
Kau akan membayar semua ini mas..Aku tidak mau semua rencana ku berakhir sia-sia,setelah apa yang sudah ku lakukan untuk masuk kedalam keluarga ini..'batin Sekar
Esoknya..
Setelah Damian pergi bekerja,Ajeng menghampiri Sekar yang sedang ber beres.
"Sekar,bagaimana??apakah rencana mu semalam berhasil??" tanya Ajeng yang penasaran.
Sebab ternyata penampilan Sekar gang berubah,adalah ide dari Ajeng.Dan membantu Sekar untuk mengubah penampilannya.Agar membuat Damian tertarik padanya.
Sekar pun menoleh sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak bu..Mas Damian tetap bersikap dingin padaku..Bahkan dia memberi peringatan pada ibu,jika semua usaha yang ibu lakukan tidak akan berhasil untuknya." jawab Sekar menjelaskan.
"Dasar anak keras kepala..Susah sekali membuka pikirannya.." ujar Ajeng sedikit kesal.
"Bu..lebih baik aku menyerah saja..Biar bagaimana pun posisi ku tetap salah..Aku tidak seharusnya masuk dalam kehidupan mas Damian.. mas Damian sangat mencintai istrinya..mustahil jika mas Damian akan tertarik padaku.." ujar Sekar.
"Bicara apa kau ini..Jangan langsung menyerah,ini baru saja di mulai..Jangan putus asa,ibu akan terus membantu mu..Tidak peduli bagaimana caranya,kau harus hamil anak Damian..setelah ini cepat ganti baju,temani ibu pergi."
"Pergi kemana bu??" tanya Sekar ingin tahu.
__ADS_1
"Ikuti saja perintah ibu." jawab Ajeng langsung pergi.
Sekar hanya memandang Ajeng dengan tatapan serius.
Siang harinya..
Ajeng mengajak Sekar pergi mengunjugi pusat perbelanjaan.Sekar tidak mengira jika Ajeng akan membawanya ke sebuah butik pakaian dalam.Yang berniat ingin membelikan Sekar pakaian lingerie sexy untuk Sekar.Sekar merasa aneh dan malu melihat bentuk pakaian tang sudah dibeli Ajeng untuknya.
"Ibu yakin ini harus ku pakai malam ini??" tanya Sekar memastikan.
"Iya..Kau harus memakainya didepan Damian."jawab Ajeng.
"Tapi bu,bagaimana jika mas Damian menolak ku lagi??dan mungkin akan menghina ku lagi karna memakai pakaian seperti ini."tanya Sekar yang ragu.
Sekar hanya mengangguk menuruti perkataan Ajeng.
"Sekarang kita pulang,ayo." ujar Ajeng mengajak Sekar pulang.
Sekar pun menuruti kembali ajakan Ajeng.Baru akan meninggalkan tempat tersebut,tanpa sengaja seseorang memanggil nama Ajeng.
"Ibu Ajeng??" sahut seseorang memanggil Ajeng.
__ADS_1
Ajeng lun langsung menoleh kebelakang,melihat seseorang yang memanggilnya.
Tanpa diduga,ternyata seseorang yang memanggil namanya tidak lain adalah Nurmala besannya sendiri.
Membuat Ajeng seketika merasa terkejut dan memasang wajah datar
"Oh..bu Nurmala." sahut Ajeng.
"Apa kabar bu??lama kita tidak bertemu." tanya Nurmala dengan nada ramah.
"Seperti yang kau lihat,aku baik-baik saja." jawab Ajeng tanpa bertanya balik.
"Lalu apa yang ibu lakukan disini??apa ibu sedang belanja??"tanya Nurmala penasaran.
"Ya begitu lah." jawab Ajeng masih datar.
Sesaat Nurmala pun memperhatikan Sekar,gadis asing yang belum pernah ia lihat.Dan sedang dirangkul lengannya oleh Ajeng.
"Dia siapa??sepertinya saya baru melihatnya??" tanya Nurmala ingin tahu saat melihat sosok Sekar.
"Bukan siapa-siapa,maaf kami harus pulang. hari sudah sore..lain waktu kita bertemu lagi .Selamat tinggal bu Nurmala." ujar Ajeng langsung mengajak Sekar pergi meninggalkan Nurmala begitu.
__ADS_1
Sementara Nurmala hanya menatap bingung dengan mereka berdua.
Apa gadis itu kerabatnya??sepertinya mereka akrab sekali..gumam Nurmala yang penasaran.