujar Nurmala pada Damian.
"Iya,ibu pulang lah aku akan menjaga Widia." kata Damian menyuruh Nurmala pulang.
"Ya sudah,nanti sore ibu akan kesini lagi..Oya,tadi ibu bertemu dengan teman Widia,tapi ibu belum sempat mengobrol banyak ." ucap Nurmala sebelum pergi.
"Teman??siapa??apa ibu mengenalnya??" tanya Damian penasaran.
"Tidak,wajahnya sangat asing tapi dia bilang dia adalah teman lama Widia..cuma ibu belum pernah melihat dia dari semua teman Widia..dan dia juga sangat terburu-buru mau pergi,waktu ibu ingin tanya namanya.."ujarnya menjelaskan pada Damian.
"Teman lama??apa ibu ingat ciri-ciri wajahnya??" tanya Damian semakin penasaran.
"Emm.. tidak begitu,sebab dia memakai masker putih dan kacamata." jawab Nurmala menjelaskan.
Sesaat Damian teringat akan Sekar,yang sempat berpapasan dengannya memakai masker putih,tapi tidak memakai kacamata.
Apa mungkin dia??tapi untuk apa dia kesini??' batin Damian yang sesaat mencurigai Sekar kembali.
...****************...
__ADS_1
Menjelang sore,Nurmala datang untuk bergantian jaga dengan Dimian.Dan Damian bergegas pulang ke rumah untuk langsung menemui Ajeng ibunya yang baru saja keluar kamar.
"bu..ada yang ingin ku tanyakan pada mu." ujar Damian.
"Tentang apa??" tanya Ajeng.
"Apakah selama ini Sekar pernah bercerita tentang kehidupan keluarganya??" tanya Damian.
"Pernah..dia bilang dia anak yatim piatu,dia tidak punya keluarga..dia tinggal bersama bibi nya,makanya sewaktu kalian menikah tidak ada pihak keluarganya yang hadir,karena Sekar tidak begitu dekat dengan keluarga bibi nya..kenapa??" jawab Ajeng menjelaskan.
"Tidak apa-apa,aku cuma bertanya saja..lalu bagaimana dengan bi Imah?" tanya Damian lagi.
"Bi Imah??bukankah dia juga tidak punya keluarga juga??suaminya sudah meninggal dan anaknya ada dikampung,diurus sama keluarga adiknya karna dia tidak mampu mengurusnya,kenapa kau bertanya tentang bi Imah??" jawab Ajeng dengan menjelaskannya lagi.
"iya,karena itu sudah lama diceritakan bi Imah..bi Imah kan sudah lama bekerja sama kita,jadi ibu pasti tahu latar belakang hidup bi Imah." jawab Ajeng.
"Apa ibu tahu anaknya perempuan atau laki-laki?dan berapa usianya sekarang??" tanya Damian untuk terakhir kalinya.
"mungkin seumur dengan Clara..karna bi Imah sudah sangat lama ceritakan tentang anaknya."
"Begitu." ujar Damian tidak bertanya lagi.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang Sekar dan bi Imah??tidak biasanya." tanya Ajeng yang berbalik bertanya.
"Nanti akan ada saatnya kau mengetahui semuanya..Aku hanya mengingatkan ibu untuk jangan mempercayai mereka berdua.." jawab Damian memberitahu dan langsung ke kamar nya.
Ajeng hanya menatap heran dengan jawaban Damian.
Di kamar Damian tampak sedang terus berpikir dengan dua sosok yang saat ini ia curigai.Ia merasa ada sesuatu yang aneh dari mereka berdua,Sekar dan bi Imah.
Saat ia sedang termenung,ponsel nya pun berbunyi.
"Halo.." sahut Damian saat menerima panggilan dari Reza yang ternyata menghubunginya.
"Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu..seperti kecurigaan mu terjawab,tapi terlebih dulu aku minta kau ke kantor polisi dulu." ujar Reza.
"Kantor polisi??untuk apa??" tanya Damian bingung.
"Sepertinya kau harus pastikan lagi penyebab Widia kecelakaan..Sepertinya itu bukan kecelakaan tunggal..ada penyebab lain yang membuat Widia kecelakaan." jawab Reza.
Sesaat membuat Damian sedikit terkejut.
"Yah,setelah itu temui aku ditempat biasa." kata Reza langsung menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
Damian pun langsung bergegas kekantor polisi.