
Malamnya..
Sekar baru saja tiba di rumah,langsung disamperin oleh Ajeng.
"Sekar,kau dari mana saja??seharian pergi tanpa pamit." tanya Ajeng.
"Aku ada urusan bu .." jawab Sekar datar.
"Oh begitu,apa kau sudah makan??" tanya Ajeng.
"Belum bu.." jawab Clara singkat.
"Kalau begitu kau siapkan lah makan malam,kita semua belum makan karna masih menunggu mu pulang." ujar Ajeng menyuruh Ajeng.
"Kenapa harus aku bu??"tanya Sekar dengan nada masih datar.
__ADS_1
"Kenapa harus kau??kan memang sudah tugas mu menyiapkan makan malam untuk kami." tanya balik Ajeng.
"Bu,sekarang kan aku sudah jadi istri mas Damian walaupun cuma jadi istri siri atau istri keduanya,tapi ku rasa sudah bukan tugas ku untuk melakukannya..ada bi Imah,suruh saja dia yang siapkan atau Clara..Aku capek bu,aku mau istirahat." jawab Sekar dengan nada ketus dan mencoba meninggalkan Ajeng.
Tapi Ajeng langsung menahan tangan Sekar.
"Apa maksud dari perkataan mu??kenapa tiba-tiba kau berani bicara begitu sama ibu??walau pun kau sudah menjadi istri kedua Damian,bukan berarti kau bisa bersantai tanpa mengerjakan tugasmu..di rumah ini cuma ibu yang mengatur,jadi apa pun yang sudah jadi tugas mu,kau harus lakukan..jangan coba menentang.." kata Ajeng dengan tegas.
Sekar pun langsung menghempaskan tangan Ajeng dari tangannya.
"Bu,aku dinikahi untuk jadi seorang istri yang diperlakukan seperti ratu,bukan seperti pembantu..Aku baru menyadari jika aku sepertinya terlalu menurut dengan semua aturan ibu..bahkan saran apa pun yang ibu katakan,semua tidak sesuai rencana mu..dan aku mulai lelah menuruti semua rencana mu." ujar Sekar yang mulai berani menentang Ajeng.
"Kan sudah ku bilang aku mulai lelah dengan aturan mu bu,sekarang aku mau melakukan apa pun yang ku mau..dan ibu jangan coba mencampuri urusan ku lagi.."
"Apa yang sudah kau bicarakan??apa kau saat ini sedang protes padaku??kau sudah mulai menentang ku??" tanya Ajeng mulai sewot.
__ADS_1
"Iya,karna semua rencana mu tidak berhasil dan aku semakin dipandang seperti sampah oleh mas Damian..jadi aku tidak mau lagi bersikap seolah aku istri yang lugu dan bodoh,tapi aku akan melakukan apa yang ku ingin..dan aku akan tetap seperti ini sampai ibu berhasil membuat mas Damian menceraikan istri pertamanya..!!!" sentak Sekar yang tiba-tiba meninggikan nada bicaranya pada Ajeng.Membuat Ajeng seketika terkejut dengan suara Sekar yang selama ini tidak pernah meninggikan suaranya.
Plak..
Sebuah tamparan pun mendarat kearah pipi Sekar.
Sekar pun langsing menoleh tajam kearah seseorang yang tiba-tiba menamparnya.
"Kau..-" seru Sekar melihat Clara dengan tajam.
"Kenapa kau menamparku??" tanya Sekar dengan nada tinggi lagi.
"Sepertinya kau mulai menunjukkan sikap asli mu ya??sejak kau dinikahi oleh kak Damian,aku sudah merasa janggal dengan sikap mu..ku pikir sikap baik mu itu cuma topeng demi menutupi sikap asli mu yang seperti gadis liar.." sahut Clara mengomentari Sekar dengan kata-kata tajam dan menyindir.
"Kau jangan ikut campur ,berani nya kau menampar ku..!!" bentak Sekar pada Clara.
__ADS_1
"Kenapa tidak berani??kau sendiri beraninya bicara nada tinggi dengan ibu ku,yang sudah jelas ibu mertua mu..apa kau mulai ngelunjak dan merasa kau nyonya besar di rumah ini??" jawab Clara dengan gaya santai nya dan meremehkan Sekar.
Sementara Ajeng masih begitu kaget nya melihat tindakan Clara yang berani menampar Sekar.